WhatsApp Icon
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kalteng Siap Kolaborasi dengan BAZNAS

Palangka Raya – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah menjajaki peluang kolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya percepatan penurunan stunting.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah dengan Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Kalimantan Tengah, Muhammad Iqbal Apriansyah, SH,M.PH, di Palangka Raya, Senin (20/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, BKKBN memaparkan salah satu program prioritas nasional, yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong menjadi "orang tua asuh" bagi keluarga yang berisiko mengalami stunting.

Selain membahas program Genting, kedua belah pihak juga mengidentifikasi sejumlah potensi sinergi yang dapat diwujudkan melalui program-program pemberdayaan dan pendistribusian BAZNAS kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah, Hj. Saidah Suryani, menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. 

Menurutnya, berbagai program BAZNAS memiliki keterkaitan erat dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam mendukung penanganan stunting.

"Karena pada dasarnya salah satu tujuan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS adalah untuk menyejahterakan umat," kata Saidah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Kalimantan Tengah, Muhammad Iqbal Apriansyah, menyatakan kesiapan pihaknya untuk membangun kolaborasi dengan BAZNAS dalam menyukseskan program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan berbagai potensi zakat, infak, dan sedekah dapat dioptimalkan untuk mendukung program pemberdayaan keluarga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta percepatan penurunan angka stunting di Kalimantan Tengah.

Setelah audiensi, pimpinan BAZNAS Kalteng pada kesempatan itu juga melakukan sosialisasi kepada aparatur di lingkungan BKKBN terkait pengelolaan ZIS dan pembentukan Unit Pengumpul Zakat di lembaga tersebut.

20/07/2026 | Kontributor: Ami
BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Salurkan Bantuan bagi Pasien Tuberkulosis (TB)

PALANGKA RAYA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program kemanusiaan melalui penyaluran bantuan kepada pasien Tuberkulosis (TB) di Kota Palangka Raya.

Bantuan disalurkan secara langsung melalui kunjungan ke kediaman penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menjalani pengobatan. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi pasien sekaligus memberikan dukungan moral agar tetap semangat dalam menjalani proses pengobatan hingga tuntas.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dan kebutuhan pokok yang diharapkan dapat menunjang pemenuhan gizi pasien selama masa pemulihan. Pemenuhan gizi yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengobatan Tuberkulosis.

BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah menyadari bahwa penanganan Tuberkulosis tidak hanya membutuhkan dukungan dari sisi medis, tetapi juga perhatian terhadap aspek sosial dan ekonomi keluarga pasien. Oleh karena itu, melalui Program Kalteng Sehat, BAZNAS terus berupaya menghadirkan berbagai bentuk bantuan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah berharap dapat menumbuhkan semangat kepedulian dan gotong royong dalam membantu sesama, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka penyebaran Tuberkulosis di Indonesia.

BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah akan terus mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi mustahik melalui berbagai program di bidang kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, ekonomi, dan dakwah.

 

"Melalui zakat, kita hadir untuk menguatkan harapan, meringankan beban, dan mendampingi masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera."

20/07/2026 | Kontributor: Humas
Tindaklanjuti Edaran Kadisdik, Ini Rencana BAZNAS Kalteng

PALANGKA RAYA – Terbitnya Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) pada SMA, SMK, dan SLB se-Kalimantan Tengah menjadi angin segar.

Betapa tidak, surat edaran itu setidaknya memperbesar peluang meningkatnya kesadaran untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan dunia pendidikan.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah sendiri mulai menyusun rencana tindak lanjut terkait surat edaran dimaksud.

Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Hj. Saidah Suryani didampingi Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM & Umum, Muhammad Efendi,

mengatakan sosialisasi tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat sebagai langkah awal implementasi surat edaran yang diterbitkan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

"Dalam waktu dekat, kami akan melakukan sosialisasi pembentukan UPZ ke SMA, SMK, maupun SLB," ujar Efendi, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, terbitnya Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan pendidikan.

"Terbitnya Surat Edaran tentang Optimalisasi Pengumpulan ZIS pada SMA/SMK/SLB se-Kalteng menunjukkan besarnya perhatian Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah terhadap pentingnya zakat, infak, dan sedekah bagi penguatan ekonomi mustahik," katanya.

Ia menambahkan, pengelolaan zakat melalui lembaga resmi akan memberikan manfaat yang lebih luas karena disalurkan secara terencana, terukur, dan tepat sasaran.

"Yang lebih penting, zakat, infak maupun sedekah jika dikelola secara terencana dan terarah melalui BAZNAS, dapat menjadi salah satu sumber pendanaan dalam upaya pemberdayaan dan pendayagunaan ekonomi yang berkelanjutan," tambah Efendi.

Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Reza Prabowo pada 29 Juni 2026 mengimbau seluruh kepala SMA, SMK, dan SLB di Kalimantan Tengah untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di sekolah masing-masing.

Dalam edaran tersebut dijelaskan bahwa satuan pendidikan yang memiliki jumlah pegawai muslim memadai dapat membentuk kepengurusan UPZ secara mandiri melalui musyawarah internal pegawai muslim dengan pembinaan teknis dari BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah.

Edaran itu juga mengatur bahwa apabila kepala sekolah atau pejabat berwenang merupakan pegawai non-muslim, maka kepengurusan teknis UPZ dapat difasilitasi oleh guru atau tenaga kependidikan Mlmuslim yang ditunjuk secara sukarela.

Selain itu, penghimpunan zakat pendapatan tidak menggunakan sistem pemotongan gaji (payroll system), melainkan dilakukan melalui penyetoran mandiri oleh masing-masing pegawai Muslim atau melalui pengumpulan kolektif oleh pengurus UPZ sekolah untuk selanjutnya disetorkan ke rekening resmi BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah.

BAZNAS Kalimantan Tengah berharap pembentukan UPZ di lingkungan SMA, SMK, dan SLB dapat memperkuat penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di sektor pendidikan.

Dana yang terhimpun nantinya diharapkan mampu mendukung berbagai program sosial, pendidikan, beasiswa, dan pemberdayaan ekonomi yang diprioritaskan bagi para mustahik di lingkungan satuan pendidikan maupun masyarakat yang membutuhkan. 

16/07/2026 | Kontributor: Ami
Kadisdik Terbitkan Edaran Agar Kepala SLTA se-Kalteng Bentuk UPZ BAZNAS

PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menerbitkan surat edaran yang mengimbau seluruh kepala SMA, SMK, dan SLB se-Kalimantan Tengah untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan satuan pendidikan masing-masing.

Surat edaran yang ditandatangani pada 29 Juni 2026 tersebut ditujukan kepada seluruh kepala SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Kalimantan Tengah sebagai tindak lanjut penguatan pengelolaan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam surat edaran itu disebutkan, bahwa satuan pendidikan yang memiliki jumlah pegawai muslim memadai dapat membentuk kepengurusan UPZ secara mandiri melalui musyawarah internal.

"Bagi satuan pendidikan yang memiliki jumlah pegawai Muslim memadai, dapat membentuk pengurus UPZ tingkat sekolah secara mandiri melalui musyawarah internal pegawai muslim, untuk selanjutnya berkoordinasi dan di bawah bimbingan teknis Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah," demikian bunyi salah satu poin pada surat edaran tersebut.

Surat edaran itu juga mengatur mekanisme apabila kepala sekolah atau Kepala Subbagian Tata Usaha dijabat oleh pegawai non-muslim. Dalam kondisi tersebut, fasilitasi, koordinasi, dan kepengurusan teknis UPZ sekolah diserahkan kepada guru atau tenaga kependidikan muslim yang ditunjuk secara sukarela di lingkungan satuan pendidikan.

Selain itu, Dinas Pendidikan menegaskan bahwa mekanisme penghimpunan zakat pendapatan tidak dilakukan melalui sistem pemotongan gaji (payroll system). Hal ini mengingat penggajian dan tunjangan profesi aparatur sipil negara pada satuan pendidikan tidak dikelola langsung oleh bendahara sekolah.

Sebagai gantinya, penghimpunan zakat dilakukan melalui penyetoran mandiri oleh masing-masing pegawai muslim atau melalui pengumpulan kolektif secara sukarela oleh pengurus UPZ sekolah yang kemudian disetorkan ke rekening resmi BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam aspek kelembagaan, hubungan antara UPZ satuan pendidikan dengan UPZ Dinas Pendidikan Provinsi bersifat administratif dan koordinatif. Kepala sekolah yang telah membentuk pengurus UPZ diwajibkan melaporkan susunan kepengurusan kepada UPZ Dinas Pendidikan Provinsi sebagai data eksistensi dan pembinaan.

Surat edaran tersebut juga mengatur bahwa pengelolaan dan pendayagunaan dana zakat yang dihimpun melalui UPZ satuan pendidikan dapat dikoordinasikan bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah agar memberikan manfaat yang optimal dan berkeadilan.

Dana yang terkumpul nantinya dapat disalurkan dalam berbagai program kemanfaatan, seperti bantuan sosial, program pemberdayaan, maupun beasiswa yang diprioritaskan bagi mustahik atau penerima manfaat di lingkungan satuan pendidikan masing-masing.

Melalui kebijakan tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah berharap terbentuknya UPZ di seluruh SMA, SMK, dan SLB dapat memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus meningkatkan kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program-program BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah.

16/07/2026 | Kontributor: Ami
BAZNAS Kalteng Dukung Rumaisha Ikuti IGYS di Malaysia

PALANGKA RAYA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah memberikan dukungan kepada Rumaisha Rahmaniar, mahasiswa Universitas Palangka Raya, untuk mengikuti Indonesia Golden Youth Summit (IGYS) yang akan diselenggarakan di Malaysia pada 21-25 Agustus 2026.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan biaya tiket keberangkatan sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi dan kesempatan yang diraih Rumaisha sebagai salah satu peserta dalam forum kepemudaan bertaraf internasional tersebut.

Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Hj. Saidah Suryani melalui Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Mustain Khaitami, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda daerah.

"Pada dasarnya, bantuan yang diberikan sebagai bentuk dukungan BAZNAS kepada generasi muda potensial di masa depan. Apalagi Rumaisha merupakan satu-satunya utusan dari Kalimantan Tengah," ujar Khaitami.

Ia berharap keikutsertaan Rumaisha dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasasional.

Wakil Ketua BAZNAS Kalteng bidang Penghimpunan H. Tuaini Ismail serta Wakil Ketua Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan H. Sugiyanto yang turut mendampingi saat penyerahan bantuan, mengatakan bahwa investasi terhadap sumber daya manusia merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang memiliki dampak jangka panjang, terutama dalam mencetak pemimpin muda yang berintegritas, berwawasan global, dan tetap memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Rumaisha Rahmaniar dijadwalkan mengikuti Indonesia Golden Youth Summit (IGYS) di Kuala Lumpur, Malaysia, bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pemuda terpilih untuk memperluas wawasan internasional, membangun jejaring lintas daerah dan negara, serta mengembangkan kapasitas kepemimpinan.

Indonesia Golden Youth Summit merupakan program pengembangan kepemudaan yang mempertemukan pemuda berprestasi dari berbagai provinsi di Indonesia dalam rangkaian seminar, pelatihan kepemimpinan, diskusi lintas budaya, kunjungan edukatif, serta pertukaran gagasan mengenai inovasi, pendidikan, kewirausahaan, dan kontribusi pemuda dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Melalui kegiatan tersebut, peserta juga berkesempatan memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus memperluas kolaborasi dengan komunitas dan institusi di tingkat internasasional.

"Dengan dukungan ini diharapkan Rumaisha dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara optimal serta membawa pengalaman dan jejaring yang diperoleh untuk memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah, khususnya dalam pemberdayaan generasi muda di Kalimantan Tengah," kata Khaitami.

16/07/2026 | Kontributor: Ami

Berita Terbaru

Bersama Adira Finance, BAZNAS RI Resmikan Z-Auto Untuk Pemberdayaan Umat
Bersama Adira Finance, BAZNAS RI Resmikan Z-Auto Untuk Pemberdayaan Umat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI berkolaborasi bersama Adira Finance Syariah meresmikan program ZAuto yang bertujuan menyejahterakan masyarakat kurang mampu yang memiliki keahlian di bidang otomotif. Peresmian Program ZAuto Adira Finance Syariah ini dilaksanakan di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Dalam acara tersebut hadir Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Head of Syariah Adira Finance Syariah H. Yusron, SE. MBA, serta Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Bekasi, H. Agus. ZAuto merupakan program pemberdayaan BAZNAS RI di bidang otomotif yang berfokus pada usaha bengkel motor. Sejak tahun 2021 hingga 2024, ZAuto telah memberikan bantuan kepada 433 mustahik yang tersebar di 12 provinsi dan 43 kabupaten/kota. Untuk tahun 2025, target program ZAuto akan diberikan kepada 180 mustahik baru. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa program ZAuto bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi penerima manfaat melalui usaha mikro dan kecil di bidang otomotif. "Alhamdulillah ini merupakan bengkel ZAuto terbesar yang diresmikan, berkolaborasi dengan Adira Finance Syariah. Program ini juga menyediakan pelatihan mekanik dengan sertifikasi standar showroom bengkel resmi bersama PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), serta menanamkan jiwa wirausaha yang jujur, kreatif, tangguh, dan mandiri melalui dukungan pemasaran digital," ujar Kiai Noor dalam keterangannya baru-baru ini. Kiai Noor menyatakan bahwa ZAuto juga memastikan tersalurnya dana kebajikan kepada penerima manfaat, meningkatkan pendapatan usaha bengkel, serta mendorong kepemilikan aset produktif. Dengan demikian, ekosistem bisnis usaha bersama dapat terbentuk secara berkelanjutan. "Sebagai hasil dari program ini, diharapkan terbentuk korporasi skala mikro yang dimiliki bersama oleh penerima manfaat melalui pemberdayaan komunitas," ucap Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor menambahkan bahwa program ZAuto juga berencana memperluas jaringan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi digital serta melakukan diversifikasi usaha agar semakin banyak peluang berkembang bagi para peserta. "Program ZAuto dijalankan berdasarkan tiga prinsip utama. Amanah dan Bertanggung Jawab, di mana setiap usaha yang dijalankan harus sesuai dengan prinsip syariah, regulasi, manajerial, dan proses yang dapat dipertanggungjawabkan," katanya. Program ZAuto, imbuh Kiai Noor, juga dilaksanakan berkelanjutan dengan memastikan manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang melalui pembentukan jiwa usaha yang jujur, kreatif, tangguh, dan mandiri bagi mustahik. "Mudah-mudahan program ini memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya yang berada di Bantar Gebang. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Adira Finance Syariah atas kolaborasi yang terjalin, semoga apa yang kita lakukan ini mendapat keberkahan dari Allah SWT," jelasnya. Lebih lanjut, penerima manfaat akan mendapatkan sertifikasi servis, bantuan modal, dan dukungan pemasaran melalui Moservice.id, serta pendampingan untuk meningkatkan keterampilan usaha dari Adira Finance melalui Unit Usaha Syariah. Head of Syariah Adira Finance, H. Yusron, SE. MBA, mengatakan, "Inisiatif ini sejalan dengan visi perusahaan dalam menciptakan nilai bersama untuk meningkatkan kesejahteraan. Di samping itu, bantuan ini sejalan dengan program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam memasuki era bonus demografi di Indonesia. Dengan dukungan ini, kami berharap para penerima manfaat dapat mengembangkan usaha, membuka lapangan kerja, dan memberdayakan ekonomi masyarakat. Program ini diharapkan menjadi model keberlanjutan yang dapat diterapkan di berbagai wilayah. Terima kasih kepada BAZNAS RI atas sinergi yang terjalin, semoga dapat terus berlanjut." Turut hadir dalam acara ini, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, Ketua BAZNAS Jabar Dr. H. Anang Jauharuddin, M.M., Pd., Ketua BAZNAS Kota Bekasi Nurul Akmal, S.HI, Asda II Walikota Bekasi Dr. H. Inayatullah M.Pd., Camat Bantargebang H. Cecep Miftah Farid, S.STP., M.M., dan Lurah Bantargebang Satim Susanto, SH., M.Si. Hadir pula Gardira Digital Sales Service & Parts Adira Finance Muhammad Iqbal Abdurrahman Ramadhan, dan Head of Satellite SSD Bantargebang Bekasi Adira Finance Adityo Dwi Setyawan beserta tim.
BERITA23/02/2025 | Kontributor : NOVA Editor : AYU
Omzet Meningkat, Mustahik Rasakan Manfaat Dari Program Zmart BAZNAS
Omzet Meningkat, Mustahik Rasakan Manfaat Dari Program Zmart BAZNAS
Armawati (53) salah satu penerima manfaat program Zmart Badan Amil Zakan Nasional (BAZNAS) yang kini merasakan peningkatan signifikan dalam omzet usahanya. Sebagai saudagar Zmart, Armawati mengelola warung kelontong yang terletak di Jalan Sabanar Lama, Kec. Tanjung Selor, Kab. Bulungan, Kalimantan Utara. Warung yang sebelumnya hanya meraup omzet Rp100.000 per hari, kini melonjak menjadi Rp500.000 per hari berkat dukungan dari program Zmart BAZNAS. Peningkatan omzet tersebut tidak lepas dari berbagai bantuan yang diterima oleh Armawati, seperti penambahan modal usaha dan renovasi warung. Dalam wawancara, Armawati mengungkapkan, “Saya telah berjualan kelontong selama kurang lebih 15 tahun. Namun perkembangannya tidak terlihat. Alhamdulillah perkembangan perlahan-lahan terasa semenjak menjadi saudagar Zmart, usaha saya terus berkembang terutama dalam hal naiknya omzet. Saya merasa hal ini tentunya pengaruh dari penambahan modal usaha dan renovasi warung yang membuat warung Zmart saya lebih menarik. Sehingga konsumen tertarik datang kesini untuk belanja kebutuhan” ujarnya. Ahmad Alimuddin, Pendamping Program Zmart wilayah Kalimantan Utara, mengungkapkan kebahagiaannya melihat perubahan yang dirasakan oleh para saudagar Zmart. Hal tersebut juga menjadi penyemangat beliau untuk terus mendampingi mustahik dalam menjalankan usaha agar mustahik menjadi lebih sejahtera dengan program Zmart. Dengan adanya program Zmart, BAZNAS dapat terus memberikan dampak positif bagi para mustahik di berbagai daerah. Melalui pendampingan yang intensif, diharapkan semakin banyak saudagar Zmart yang merasakan manfaat serupa dan semakin berkembang dalam usaha mereka. Semoga program ini dapat terus memberi kontribusi besar bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA17/02/2025 | Kontributor : Rumini Fajar Editor : NOV
Didukung Modal dari Baznas Microfinance, Pendapatan Harian Jumran Naik Drastis
Didukung Modal dari Baznas Microfinance, Pendapatan Harian Jumran Naik Drastis
PALANGKA RAYA - Hadirnya program BAZNAS Microfinance di Palangka Raya, membuat Jumran lebih berdaya. Paling tidak, program pinjaman tanpa bunga ini mampu membuatnya bisa mengembangkan usaha. Warga Jalan Mendawai I Gang Bersama, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalteng, ini merupakan satu dari ratusan penerima manfaat dari Program BAZNAS Microfinance. Pencairan pinjaman telah berjalan sekitar satu tahun, tepatnya Januari 2024. "Sebelumnya saya hanya berjualan sembako. Dengan pinjaman modal dari BAZNAS Microfinance, saya bisa mengembangkan usaha dengan membeli kulkas dan menjual batu es," terang Jumran. Diakui, keuntungan dari jualan sembako relatif kecil karena hanya melayani penjualan bagi warga di sekitar tempat tinggalnya. Namun dengan menambah jenis usaha batu es, kini pendapatan hariannya naik drastis. Dari semula hanya bisa membeli satu unit dari modal pinjaman, Jumran telah berhasil menambah satu kulkas. Praktis, pria berusia 44 tahun ini harus menambah daya listrik di rumah yang juga menjadi tempat usaha. "Alhamdulillah, keuntungan bisa untuk menabung, menghidup istri dan anak, serta kebutuhan lain termasuk membayar tagihan bulanan listrik," kata Jumran. BAZNAS Microfinance sendiri merupakan program memberdayakan masyarakat melalui pembiayaan dan pendampingan mikro berbasis zakat. Dengan begitu, para pengusaha kecil bisa memanfaatkan program ini agar terhindar dari jeratan pinjaman berbunga mencekik. Skema program BMF sebagai salah satu organ di BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah, pada prinsipnya adalah sistem bergulir dengan tenor atau lamanya masa pengembalian pinjaman melalui cicilan sampai 12 bulan. "Melalui program ini, keberkahan usaha sangat saya rasakan. Terimaksih muzaki, terima kasih BAZNAS," pungkas Jumran.
BERITA17/02/2025 | Humas
Z-Auto BPVP Kendari Lahirkan Mekanik Berbasis Teknologi Canggih
Z-Auto BPVP Kendari Lahirkan Mekanik Berbasis Teknologi Canggih
Program Z-Auto yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari berhasil mencetak mekanik-mekanik unggul berbasis teknologi terkini. Pelatihan ini dirancang untuk melahirkan tenaga kerja yang kompetitif di dunia otomotif, dengan memadukan pemahaman akan kelistrikan motor matic modern dan penggunaan alat scanner digital untuk diagnosis yang lebih akurat. Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan bagaimana menggunakan teknologi canggih yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari industri otomotif masa kini. Mereka dilatih untuk memahami seluk-beluk kelistrikan motor matic yang semakin kompleks serta dilengkapi dengan kemampuan mendiagnosis kerusakan kendaraan secara digital. Dengan keterampilan ini, diharapkan para peserta pelatihan mampu bersaing di pasar tenaga kerja yang kian kompetitif, khususnya dalam bidang otomotif. Program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk memberdayakan mustahik melalui pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Melalui inisiatif ini, BAZNAS berupaya mengurangi ketergantungan mustahik pada bantuan sosial dengan memberikan bekal keterampilan yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja. Z-Auto BPVP Kendari adalah salah satu program yang diharapkan mampu mengangkat taraf hidup para mustahik melalui pemberdayaan ekonomi berbasis keterampilan. Seorang peserta pelatihan, yang juga merupakan mustahik, menyatakan bersyukur setelah mengikuti program ini. Dengan pelatihan ini ia memiliki keterampilan dan siap untuk bersaing di pasar kerja. Karenanya, pelatihan ini membuka wawasan tentang dunia otomotif modern yang berbasis teknologi. BAZNAS secara konsisten mendukung program-program pemberdayaan yang memberikan dampak langsung bagi para mustahik. Melalui pelatihan Z-Auto, BAZNAS tidak hanya memberikan keterampilan teknis tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin dan kerja keras yang penting untuk kesuksesan di dunia kerja. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik dengan memberikan akses kepada peluang ekonomi yang lebih baik. Selain memfasilitasi keterampilan teknis, Z-Auto BPVP Kendari juga mendorong peserta untuk meningkatkan kemampuan soft skills mereka, seperti komunikasi, manajemen waktu, dan kerja sama tim. Keterampilan ini sangat dibutuhkan di dunia kerja modern, terutama dalam industri otomotif yang semakin mengandalkan kerja sama lintas disiplin. Program pelatihan ini telah dirancang secara matang untuk memastikan bahwa peserta mendapatkan pengalaman yang komprehensif dan siap diterapkan di lapangan. Dengan adanya dukungan teknologi dan metode pelatihan yang mutakhir, BAZNAS berharap program ini dapat mencetak mekanik-mekanik profesional yang siap bersaing tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di pasar internasional. Dalam jangka panjang, BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung program-program serupa di berbagai daerah di Indonesia. Melalui kerja sama dengan berbagai institusi pelatihan, BAZNAS akan terus memperluas jangkauan program pemberdayaan ini, sehingga semakin banyak mustahik yang dapat merasakan manfaatnya dan meraih kemandirian ekonomi. Penutupan program Z-Auto di BPVP Kendari diisi dengan pemberian sertifikat kepada para peserta sebagai pengakuan atas keterampilan yang telah mereka kuasai. Diharapkan, sertifikat ini akan menjadi bekal tambahan bagi para peserta saat melamar pekerjaan atau memulai usaha di bidang otomotif. Dengan fokus pada peningkatan keterampilan berbasis teknologi, program ini diharapkan dapat mencetak mekanik-mekanik yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga siap menghadapi tantangan industri otomotif yang terus berkembang. Program pelatihan seperti ini akan menjadi salah satu pilar utama dalam upaya BAZNAS untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui jalur pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
BERITA14/02/2025 | Kontributor: Lulu Fatimah Azzahra, Editor: ayu
Bu Denny Kembangkan Warung ZMart Kalteng Berkah dengan Produk Non-Retail
Bu Denny Kembangkan Warung ZMart Kalteng Berkah dengan Produk Non-Retail
PALANGKA RAYA - Menjadi orangtua tunggal dengan tiga buah hati, bukan hal yang mudah untuk dijalani Denny Rahmayanti. Namun dengan kegigihan, perempuan 44 tahun ini terus berusaha bangkit. Melalui program ZMArt Kalteng Berkah, Denny menyatakan sudah memiliki pendapatan stabil untuk menghidupi keluarganya sehari-hari. “Selain untuk kebutuhan harian, Alhamdulillah keuntungan dari penghasilan juga bisa membiayai pendidikan anak-anak,” tutur Denny. Warga Jalan Intan, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, ini mengaku mendapatkan pengetahuan dan pengalaman luar biasa sejak menerima program ZMart Kalteng Berkah. Apalagi secara rutin, ada kegiatan pertemuan bulanan dari petugas pendamping program untuk memantau perkembangan usaha yang dijalankan. ZMart Kalteng Berkah merupakan program pemberdayaan ekonomi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berupa usaha ritel mikro yang diberikan kepada mustahik dalam upaya meningkatkan kapasitas dan eksistensi usahanya. Selain mengatasi kemiskinan di wilayah perkotaan, program ZMart Kalteng Berkah juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan mustahik dengan kemandirian. Di Kalimantan Tengah, program ini mulai dilaksanakan sejak agustus 2024 kepada 50 penerima di Kota Palangka Raya. Untuk memastikan program berjalan, BAZNAS juga menyediakan petugas pendamping bagi penerima manfaat dan terus melakukan pemantaua kegiatan usaha melalui pertemuan rutin. Selain mengembangkan warung sebagai sumber penghasilan, Denny juga terus berimprovisasi dengan memperbanyak jenis barang jualan non-retail di warungnya. Antara lain berupa kue olahan dari pisang yang dipelajari melalui media sosial. “Melalui program ZMart, saya sangat terbantu dalam memanajemen dan mengelola warung sehingga bisa menyisihkan penghasilan harian untuk ditabung ,” kata dia.
BERITA14/02/2025 | Humas
BAZNAS RI Optimalkan Layanan Penghimpunan ZIS untuk Ramadhan 2025
BAZNAS RI Optimalkan Layanan Penghimpunan ZIS untuk Ramadhan 2025
Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1446 H/2025 M, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi dalam penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Berbagai inovasi dilakukan, baik melalui kanal retail maupun digital, guna memastikan masyarakat dapat menunaikan kewajibannya dengan lebih mudah dan aman. Upaya ini menjadi pembahasan utama dalam Pengajian BAZNAS Selasa Pagi yang bertema "Pengumpulan Retail dan Off Balance Sheet dalam Mencapai Target Pengumpulan Ramadhan". Acara tersebut diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV beberapa waktu yang lalu. Hadir dalam acara tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., serta Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan. Prof. Nadratuzzaman menekankan bahwa Ramadhan merupakan kesempatan emas bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, termasuk dalam hal zakat dan sedekah. “Bulan Ramadhan bukan hanya soal ibadah puasa dan shalat, tapi juga menjadi waktu di mana masyarakat lebih banyak berzakat, berinfak, dan bersedekah. Jangan sampai pengumpulan kita rendah, sementara potensi donasi sangat besar,” ujarnya. Guna mengoptimalkan penghimpunan, BAZNAS menyiapkan strategi layanan yang lebih mudah dan cepat, seperti memperluas jaringan gerai ZIS, bekerja sama dengan perusahaan ritel dan komunitas, serta menggelar berbagai event dan program penggalangan dana kreatif. "Selain itu, program zakat istana dan layanan jemput zakat juga difasilitasi guna memudahkan masyarakat menyalurkan ZIS melalui BAZNAS," tambahnya. "Sementara itu, pada kanal digital diperkuat melalui pembayaran via e-wallet, transfer bank, dan marketplace agar lebih mudah diakses oleh para muzaki," kata Nadratuzzaman Selain itu, pendekatan penghimpunan off balance sheet juga dimaksimalkan dengan menggandeng masjid, yayasan, dan komunitas agar dana zakat dari berbagai sumber dapat terkelola secara lebih optimal. “Pendekatan ini sangat penting karena banyak donasi yang sebenarnya bisa dihimpun dari sumber-sumber tersebut jika dikelola dengan baik,” pungkasnya Sementara itu, Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan, menyoroti pentingnya kecepatan dan kemudahan dalam layanan penghimpunan ZIS. “Kami ingin memastikan donasi bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Apalagi, puncak penghimpunan terjadi di 10 hari terakhir Ramadhan, sehingga kita harus siap dengan berbagai kanal,” jelasnya. BAZNAS juga telah menyusun strategi komunikasi yang agresif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan ZIS. Kampanye Above The Line (ATL) dilakukan melalui media sosial, televisi, radio, dan billboard, sedangkan kampanye Below The Line (BTL) memanfaatkan WhatsApp, SMS, dan email sebagai sarana edukasi dan ajakan. Fitriansyah optimistis bahwa dengan strategi yang telah dirancang, BAZNAS mampu mencapai target penghimpunan ZIS untuk Ramadhan 2025. “Dengan strategi yang telah dipaparkan, kami optimistis, BAZNAS dapat mencapai target fundraising Ramadhan tahun 2025. Dengan demikian, BAZNAS dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya selama Bulan Ramadhan,” ungkap Fitriansyah.
BERITA12/02/2025 | Kontributor: Ilham Syah Editor: Pu3
ZMart Kalteng Berkah Pak Tri Berkembang dengan Manajemen Warung
ZMart Kalteng Berkah Pak Tri Berkembang dengan Manajemen Warung
PALANGKA RAYA - Usaha warung sembako yang dilakoni menjadi sumber penghasilan utama keluarga Tri Waluyo. Melalui program ZMart Kalteng Berkah, perkembangan usaha mulai dirasakan. Semangat untuk berusaha pun semakin besar. "Alhamdulillah sejak nenjalankan Program ZMart Kalteng Berkah, manajemen warung saya kini jauh lebih baik dari sebelumnya," ucap pria yang akrab disapa Pak Tri. Warga Jalan Hiu Putih Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalteng, ini merupakan salah satu penerima Program ZMArt Kalteng Berkah yang aktif mengikuti pertemuan untuk pendampingan program. Selain bantuan modal dan pembenahan tempat usaha, setiap bulan para penerima manfaat dari ZMart Kalteng Berkah rutin menggelar pertemuan untuk arahan manajemen usaha. Dengan begitu, diharapkan para mustahik penerima bisa mengembangkan usaha menjadi lebih baik. Pak Tri mengaku, dirinya juga mendapat manfaat yang luar biasa setelah mengikuti pendampingan program yang dilakukan. "Memang setiap kali pertemuan kami diminta catatan penghasilan dan belanja, tapi ini justru mengajarkan kita tertib administrasi dan manajemen dalam memantau perkembangan usaha yang dijalankan," kata dia. Setiap minggu, Pak Tri berbelanja 2-3 kali untuk memenuhi kebutuhan barang yang dijual. Dengan pencatatan rutin, dirasakan sangat membantu. Beberapa produk yang cukup diminati oleh pembeli di wilayahnya antara lain telur, mi instan, dan persabunan. Warung Pak Tri bahkan menjadi primadona di sekitar tempat tinggalnya karena menjadi rujukan warga sekitar yang menjadi pelanggan. ZMart Kalteng Berkah merupakan program pemberdayaan ekonomi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berupa usaha ritel mikro yang diberikan kepada mustahik dalam upaya meningkatkan kapasitas dan eksistensi usahanya. Selain mengatasi kemiskinan di wilayah perkotaan, program ZMart Kalteng Berkah juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan mustahik dengan kemandirian. Di Kalimantan Tengah, program ini mulai dilaksanakan sejak Agustus 2024 kepada 50 penerima program di Kota Palangka Raya. Untuk memastikan program berjalan, BAZNAS juga menyediakan petugas pendamping bagi penerima manfaat dan terus melakukan pemantauan kegiatan usaha melalui pertemuan rutin. "Selain berjualan retail, warung kami juga kerap menjadi tempat bersantai para pembeli sambil menikmati kopi, teh, atau mi seduh," ujar Pak Tri.
BERITA05/02/2025 | Humas
Ubi Coklat Lumer Berkembang Setelah Dapat Kucuran BAZNAS Microfinance
Ubi Coklat Lumer Berkembang Setelah Dapat Kucuran BAZNAS Microfinance
PALANGKA RAYA – Ketika banyak anak muda lebih suka menghabiskan waktu untuk santai di kafe atau lainnya, Karmila Sari justru memilih merintis usaha. Melalui program BAZNAS Microfinance, gadis ini merasakan keberkahan dengan usahanya yang mulai berkembang. Dengan branding Ubi Coklat Lumer by Karmelasare, sudah dua hari ini Karmila secara resmi telah membuka cabang usahanya di kawasan Jalan G Obos Palangka Raya, Kalimantan Tengah. “Alhamdulillah, setelah mendapatkan tambahan modal melalui program dari BAZNAS Microfinance, usaha saya semakin berkembang. Kuncinya berani mencoba dan tak takut gagal,” kata Karmila, Kamis (23/1/2025). Usahawan muda ini menuturkan, perlu enam tahun bagi dirinya untuk merintis usaha produk makanan kekinian yang dikelolanya supaya bisa berkembang seperti sekarang. Selain waktu itu kesulitan dalam permodalan, dia juga belum memiliki lokasi strategis. Karmila mendapatkan bantuan modal melalui BAZNAS Microfinance di BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah pada Oktober 2024. Saat itu, dia telah memulai usaha dengan membuka gerai Ubi Coklat Lumer dengan menyewa tempat di depan sebuah toko retail yang berada di kawasan Jalan Tjilik Riwut Palangka Raya. Melalui bantuan modal usaha dari BAZNAS Microfinance itu pula, warga Jalan Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, ini kemudian memiliki peluang untuk menambah varian rasa produk olahan ubi yang dibuat. “Target dalam sehari 50 porsi. Alhamdulillah dikasihnya lebih dari target,” kata dia. BAZNAS Microfinance merupakan program pemberdayaan mikro yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan taraf hidupnya. Di BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah, program BAZNAS Microfinance telah dijalankan sejak Januari 2024. Dengan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah melalui program yang tertencana serta terarah, kebermanfaatannya diharapkan dapat membantu meningkatkan ekonomi mustahik sehingga dapat mandiri. Selain di Kota Palangka Raya, Karmila menyatakan juga sedang memikirkan pengembangan usahanya ke luar daerah. Kota Banjarbaru dan Martapura di Kalimantan Selatan menjadi lokasi yang dipilih. Karmila juga tidak merasakan kesulitan karena produk Ubi Coklat Lumer menggunakan bahan baku lokal sehingga mudah didapat. Saat ini, dia juga sedang mencari karyawan tambahan untuk gerai baru yang dikelolanya. “Keberkahan yang saya terima dari program BAZNAS Microfinance sangat saya rasakan. Terima kasih muzaki, terima kasih BAZNAS,” kata Karmila yang tahun ini bertekad menyisihkan rezekinya untuk berangkat umroh bersama ibu dan bapaknya.
BERITA23/01/2025 | Humas
Purwanti Makin Tangguh dengan Program ZMart Kalteng Berkah
Purwanti Makin Tangguh dengan Program ZMart Kalteng Berkah
PALANGKA RAYA - Sabar dan tak takut kerja keras. Inilah prinsip hidup Purwanti, salah seorang penerima program ZMart Kalteng Berkah di Kota Palangka Raya. Purwanti merupakan salah seorang sosok tangguh pejuang halal yang kali ini dihadirkan. Perempuan warga Jalan Pilau, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalteng, ini tetap semangat menghadapi hidup. "Alhamdulillah sejak menerima dan menjalankan program ZMart Kalteng Berkah, pendapatan cenderung meningkat karena varian barang jualan juga bertambah," tutur Purwanti. Berdasarkan evaluasi bulanan, selama Desember 2024 Purwanti berhasil meningkatkan penghasilan harian dengan omzet mencapai Rp200 ribu. Meski keuntungan tidak seberapa, namun bagi Purwanti hasil penjualan itu cukup untuk membiayai kebutuhan harian selain kembali digunakan untuk membeli barang. Perempuan berusia 58 tahun ini juga mengaku tetap bersemangat karena harus menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Menjadi orangtua tunggal bagi satu anak, Purwanti juga harus menghidupi salah seorang keluarganya yang ikut menumpang di rumah. "Warung mulai buka sekitar pukul 06.00 WIB sampai sore. Kalau malam, saya istirahat karena habis subuh juga harus bekerja sebagai penyapu kantor," katanya. Dengan jadwal harian yang cukup padat, Purwanti mengandalkan pembelian barang dari sales distributor yang secara langsung datang 3-4 kali dalam seminggu ke warung tempatnya berjualan. “Program ZMart Kalteng Berkah ini membantu saya menambah varian barang jualan yang sebelumnya tidak pernah ada di warung. Selain itu juga ada pendampingan dari BAZNAS dengan materi-materi yang sangat bermanfaat untuk usaha,” ujar Purwanti. ZMart merupakan program pemberdayaan ekonomi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berupa usaha ritel mikro yang diberikan kepada mustahik dalam upaya meningkatkan kapasitas dan eksistensi usahanya. Selain mengatasi kemiskinan di wilayah perkotaan, program ZMart juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan mustahik dengan kemandirian. Di Kalimantan Tengah, program ini mulai dilaksanakan sejak Agustus 2024 kepada 50 penerima program di Kota Palangka Raya. Untuk memastikan program berjalan, BAZNAS juga menyediakan petugas pendamping bagi penerima manfaat dan terus melakukan pemantauan kegiatan usaha melalui pertemuan rutin.
BERITA23/01/2025 | Humas
BAZNAS Bersama Wamenlu RI Bahas Strategi Pengiriman Bantuan untuk Palestina di Tengah Gencatan Senjata
BAZNAS Bersama Wamenlu RI Bahas Strategi Pengiriman Bantuan untuk Palestina di Tengah Gencatan Senjata
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengadakan pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Anis Matta, untuk membahas strategi penyaluran bantuan kemanusiaan bagi Palestina. Pertemuan ini dilakukan setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Palestina dan Israel. Dalam kesempatan itu, BAZNAS menyampaikan bahwa mereka telah menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp120 miliar untuk rakyat Palestina. Bantuan ini telah menjangkau 407.350 penerima manfaat dan terus bertambah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan bahwa BAZNAS siap mendukung rekonstruksi di Palestina dengan membangun fasilitas seperti Rumah Sakit Indonesia, masjid, dan sekolah. "Kami berencana mendukung rekonstruksi di Palestina dengan membangun rumah sakit Indonesia, masjid, dan sekolah. Kamu berharap, Bapak Presiden dan Menteri Luar Negeri dapat melakukan peletakan batu pertama sebagai simbol solidaritas bangsa Indonesia," ujar Kiai Noor Di jakarta beberapa waktu lalu. Kiai Noor menegaskan komitmen BAZNAS sebagai penghubung antara masyarakat Indonesia dan warga Palestina melalui kerjasama dengan mitra internasional, strategi penyaluran yang disesuaikan, serta pemanfaatan teknologi. “Dalam menyalurkan amanah donasi kepada masyarakat di Palestina, BAZNAS menyalurkan melalui beberapa jalur-jalur distribusi yang aman, cepat, dan tepat sasaran setidaknya melalui e metode diantaranya penyaluran langsung, penyaluran melalui mitra non-palestina, dan penyaluran melalui mitra lokal Gaza," ucap Kiai Noor. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kepercayaan dan keperdulian yang telah diberikan. Semoga Allah SWT membalas kebaikan ini dengan keberkahan yang berlipat ganda, serta menjadikan amal ini sebagai penolong kita di dunia dan akhirat," katanya. Sementar itu, Wamenlu RI, Anis Matta, menyebut gencatan senjata di Gaza sebagai momentum tepat untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan kemanusiaan agar rakyat Palestina tetap bertahan dalam perjuangan kemerdekaan mereka. “Saya bersyukur Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) segera merespons undangan untuk membahas sinergi penyaluran bantuan kemanusiaan dari Indonesia ke Palestina agar lebih efektif dan terkoordinasi baik". Anis juga memberikan apresiasi kepada BAZNAS dan MUI yang konsisten menjadi penghubung bantuan kemanusiaan dari Indonesia. "Terima kasih kepada Ketua BAZNAS Bapak Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA, dan Wakil Ketua MUI Dr. KH Marsudi Syuhud, MM, yang hadir langsung dalam pertemuan tadi," ucapnya. Selain itu, pertemuan ini turut dihadiri oleh Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH Acmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM; Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM; Deputi I H. Arifin Purwakananta; Deputi II Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; Direktur Timur Tengah Ahrul Tsani; Direktur HAMK Indah Nuria Savitri; serta Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI Drs. Bunyan Saptomo, M.A.
BERITA22/01/2025 | Kontributor : Amat Setiawan Editor: Ayu Rachmaningtyas
BAZNAS Kabupaten Siak Salurkan Bantuan Kemanusiaan Palestina Tahap Tiga Melalui BAZNAS RI
BAZNAS Kabupaten Siak Salurkan Bantuan Kemanusiaan Palestina Tahap Tiga Melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menerima penyaluran infak kemanusiaan tahap ketiga dari BAZNAS Kabupaten Siak sebesar Rp200 juta. Bantuan kemanusiaan ini merupakan kontribusi ketiga dari masyarakat Siak, yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Siak dengan total nilai mencapai Rp2.570.650.000, dan diteruskan melalui BAZNAS RI untuk mendukung rakyat Palestina. Penyerahan simbolis bantuan dilakukan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Siak, H. Simparis Bin Tantan, kepada Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, di Gedung BAZNAS RI beberapa waktu lalu. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas kepedulian masyarakat dan BAZNAS Kabupaten Siak terhadap masyarakat Palestina. “Kami ucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Siak yang kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan Palestina melalui BAZNAS RI sebesar Rp200 juta,” ujar Kiai Noor. Beliau juga menyampaikan rasa syukur kepada seluruh masyarakat Kabupaten Siak atas kedermawanan mereka yang terus memberikan dukungan bagi saudara-saudara di Palestina. “Sehingga BAZNAS Kabupaten Siak telah mampu memberikan infak kemanusiaan Palestina untuk ketiga kalinya melalui BAZNAS RI,” tambahnya. Kiai Noor menekankan bahwa BAZNAS RI terus berupaya menyalurkan infak kemanusiaan ini agar dapat meringankan penderitaan rakyat Palestina. "Insya Allah, jika ada tanda-tanda gencatan senjata, BAZNAS akan segera fokus memberikan bantuan untuk rekonstruksi Rumah Sakit Indonesia, masjid, dan sekolah," ungkapnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Siak, H. Simparis Bin Tantan, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud dukungan dan solidaritas masyarakat Kabupaten Siak terhadap rakyat Palestina. "Alhamdulillah, hari ini kami menyalurkan bantuan untuk saudara kita di Palestina senilai Rp200 juta. Sebelumnya, bersama Pak Bupati, kami telah menyalurkan Rp1,3 miliar, dan pada tahap kedua Rp1,2 miliar," jelasnya. "Sehingga total keseluruhan bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS RI mencapai Rp2,5 miliar," tambahnya. Ia berharap bantuan dari masyarakat Siak ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Palestina yang membutuhkan. "Semoga ini menjadi amal jariah bagi kita semua dan dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina," pungkasnya.(Sumber: BAZNAS RI)
BERITA19/01/2025 | Kontri : Nadia Editor : NOV
Halimah Bisa Pindah Tempat Usaha dengan Modal dari BAZNAS Microfinance
Halimah Bisa Pindah Tempat Usaha dengan Modal dari BAZNAS Microfinance
PALANGKA RAYA – Menjadi orangtua tunggal bagi tiga anak harus dilakoni Halimah. Namun semangatnya yang gigih serta tangguh dalam berusaha, menjadikan perempuan berusia 48 tahun ini patut menjadi teladan yang menginspirasi. Setelah suaminya meninggal dunia sejak beberapa tahun silam, warga Gang Bersama Jalan Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, ini tetap semangat. Meski dalam keterbatasan, dia bertekad anak-anaknya harus tetap sekolah bahkan kini sudah ada yang berhasil meraih gelar sarjana. “Alhamdulillah, sebelumnya sempat kekurangan dana untuk biaya anak masuk sekolah sampai harus mencari dana talangan, kini sudah bisa dibayarkan,” tutur Halimah, Kamis (16/1/2025). Sehari-hari, Halimah menjalankan usaha berjualan mi basah, gorengan, dan aneka kue khas banjar di depan rumahnya. Namun karena berada di Kawasan kompleks permukiman, sebagian besar pelanggan hanya dari kawasan sekitar tempat tinggalnya di Gang Bersama. Halimah merupakan salah satu dari penerima manfaat dari Program BAZNAS Microfinance. Pada Januari 2024, dia mengajukan pinjaman modal tanpa bunga yang dijalankan di BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah. Dari pinjaman modal usaha Rp2,5 juta dari BAZNAS Microfinance, Halimah kemudian mencoba membuka peluang lebih besar dengan menyewa tempat usaha di kawasan Pasar Kahayan Palangka Raya. Hasilnya, pendapatan pun cenderung meningkat dengan omzet harian mencapai Rp450 ribu dari sebelumnya berkisar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. “Dengan modal usaha yang tersisa dari sewa tempat, pembelian bahan juga bisa lebih banyak sehingga belanja modal juga bisa ditekan. Selain itu, saya tidak harus setiap hari berbelanja ke pasar besar sehingga waktu lebih efektif,” terang Halimah. BAZNAS Microfinance merupakan program dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang bertujuan membantuk masyarakat dalam mengembangkan usaha mikro. Program ini menggunakan dana zakat untuk memberikan tambahan permodalan usaha kepada masyarakat yang membutuhkan. Setahun sejak mulai dibuka pada Januari 2024 sampai Desember 2024 di BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah, program ini telah menyalurkan dana usaha pinjaman untuk usaha mikro kepada 379 penerima manfaat dengan total Rp992.500.000. Halimah menyatakan sangat terbantu dengan adanya Program BAZNAS Microfinance. Selain pinjaman tanpa bunga dengan masa tenor sampai 12 bulan, dia juga merasakan keberkahan dalam usaha yang dikelolanya. "Alhamdulillah, sedikit-sedikit saya bisa menabung selain pendapatan juga untuk kebutuhan harian," kata Halimah semringah.
BERITA16/01/2025 | Humas
Makin Berdaya dengan Program ZMart Kalteng Berkah, Sumekar: Bikin Pelanggan Nyaman
Makin Berdaya dengan Program ZMart Kalteng Berkah, Sumekar: Bikin Pelanggan Nyaman
PALANGKA RAYA – Beberapa bulan mengikuti pendampingan dan menerima program ZMart Kalteng Berkah dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), perubahan dirasakan Muhammad Sumekar. Antara lain pendapatan keluarganya yang kini semakin meningkat. Pria warga Jalan Panglima Batur, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalteng, ini mengaku sudah mulai lebih berdaya dengan usaha warung kecil yang dikelolanya. “Selain untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga, keuntungan dari usaha juga bisa membayar beberapa cicilan dan menambah modal usaha. Alhamdulillah bisa lebih berkembang,” kata Sumekar. Dalam menjalankan usaha yang menjadi tulang punggung keluarganya, pria 56 tahun yang memiliki satu putra ini tak kikir untuk berbagi tips dalam memberikan pelayanan. Selain ketersediaan stok barang yang dijual, sikap ramah kepada pelanggan juga menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Sikap ramah dimaksud bisa sekadar bertanya tentang kabar kepada pelanggan dan mengajak mereka berbincang ringan. Melalui cara ini, rasa kekeluargaan sekaligus silaturahmi dengan pelanggan bisa terjalin. “Kenyamanan dan rasa kekeluargaan ini yang penting untuk dijalin. Apalagi pelanggan tetap yang sering belanja juga kebanyakan tetangga sekitar sini,” kata dia. Sumekar juga selalu memperhatikan ketersediaan stok barang di warungnya. Itu pula yang membuatnya setiap hari pergi berbelanja berbagai barang agar stok selalu tersedia. ZMart merupakan program pemberdayaan ekonomi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berupa usaha ritel mikro yang diberikan kepada mustahik dalam upaya meningkatkan kapasitas dan eksistensi usahanya. Selain mengatasi kemiskinan di wilayah perkotaan, program ZMart juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan mustahik dengan kemandirian. Di Kalimantan Tengah, program ini mulai dilaksanakan sejak Agustus 2024 untuk 50 penerima program di Kota Palangka Raya. Untuk memastikan program berjalan, BAZNAS juga menyediakan petugas pendamping bagi penerima manfaat dan terus melakukan pemantauan kegiatan usaha melalui pertemuan rutin. Dalam mengelola tempat usahanya, Sumekar mulai buka sejak pukul 05.30 WIB sampai sekitar pukul 21.00 WIB. Omzet harian diperhitungkan mencapai Rp400 ribu. “Setiap hari warung buka untuk melayani pelanggan, kecuali jika ada hal yang mendesak dan memaksa kami harus libur,” terang Sumekar.
BERITA14/01/2025 | Humas
Berkah Zakat BAZNAS, 5 Keluarga di Lampung Selatan Kini Punya Rumah Impian
Berkah Zakat BAZNAS, 5 Keluarga di Lampung Selatan Kini Punya Rumah Impian
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyelesaikan program perbaikan rumah tidak layak huni untuk lima keluarga mustahik di Kabupaten Lampung Selatan. Program ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS RI dengan BAZNAS Kabupaten Lampung Selatan. Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Abdul Jamal, warga Desa Kemukus, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Rumahnya yang semula dalam kondisi memprihatinkan kini telah berubah menjadi hunian yang layak dengan lantai yang sudah diplester, dinding yang kokoh, serta atap yang tidak bocor. "Alhamdulillah, sekarang rumah sudah bersih dan layak untuk ditinggali bersama keluarga. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan ini," ungkap Abdul Jamal dengan penuh kebahagiaan saat melihat rumahnya yang telah direnovasi. Program perbaikan rumah ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan mustahik melalui penyediaan tempat tinggal yang layak. Selain perbaikan fisik bangunan, program ini juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat dengan menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman. Transformasi rumah Abdul Jamal menunjukkan perubahan signifikan, dari kondisi atap yang rusak dan dinding yang rapuh, kini telah berubah menjadi bangunan kokoh dengan interior yang lebih nyaman. Perubahan ini memberikan dampak positif bagi kehidupan sehari-hari keluarganya. Program Rumah Layak Huni ini menjadi bukti nyata peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat, khususnya bagi para mustahik yang membutuhkan bantuan untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak. Melalui program ini, diharapkan para penerima manfaat dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermartabat.
BERITA13/01/2025 | Kontributor : Anita Editor : Ayu
Sahabat BAZNAS jangan sia-siakan kesempatan untuk memperbaiki diri dibulan yang penuh berkah
Sahabat BAZNAS jangan sia-siakan kesempatan untuk memperbaiki diri dibulan yang penuh berkah
Sahabat BAZNAS jangan sia-siakan kesempatan untuk memperbaiki diri dibulan yang penuh berkah. Yuks perbanyak ibadah dibulan Rajab
BERITA31/12/2024 | Humas
Omzet Guru Ngaji Ini Naik Drastis Berkat Program ZMart Kalteng Berkah
Omzet Guru Ngaji Ini Naik Drastis Berkat Program ZMart Kalteng Berkah
PALANGKA RAYA - Beberapa bulan menjalankan program ZMart Kalteng Berkah dan rutin mengikuti pendampingan, Antung Marhamah kini merasakan perkembangan dari hasil usaha yang dikelolanya. Warga Jalan Sakan VIII, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, ini menjadikan kepuasan dan kenyamanan pelanggan dalam berbelanja sebagai satu hal yang menjadi perhatian khusus. "Alhamdulillah omzet penjualan harian stabil. Caranya dengan belanja ke distributor setiap hari, sehingga bahan kebutuhan pelanggan bisa segera disediakan," kata Antung Marhamah. Bagi sebagian pedagang, belanja bahan kebutuhan untuk warung setiap hari mungkin ribet. Namun bagi Antung Marhamah, hal itu justru menjadi tantangan demi kenyamanan dan kepuasan pelanggan. Diceritakan, omzet harian Antung saat ini sebesar Rp250 ribu dan selanjutnya di belanja barang bekisar Rp150 ribu sampai Rp 200 ribu. "Selebihnya, keuntungan digunakan bagi biaya kebutuhan harian termasuk untuk menabung dan menambah modal usaha," kata dia. Selain memenuhi barang kebutuhan pelanggan secara harian, Antung juga menyisihkan waktu sambil berjualan dengan mengajar mengaji Al-Qur'an terhadap sejumlah anak di sekitar tempat tinggalnya. Ternyata aktivitasnya juga memberikan keberkahan tersendiri, karena peluang dalam berusaha semakin terbuka dengan menambah jualan piscok dan pentol pedas. "Ini tidak lepas dari manajemen keuangan yang diatur dan diajarkan melalui program pendampingan ZMart Kalteng Berkah," timpal dia.
BERITA31/12/2024 | Humas
Peringkat Ke- Tiga, BAZNAS RI Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024
Peringkat Ke- Tiga, BAZNAS RI Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meraih "Predikat Informatif" pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024 menduduki peringkat ketiga dengan nilai 97,38. Penghargaan ini diterima oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA, dalam acara yang diselenggarakan Komisi Informasi Pusat (KI Pusat) di Jakarta. Menurutnya, pencapaian ini melanjutkan keberhasilan tahun lalu, di mana pada 2023 BAZNAS untuk pertama kalinya mendapatkan Predikat Informatif dengan nilai 94,21, dan menempati peringkat keempat dalam kategori yang sama. "Alhamdulillah, tahun ini BAZNAS kembali mendapat Predikat Informatif untuk yang kedua kalinya. Kami mengucapkan terima kasih kepada Komisi Informasi Pusat atas penghargaan ini. Jika sebelumnya kami berada di peringkat keempat, kini alhamdulillah naik ke posisi ketiga. Semoga di masa mendatang kami bisa mencapai hasil yang lebih baik," ungkap Noor Achmad. Kiai Noor menekankan seluruh amilin dan amilat BAZNAS bekerja keras untuk menjaga amanah para muzaki dan memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga ini. "Penghargaan ini adalah wujud nyata atas dedikasi BAZNAS dalam membangun kepercayaan masyarakat," tambahnya. Kiai Noor menjelaskan, pengelolaan dana zakat membutuhkan tingkat akuntabilitas yang tinggi. Zakat, infak, dan sedekah yang diterima dari para muzaki harus dikelola secara transparan agar bisa disalurkan secara tepat dan berdaya guna, sehingga kepercayaan masyarakat dapat terus terjaga. Selain itu, BAZNAS secara konsisten meningkatkan kesadaran dan kinerja semua pihak di lingkup lembaga untuk memahami pentingnya keterbukaan informasi publik. "Penghargaan ini akan menjadi pendorong bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat," tutup Noor.
BERITA27/12/2024 | KONTRI : RIPALDI, EDITOR : AYU
Terima Program RLH BAZNAS, Mbah Ani Berencana Undang Ibu-ibu Pengajian
Terima Program RLH BAZNAS, Mbah Ani Berencana Undang Ibu-ibu Pengajian
PALANGKA RAYA - Senyum bahagia terpancar di wajah Mariani (76). Ini ketika pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (19/12/2024), melakukan kunjungan ke tempat tinggalnya Ditemui di Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, perempuan yang akrab disapa Mbah Ani tiada henti-hentinya menyampaikan ucapan terima kasih. "Terima kasih para muzaki yang telah membantu perbaiki rumah saya sehingga menjadi rumah layak huni. Terima kasih juga BAZNAS," ucap Mbah Ani. Mbah Ani merupakan salah satu dari penerima program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Sejak sekitar 2 minggu terakhir dia juga sempat pindah tidur karena rumahnya sedang direnovasi total. "Lantai rumahnya baru disemen. Jadi baru malam ini saya akan mulai tidur di sini. Alhamdulillah, pekerjaannya rapi dan bahan-bahannya kokoh," kata Mbah Ani. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja pembuat batu bata merah ini mengaku sebelumnya selalu khawatir karena tempat tinggalnya yang telah reyot, sewaktu-waktu bisa ambruk. Apalagi kalau hujan, atapnya juga banyak yang bocor. Bagian tengah rumah, selama bertahun-tahun sempat dipasang kayu sebagai tongkat untuk mencegah kuda-kuda atap yang telah lentur menjadi patah. "Waktu itu, kalau angin kencang saya selalu takut atapnya runtuh," kenang Mbah Ani. Kini dengan rumah berukuran 6x7 meter dan dibangun dengan bahan yang kokoh secara permanen, Mbah Ani merasa jauh lebih tenang. Bahkan karena juga lebih lapang, dia berencana sesekali akan menggelar pengajian dengan mengundang ibu-ibu jemaah di masjid dekat tempat tinggalnya. Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Mustain Khaitami, menyatakan RLHB merupakan salah satu program unggulan BAZNAS dalam upaya turut menyediakan hunian yang layak dan sehat bagi mustahik. "Tentu saja, program RLHB ini dapat terlaksana berkat dukungan banyak pihak, termasuk dari para agniya dan orang-orang baik yang telah menitipkan zakat, infak, maupun sedekahnya melalui BAZNAS," kata Khaitami.
BERITA19/12/2024 | Humas
Inovasi Silase BAZNAS Dongkrak Kesejahteraan  Peternak Desa Somosari
Inovasi Silase BAZNAS Dongkrak Kesejahteraan Peternak Desa Somosari
BAZNAS bersama Yayasan Chamim Abdul Rasyid membawa angin segar bagi para peternak di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara. Melalui inovasi pakan silase dan program pengobatan domba, kini kesejahteraan para peternak mulai meningkat secara signifikan. Bagi peternak kecil seperti Surya, tantangan utama yang sering dihadapi adalah ketersediaan pakan ternak, terutama saat musim kemarau. “Sebelumnya kami sering kesulitan menyediakan pakan untuk domba-domba kami. Kalau pakan kurang, ternak jadi kurus, sulit dijual, dan pendapatan berkurang. Ini jadi masalah lama yang belum ada solusinya,” cerita Surya. Namun, harapan itu mulai muncul ketika BAZNAS hadir memberikan pendampingan melalui program inovasi silase. Silase adalah metode fermentasi pakan hijauan yang dapat diawetkan dalam jangka panjang tanpa kehilangan kandungan nutrisinya. Dengan metode ini, peternak Desa Somosari kini mampu menjaga ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun, bahkan di musim sulit sekalipun. Program ini tidak hanya berfokus pada pembuatan pakan silase saja. BAZNAS juga memberikan pendampingan berupa pelatihan, pembinaan, serta akses untuk perawatan kesehatan domba. Hasilnya, sebanyak 151 ekor ternak domba kini terawat optimal. Domba yang sehat dan tumbuh dengan baik pun memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan para peternak. “Setelah menggunakan silase, domba-domba kami lebih sehat dan gemuk. Pakan ini juga lebih hemat waktu dan tenaga, karena bisa disimpan lama. Sekarang, penghasilan kami lebih stabil dan tidak harus bingung cari pakan lagi,” tambah Surya. Tak hanya Surya, peternak lainnya di Somosari turut merasakan manfaat yang sama. Kesejahteraan masyarakat pun mulai meningkat seiring dengan produktivitas yang membaik. Keberadaan BAZNAS sebagai fasilitator benar-benar menjadi titik balik yang diharapkan para peternak. Program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mengangkat mustahik agar dapat mandiri dan berkembang. Melalui inovasi dan pendampingan berkelanjutan, BAZNAS memastikan para peternak tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki usaha yang produktif dan berkelanjutan. Kepala Program Pemberdayaan BAZNAS menyampaikan bahwa upaya ini adalah langkah konkret untuk mendorong peningkatan ekonomi desa. “Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain yang memiliki potensi peternakan. Dengan inovasi sederhana seperti silase, para peternak bisa menjaga produktivitas ternak sekaligus meningkatkan pendapatan mereka,” ujarnya. Keberhasilan inovasi silase di Desa Somosari membuktikan bahwa sinergi antara teknologi sederhana dan pendampingan yang tepat mampu memberikan perubahan besar. Kini, para peternak di Somosari memiliki harapan baru untuk kehidupan yang lebih sejahtera, berkat peran aktif BAZNAS dan dukungan berbagai pihak.(Sumber : BAZNAS RI)
BERITA17/12/2024 | kontri : Amalia, Editor : Pu3
BAZNAS RI Distribusikan 1.710 Paket ZChicken bagi Penyintas Kebakaran di Kemayoran
BAZNAS RI Distribusikan 1.710 Paket ZChicken bagi Penyintas Kebakaran di Kemayoran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 1.710 paket ZChicken kepada penyintas kebakaran di wilayah Kemayoran Gempol, RT 002/005, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2024). Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan MA menyatakan bahwa BAZNAS telah mendistribusikan nasi ayam goreng krispi ZChicken sebagai bentuk sajian bergizi bagi para korban kebakaran di Kemayoran. "Bantuan ini merupakan upaya kami untuk membantu memenuhi asupan gizi masyarakat penyintas kebakaran," ujar Saidah dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta. Menurut Saidah, paket makanan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban mereka dalam situasi yang sulit ini. “Bantuan yang diberikan ini sangat multimanfaat, karena banyak pihak yang mendapatkan manfaatnya. Selain penyintas kebakaran yang menerima bantuan makanan siap saji, manfaatnya juga dirasakan oleh para mustahik binaan BAZNAS yang mendapat dukungan dari program ZChicken,” kata Saidah. Saidah menyatakan bahwa BAZNAS akan terus berupaya memberikan bantuan yang diperlukan oleh penyintas kebakaran di Kemayoran. "Saat ini, BAZNAS juga bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan pendataan menyeluruh di posko pengungsian. Pendataan ini penting untuk memastikan bahwa seluruh bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan para korban," jelasnya. Selain distribusi makanan, lanjut Saidah, BAZNAS juga melakukan proses verifikasi untuk memberikan bantuan sewa hunian sementara kepada penyintas yang membutuhkan. "Langkah ini diambil agar para korban kebakaran dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak selama masa pemulihan," tuturnya. BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, terutama dalam situasi darurat seperti ini. "Semoga langkah ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para penyintas dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berbuat kebaikan," ucapnya.(Sumber: BAZNAS RI)
BERITA15/12/2024 | KONTRI : NIKITA, EDITOR : NOVAN
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Tengah.

Lihat Daftar Rekening →