WhatsApp Icon
BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Salurkan Paket Ramadhan Bahagia untuk Pegawai Outsourcing Setda

Palangka Raya — BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui program sosial keagamaan di bulan suci Ramadhan. Kali ini, bantuan berupa Paket Ramadhan Bahagia disalurkan kepada pegawai outsourcing di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kalimantan Tengah.

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua I, Drs. H. Tuaini Ismail, M.Ag, serta Wakil Ketua II, Mustain Khaitami, S.Ag. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian BAZNAS terhadap para pegawai outsourcing yang memiliki peran penting dalam mendukung operasional pemerintahan.

Dalam sambutannya, Mustain Khaitami menyampaikan bahwa program Paket Ramadhan Bahagia merupakan bagian dari upaya untuk menghadirkan kebahagiaan dan meringankan beban masyarakat, khususnya di bulan penuh berkah ini. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok penerima manfaat selama Ramadhan.

“Melalui program ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan memastikan bahwa saudara-saudara kita, khususnya pegawai outsourcing, juga dapat merasakan keberkahan Ramadhan dengan lebih baik,” ujar Mustain Khaitami.

Para penerima bantuan menyambut baik program ini dan mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan. Bantuan ini dinilai sangat membantu, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama bulan Ramadhan.

BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya memperluas jangkauan program-programnya agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun. Program ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di momen Ramadhan yang penuh berkah.

16/03/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Kalteng Sebar 150 Paket Fidyah Bagi Korban Kebakaran

BAZNAS Kalteng Sebar 150 Paket Fidyah Bagi Korban Kebakaran

PALANGKARAYA - Langkah strategis dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah dalam membantu korban kebakaran di kawasan Jalan Murjani, Gang Sukamaju, Kelurahan Pahandut, Palangka Raya.

Melalui pendayagunaan dana fidyah yang terhimpun beberapa hari menjelang Idulfitri, Jumat (13/3/2026), BAZNAS Kalteng kembali turun ke lokasi untuk mendistribusikan iftar atau makanan berbuka bagi para korban kebakaran dan keluarganya.

"Ada 150 paket makanan yang dibagikan kepada para warga terdampak kebakaran. Ini dikelola dari dana fidyah," jelas Ketua BAZNAS Kalteng Hj. Saidah.

Berdasarkan data, sebanyak 127 jiwa dari 36 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa kebakaran di Gang Sukamaju. Itu setelah tempat tinggal mereka termasuk barak, luluh lantak diamuk si jago merah.

Sebelumnya pada Kamis (12/3/2026), BAZNAS Kalteng juga telah mendistribusikan 36 paket sembako bagi 36 kepala keluarga yang terdampak dalam kebakaran tersebut. 

Penyerahan langsung dilakukan di Masjid Al Aqsho yang sementara beralih fungsi sebagai posko induk bencana.

Selain menghimpun dana zakat, infak, sedekah (ZIS), BAZNAS juga mengelola Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) dari masyarakat yang antara lain bersumber dari pembayaran fidyah, kurban online, maupun lainnya.

Dari dana tersebut kemudian diberdayakan dalam bentuk program pendistribusian, seperti Fidyah Tebar Berkah, paket kemasan hewan kurban untuk program pencegahan stunting, atau lainnya.

"Pada dasarnya, dana yang dititipkan melalui BAZNAS akan dikelola secara terencana dan terarah sehingga kemaslahatannya bisa lebih luas. Yang terpenting, prinsi Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI tetap menjadi perhatian kami," kata Saidah. 

13/03/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH SOSIALISASIKAN KEPUTUSAN KETUA BAZNAS RI

Pimpinan Baznas Provinsi Kalimantan Tengah melakukan sosialisasi Keputusan Ketua Baznas RI Nomor 15 Tahun 2026 Tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026 di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah. (3/03/2026). Hadir dari unsur Pimpinan Baznas Ketua Hj. Saidah M.Hut Wakil Ketua Bidang Pengumpulan H.Tuani, M.Ag, Wakil Ketua bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan Dr.H.Sugiyanto, M.Pd dan Wakil Ketua bidang Kesekretariatan, SDM dan Umum Muh.Efendi, SE.,MM. Rombongan diterima secara langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah Sri Widarnani, S.IP.,M.Si.

Dalam sambutannya Ketua Baznas Provinsi Kalimantan Tengah Hj. Saidah menegaskan bahwa Baznas  merupakan lembaga resmi pemerintah yang diamanahkan untuk mengumpulkan dan mengelola Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) di Provinsi Kalimantan Tengah. Saidah juga meminta dukungan agar semua program-program Baznas dapat terlaksana dengan baik sehingga Baznas dapat berkontribusi mendukung program-program Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terutama yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini di ikuti secara langsung oleh seluruh ASN Muslim lingkup Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah dan UPT Kabupaten/Kota se-Kalimantan Teng melalui aplikasi zoom.

Pada sesi pemaparan materi yang disampaikan oleh Wakil Ketua bidang Kesekretariatan, SDM dan Umum Muh.Efendi,SE.,MM. menyampaikan bahwa Keputusan Ketua Baznas RI Nomor 15 Tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026 telah melalui kajian yang matang dan komprehensif dengan mempertimbangkan faktor, keadilan, keseimbangan dan keberlanjutan pemberdayaan para Mustahik namun tidak memberatkan bagi para Muzaki. Selain itu juga disampaikan mekanisme dan tata Kelola UPZ selaku wadah yang bertugas membantu mengumpulan ZIS.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Keluatan Provinsi Kalimantan Tengah Sri Widarnani, S.IP.,M.Si, dalam sambutannya menyambut baik dan mengapresiasi program-program yang dilaksanakan oleh Baznas Provinsi Kalimantan Tengah. Ia juga menyatakan menyatakan bahwa Dinas yang dipimpinnya telah membentuk Unit Pengelola Zakat yang mengakomodir pengumpulan ZIS dari para ASN yang beragama Islam serta akan memperbaharui kepengurusannya yang disesuaikan dengan regulasi yang ada. Kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan ZIS dari para Muzaki lingkup Dinas Kelautan dan Perikanan yang diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah kepada Ketua Baznas Provinsi Kalimantan Tengah.

03/03/2026 | Kontributor: Humas
Tegas, BAZNAS Kalteng Komitmen pada 3 Aman dalam Pengelolaan ZIS

PALANGKA RAYA - Isu negatif tentang penggunaan dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) maupun dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), jelas menyalahi ketentuan.

Selain tidak sesuai dengan syariat Islam, secara regulasi juga tidak memperbolehkan penggunaan ZIS untuk membiayai program MBG.

"Zakat hanya untuk delapan asnaf sebagaimana dimaksud dalam syariat Islam," kata Ketua BAZNAS Kalteng Hj. Saidah, Jumat (27/2/2026).

Delapan asnaf yang berhak menerima zakat, kata Saidah, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab  (hamba sahaya), gharimin (orang yang terlilit utang) untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal.

Dikatakan, dana ZIS yang dititipkan melalui BAZNAS merupakan amanah muzaki yang akan disalurkan sesuai ketentuan, terutama fakir miskin serta kelompok rentan.

"BAZNAS Kalteng tegas pada prinsip 3 Aman, yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI dalam penghimpunan dan pendistribusian ZIS," tambah Saidah.

Sebelumnya, pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan, juga telah memberikan pernyataan terkait pemanfaatan ZIS di BAZNAS.

“Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, beberapa hari sebelumnya. 

27/02/2026 | Kontributor: Ami
Ramadan 2026, BAZNAS RI Gaungkan “Zakat Menguatkan Indonesia

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengusung tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” pada tahun 2026, termasuk dalam program Ramadan. Tagline ini menegaskan peran zakat sebagai kekuatan sosial nasional dalam mengatasi kemiskinan, kebencanaan, dan berbagai tantangan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 di Jakarta, Senin (2/2/2026). Menurutnya, zakat mencerminkan semangat gotong royong bangsa dan menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi Indonesia.

Kiai Noor mencontohkan peran zakat dalam penanganan bencana banjir di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, di mana zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial bagi masyarakat terdampak.

Pada tahun 2026, BAZNAS akan memfokuskan program pada penguatan respons kebencanaan, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui program Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid.

Selain itu, BAZNAS juga memperkuat program pemberdayaan ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan.

BAZNAS berharap tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” menjadi ajakan bersama bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat Indonesia melalui zakat, infak, dan sedekah, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan.

02/02/2026 | Kontributor: Kontributor: M. Reza Mubarok Editor: PUT

Berita Terbaru

Lebih Berdaya, Begini Kisah Sa'diah Setelah Menerima Program ZMart Kalteng Berkah
Lebih Berdaya, Begini Kisah Sa'diah Setelah Menerima Program ZMart Kalteng Berkah
PALANGKA RAYA - Perubahan ekonomi perlahan dirasakan keluarga Sa'diah. Dengan semangat yang kembali muncul, kini hidup dirasakannya lebih berwarna. Ya, Sa'diah adalah salah seorang sosok ibu rumah tangga yang patut diapresiasi. Pejuang tangguh! "Alhamdulillah, dalam satu minggu saya sudah bisa sampai tiga kali belanja barang untuk kebutuhan kios ke toko agen," kata Sa'diah. Perempuan warga Jalan Tanggaring I Kelurahan Panarung, Kota Palangkaraya, Kalteng, ini merupakan salah satu penerima program ZMart Kalteng Berkah. Setiap bulan, dia juga aktif mengikuti pertemuan kelompok untuk mendapatkan pendampingan usaha. Diceritakan, Sa'diah dan keluarga hidup hanya mengandalkan hasil dari keuntungan berjualan sembako di kios kecil yang dikelolanya bersama suami. Sebelum mendapatkan program ZMart Kalteng Berkah, barang jualan yang dipajang kurang bervariasi. Itu karena modal usaha sering terpakai untuk kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga tidak rutin bisa berbelanja untuk pengadaan barang jualan. Namun semangat baru kembali tumbuh pada diri Sa'diah. Melalui program ZMart Kalteng Berkah, kini perempuan itu memilik target dalam berusaha. "Sejak menerima program ZMart Kalteng Berkah, kini mulai pukul 05.30 saya sudah mulai membuka kios. Alhamdulillah, ada saja yang cari barang kebutuhan untuk di rumah saat pagi-pagi," kata dia berbinar.
BERITA06/12/2024 | Humas
BAZNAS RI Distribusikan 5.000 Paket Sajian Berkah Bergizi untuk Masyarakat Dhuafa di Bekasi
BAZNAS RI Distribusikan 5.000 Paket Sajian Berkah Bergizi untuk Masyarakat Dhuafa di Bekasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program Bank Makanan melakukan pendistribusian 5.000 paket Sajian Berkah Bergizi untuk masyarakat dhuafa dan yatim di wilayah Bekasi, Jumat (29/11/2024). Pada kesempatan tersebut, BAZNAS mendistribusikan 5.000 paket makanan di wilayah Kecamatan Pondok Gede, Kelurahan Margahayu, Kayuringin Jaya, Kampung Pemulung, Jatiasih, Jatirahayu, Jatikarya, Jatimelati, juga untuk 18 Ponpes dan Panti Asuhan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA. mengungkapkan, BAZNAS RI mengoperasionalkan dapur umum lapangan di berbagai titik di Kota Bekasi dengan memberi 5.000 paket makanan siap saji disiapkan, lengkap dengan sayur dan buah. "Alhamdulillah kami telah menyalurkan 5.000 paket makanan kepada masyarakat dhuafa, yatim di wilayah Bekasi," ungkapnya. Saidah menambahkan, program pendistribusian paket sajian berkah bergizi menjadi upaya BAZNAS dalam rangka memberikan bantuan pemenuhan gizi masyarakat yang membutuhkan. "Tentunya pemberian makanan ini juga sebagai upaya BAZNAS dalam meringankan beban mustahik," lanjut Saidah. Saidah menambahkan, bantuan ini merupakan buah dari kebaikan yang terus dilakukan masyarakat melalui BAZNAS, yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan. "BAZNAS mengucapkan terima kasih atas uluran tangan dari donatur yang telah berbagi dengan masyarakat rentan yang membutuhkan bantuan. Semoga keberkahan selalu menyertai kita semua," ujar Saidah. Program Bank Makanan BAZNAS merupakan salah satu upaya memberikan akses makanan sehat untuk orang yang kekurangan dan membutuhkan melalui pendekatan kolaboratif, yang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu meringankan beban warga terdampak dengan menyediakan makanan bergizi dalam situasi darurat. (Sumber: BAZNAS RI)
BERITA05/12/2024 | Penulis: Lulu, Editor:Putri
Program Zmart Kalteng Berkah, Omzet Bulanan Dahlina Capai Belasan Juta Rupiah
Program Zmart Kalteng Berkah, Omzet Bulanan Dahlina Capai Belasan Juta Rupiah
PALANGKARAYA - Beberapa bulan berjalan, program Zmart di Kota Palangkaraya, Kalteng, mulai dirasakan dampaknya. Indikator penilaian antara lain dengan bertambahnya pendapatan bulanan para penerima program. Evaluasi dan pendampingan bagi para penerima program pun terus dilakukan. Antara lain berupa pertemuan rutin kelompok yang dilaksanakan setiap bulan. "Dari laporan anggota kelompok, sebagian besar menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan," terang Muhtadi, petugas pendamping Zmart dari BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (3/12/2024). Berdasarkan evaluasi bulanan yang dilakukan, kata Muhtadi, kemampuan peserta program Zmart melakukan diversifikasi produk barang jualan menjadi salah satu hal yang turut mendongkrak pendapatan. Seperti yang dilakukan Dahlina, penerima program Zmart di kawasan Jalan Sakan VI Kota Palangkaraya. "Terakhir, omzet bulanannya mencapai Rp13 juta dengan keuntungan sekitar Rp5 juta. Selain barang kebutuhan pokok, bu Dahlina juga menjual produk olahannya sendiri di kios miliknya dan ternyata cukup diminati pembeli," terang Muhtadi. Selain mendata omzet dan perkembangan usaha penerima program Zmart Kalteng Berkah, para penerima program kali ini juga dikenalkan dengan sistem manajemen stock opname. Awalnya, para peserta bingung dengan istilah tersebut. Namun mereka tetap semangat untuk memahami karena sistem pencatatan yang diajarkan disadari sepenuhnya untuk kebaikan mereka sendiri. "Alhamdulillah pertemuan berjalan lancar diselingi canda tawa, meski saat ini sebagian wilayah Mendawai sedang banjir," timpal Muhtadi.
BERITA03/12/2024 | Aya
Optimalisasi Dana Zakat BAZNAS untuk Tingkatkan Akses Kesehatan Nasional
Optimalisasi Dana Zakat BAZNAS untuk Tingkatkan Akses Kesehatan Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan perannya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui pengelolaan dana zakat yang lebih terarah dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta. Hal ini diungkapkan oleh Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, dalam sebuah rapat yang digelar oleh Kementerian Kesehatan RI terkait kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta, Kamis (28/11/2024). Saidah menjelaskan, potensi zakat yang sangat besar di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program prioritas kesehatan nasional. Melalui pengelolaan dana zakat yang lebih strategis, BAZNAS bertujuan menarik lebih banyak kontribusi dari para muzaki untuk mendanai program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, BAZNAS telah mengalokasikan anggaran yang meningkat setiap tahun untuk mendukung program kesehatan. Fokus utama mencakup layanan kesehatan dasar, respons tanggap darurat, hingga pengentasan masalah stunting yang masih menjadi perhatian serius di banyak wilayah Indonesia, khususnya daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Lebih lanjut, Saidah menegaskan bahwa program-program kesehatan yang dikelola BAZNAS selaras dengan prinsip maqashid syariah, yang salah satunya menekankan pentingnya menjaga jiwa manusia. Pendekatan ini sekaligus memperkuat ikatan spiritual antara muzaki dan mustahik, serta berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan kekurangan gizi. “Kami terbuka untuk kerja sama yang lebih luas demi mendukung prioritas kesehatan nasional. Dengan optimalisasi dana zakat, kami yakin dapat memberikan dampak nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok mustahik,” tutup Saidah. (Sumber: BAZNAS RI)
BERITA03/12/2024 | Penulis: Fikri Editor:Putri
BAZNAS Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik Melalui Pemberdayaan Peternak Kambing Perah
BAZNAS Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik Melalui Pemberdayaan Peternak Kambing Perah
Di tengah upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung mustahik untuk keluar dari jerat kemiskinan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui program peternakan berkelanjutan, seperti yang terlihat di Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Herman, seorang anggota Kelompok Peternak Galuh Sejahtera, menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan program ini. Ia bukan sekadar peternak biasa, tetapi seorang pionir yang berperan aktif dalam memeriksa status reproduksi kambing perah milik kelompoknya. Dengan bimbingan dan dukungan BAZNAS, Herman berhasil memastikan proses peternakan berjalan dengan efisien dan berkelanjutan. Program pemberdayaan yang digagas oleh BAZNAS memiliki visi besar, yaitu mengubah mustahik menjadi muzaki. Dalam konteks peternakan, visi ini diwujudkan melalui peningkatan kapasitas para peternak seperti Herman yang awalnya bergantung pada bantuan, kini mampu mandiri secara ekonomi. Herman telah dilatih untuk memahami siklus reproduksi kambing perah, mulai dari masa non-laktasi hingga kebuntingan lebih dari tiga bulan. Dengan pengetahuan ini, ia dapat menentukan waktu kawin ulang yang optimal, sehingga menghasilkan populasi kambing yang sehat dan produktif. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan produksi susu tetapi juga menjaga keberlanjutan populasi ternak. Keberhasilan program peternakan berkelanjutan ini mencerminkan prinsip tujuan syariah (maqashid syariah), yaitu menjaga keberlanjutan kehidupan umat. Peternakan kambing perah tidak hanya menghasilkan susu sebagai produk utama, tetapi juga memberikan manfaat tambahan seperti penjualan anak kambing, pupuk organik dari kotoran ternak, dan peluang usaha lain yang dapat mendukung ekonomi keluarga. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada hasil langsung, tetapi juga menciptakan efek domino yang mendukung ekosistem ekonomi lokal. BAZNAS memainkan peran strategis sebagai agen pemberdayaan ekonomi umat. Di Desa Handapherang, program ini menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan melalui pendampingan intensif oleh tenaga ahli. Para peternak tidak dibiarkan bekerja sendiri. Mereka mendapatkan pelatihan teknis, fasilitas peternakan, dan pendampingan dalam manajemen reproduksi ternak. Hal ini memastikan setiap langkah yang diambil sesuai dengan standar terbaik. Herman, misalnya, kini memahami bagaimana mendeteksi fase reproduksi kambing perah dengan akurat, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan efisiensi peternakan. Manfaat dari program ini tidak hanya dirasakan oleh Herman dan kelompoknya, tetapi juga oleh masyarakat sekitar. Produksi susu yang meningkat membuka peluang usaha baru seperti pengolahan susu menjadi produk bernilai tambah. Selain itu, keberadaan kambing perah memberikan manfaat tambahan berupa pupuk organik untuk pertanian lokal, menciptakan siklus ekonomi yang saling menguntungkan di kalangan masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas ini juga mempererat hubungan antaranggota kelompok peternak, menciptakan rasa solidaritas dan kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama. Keberhasilan ini turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat oleh BAZNAS. Dengan pendekatan yang terukur dan terencana, BAZNAS membuktikan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sesaat tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan berkelanjutan. Herman dan kisah suksesnya menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat membawa perubahan besar jika dikelola dengan profesional dan amanah. Program peternakan berkelanjutan ini adalah contoh bagaimana zakat dapat bertransformasi dari sekadar ibadah individual menjadi instrumen sosial yang memberikan dampak luas. Kisah Herman juga menginspirasi peternak lain di wilayah tersebut. Mereka melihat bahwa dengan kerja keras, kemauan untuk belajar, dan dukungan yang tepat, mustahik dapat mengubah nasib mereka dan menjadi mandiri. Kisah ini menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk berikhtiar dan berinovasi, seraya mengandalkan Allah dalam setiap langkah. Herman, yang kini lebih percaya diri dan mandiri, adalah cerminan keberhasilan dari sinergi antara zakat, program pemberdayaan, dan semangat individu untuk bangkit dari keterbatasan. Pelajaran berharga dapat diambil dari program ini. Bagi para muzaki, kisah ini mengingatkan bahwa zakat yang ditunaikan dapat membawa perubahan besar jika dikelola dengan baik. Bagi mustahik, kisah ini menunjukkan bahwa zakat bukan akhir dari perjuangan, tetapi awal dari perjalanan menuju kemandirian. Bagi lembaga seperti BAZNAS, keberhasilan ini adalah motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan program pemberdayaan yang dijalankan. Dalam Islam, zakat bukan hanya alat untuk mengentaskan kemiskinan, tetapi juga sarana untuk membangun peradaban yang lebih adil dan sejahtera. Kisah Herman di Desa Handapherang adalah satu dari sekian banyak bukti nyata bahwa zakat dapat menjadi katalisator perubahan dalam masyarakat. Sebagai umat Islam, kita memiliki tanggung jawab untuk mendukung pengelolaan zakat yang lebih baik, baik dengan menunaikan zakat, mendukung program pemberdayaan, maupun menyebarkan inspirasi dari kisah-kisah sukses seperti ini. Dengan begitu, zakat tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga menjadi sarana kolektif untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan. Program-program seperti ini membuktikan bahwa zakat dapat membawa perubahan nyata, mengangkat mustahik dari kemiskinan, dan menginspirasi mereka untuk berkontribusi lebih besar bagi masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, BAZNAS dapat terus menjadi pelopor dalam memberdayakan umat melalui zakat, membawa harapan baru bagi kehidupan yang lebih baik.(Sumber: BAZNAS RI)
BERITA02/12/2024 | Penulis: Rumini, Editor: Mas
Magang di BAZNAS, Survei Calon Mustahik Jadi Pengalaman Berkesan
Magang di BAZNAS, Survei Calon Mustahik Jadi Pengalaman Berkesan
PALANGKARAYA - Dua bulan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah, empat mahasiswa IAIN Palangkaraya akan kembali ke kampus. Mereka kembali akan berjibaku dengan perkuliahan reguler, termasuk juga membuat laporan selama program PKL berjalan. "Banyak pengalaman baru yang kami dapatkan selama magang di BAZNAS. Yang paling berkesan adalah ketika melakukan survei lapangan dan bertemu langsung dengan mustahik," ujar Ramadhan, salah satu mahasiswa. Jumat (29/11/2024), para mahasiswa yang mulai melakukan magang sejak 1 Oktober 2024 dijemput oleh Ibu Diah Wulandari, M.SI selaku dosen pengampu PKL. Mereka merupakan mahasiswa dari Program Studi Manajemen Zakat-Wakaf pada Fakultasi Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palangkaraya. Penjemputan dilaksanakan dalam sebuah pertemuan yang penuh keakraban bersama para pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah. Masih menurut Ramadhan, selama ini dirinya belum pernah melakukan survei seperti yang telah dilakukannya bersama mahasiswa lain. Apalagi dalam tugas itu, mereka juga secara langsung melakukan wawancara kepada mustahik terkait dengan pelaksanaan program BAZNAS yang telah dijalankan. "Betul, ini pengalaman pertama karena memang belum pernah melakukannya. Namun kami juga bisa melihat bagaimana BAZNAS begitu hati-hati dalam pendistribusian program dengan tetap memantau dampak pelaksanaan program itu bagi mustahik," tambah Ramadhan yang akrab disapa Rama. Yeni, salah satu mahasiswa magang lain juga mengungkapkan kesan lain saat 'bertugas' di BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah. Antara lain ketika dia diajak ikut mendampingi dalam monitoring dan evaluasi BAZNAS daerah. "Kami juga belajar bagaimana melakukan input data melalui Sistem Informasi Manajemen BAZNAS. Banyak pengalaman yang memang tidak kami peroleh di bangku kuliah," kata Yeni. Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Mustain Khaitami, menyatakan apresiasinya atas keterlibatan mahasiswa IAIN Palangkaraya dalam membantu pelaksanaan beberapa program lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah itu melalui PKL. "Kami juga mengucapkan terima kasih karena para mahasiswa dengan penuh perhatian mengikuti PKL. Selain itu para mahasiswa juga menjalankan tugas yang diminta dengan penuh tanggung jawab," kata Khaitami.
BERITA29/11/2024 | Aya
Rumahnya Didesain Tanpa Jendela, Yayanto: Terima Kasih Muzaki dan BAZNAS
Rumahnya Didesain Tanpa Jendela, Yayanto: Terima Kasih Muzaki dan BAZNAS
PALANGKARAYA - Satu lagi program renovasi Rumah Layak Huni (RLH) BAZNAS di Kota Palangkaraya, Kalteng, rampung dikerjakan. Kali ini, tempat tinggal Yayanto yang selesai 'disulap' menjadi permanen. Secara resmi serah terima atas penyelesaian rumah yang berlokasi di Jalan Dorang, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya, dilakukan Kamis (28/11/2024). "Alhamdulillah, pekerjaan telah selesai dilakukan. Kini rumah kami sudah cukup layak untuk ditinggali. Terima kasih kami ucapkan kepada para muzaki dan BAZNAS," ujar Yayanto. Bersama istri dan putri bungsunya yang baru berusia satu setengah tahun, Yayanto yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan ini mengaku sudah tenang tinggal di rumah tersebut. Itu karena, sebelumnya bangunan rumah yang mereka tempati berbahan kayu bekas dan sebagian dinding ditutup terpal plastik. Melalui program RLH BAZNAS, rumah berukuran sekitar 7x6 meter itu kini dibuat lebih kokoh. Dinding berbahan dasar batako dan sudah ada sarana MCK yang lebih memadai. Rangka atas juga menggunakan kayu yang lebih kuat. Dibanding dengan rumah lainnya yang dilaksanakan melalui program RLH BAZNAS, ada yang berbeda dengan tempat tinggal keluarga Yayanto setelah direnovasi. Itu terlihat dari bagian kamar depan yang tidak ada jendela. Pencahayaan dan lubang ventilasi udara justru dibuat pada bagian samping rumah. "Dalam perencanaan teknis, kemarin dipertimbangkan teras depan kamar di rumah Pak Yayanto nantinya bisa dibuat kios sederhana. Dengan begitu bisa jadi tempat usaha juga untuk menambah penghasilan keluarga, apalagi posisinya juga di tepi jalan," kata Wakil Ketua Bidang Penyaluran BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Kasdani. Dalam program RLH BAZNAS di Kota Palangkaraya, BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Serikat Pekerja Kuli Bangunan (SPKB) Kalteng. Kerja sama antara lain dalam bentuk penyiapan desain teknis hingga pengerjaan.
BERITA28/11/2024 | Aya
Membangun Pendidikan Papua, BAZNAS RI Luncurkan Buku "Mengajar di Batas Negeri"
Membangun Pendidikan Papua, BAZNAS RI Luncurkan Buku "Mengajar di Batas Negeri"
Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan buku “Mengajar di Batas Negeri: Kisah Inspiratif Mengajar di Papua”. Peluncuran ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan, tetapi juga simbol komitmen BAZNAS RI dalam mendukung pemerataan pendidikan, khususnya di wilayah Papua. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, mengatakan, buku ini lahir dari pengalaman nyata para penerima Beasiswa Guru Papua, sebuah program yang dirancang untuk mendukung pendidikan di wilayah dengan tantangan geografis yang tinggi. “Program ini merupakan bagian dari kontribusi BAZNAS RI dalam percepatan pembangunan pendidikan tinggi di Papua, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Melalui buku ini, kita bisa melihat perjuangan para guru di garis depan pendidikan,” ujar dia. Program Beasiswa Guru Papua telah bermitra dengan tiga perguruan tinggi, yaitu IAIN Fattahul Muluk Papua, IAIN Sorong, dan Universitas Cendrawasih, dengan total 150 peserta. Selain bantuan berupa pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) selama empat semester, program ini juga memberikan pembinaan khusus melalui mentor dari kampus mitra. Pimpinan BAZNAS RI B/bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyebutkan, peluncuran buku ini sebagai bukti keberpihakan BAZNAS terhadap pendidikan yang merata. “Guru di Papua menghadapi tantangan besar, tetapi mereka terus berjuang. Lewat buku ini, kami ingin membangkitkan semangat bahwa pendidikan adalah hak semua orang, dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk memajukannya,” ujarnya. Buku “Mengajar di Batas Negeri” mengisahkan pengalaman para guru dan mentor dalam mendidik di Bumi Cenderawasih. Terkait hal ini, Dr. H. Talauddin Umkabu, M.Pd., Wakil Rektor I IAIN Fattahul Muluk Papua, mengatakan, buku ini menjadi refleksi penting bagi pemerintah dan masyarakat. “Buku ini menunjukkan bahwa pendidikan bisa menjadi solusi untuk membangun masa depan Papua dan Indonesia. Para guru yang menginspirasi ini adalah bukti bahwa keberhasilan pendidikan di wilayah terpencil bukanlah hal yang mustahil,” ucap dia. Kisah-kisah di buku ini juga memperlihatkan tantangan luar biasa yang dihadapi para guru, dari keterbatasan infrastruktur hingga akses yang sulit. Namun, mereka terus menunjukkan dedikasi tinggi untuk mencerdaskan generasi muda Papua. Didik Efendi, M.Pd., salah satu mentor program, menyampaikan bahwa buku ini adalah penghargaan atas perjuangan para guru di lapangan. “Mengajar di Papua bukan hanya soal memberikan ilmu, tetapi juga membangun harapan dan semangat. Buku ini adalah bentuk apresiasi atas kerja keras mereka,” tutur dia. Peluncuran buku tersebut menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa pendidikan adalah jalan menuju keadilan sosial. BAZNAS RI melalui program-programnya terus berupaya membawa semangat perubahan hingga ke pelosok negeri. (Sumber: BAZNAS RI)
BERITA28/11/2024 | Penulis: Nurma Editor:YMK
Wakaf & Zakat Fun Run 2024: Kolaborasi BWI, Kemenag, dan BAZNAS Mengajak Masyarakat Berolahraga Sambil Berbagi
Wakaf & Zakat Fun Run 2024: Kolaborasi BWI, Kemenag, dan BAZNAS Mengajak Masyarakat Berolahraga Sambil Berbagi
Badan Wakaf Indonesia (BWI), Kementerian Agama (Kemenag) RI, dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggagas acara Wakaf dan Zakat Fun Run (Waqf Run) 2024, yang akan berlangsung pada 22 Desember 2024 di Jakarta. Acara ini bertujuan untuk mendorong masyarakat lebih aktif dalam berolahraga sekaligus memperkenalkan pentingnya wakaf dan zakat sebagai instrumen kesejahteraan. Mengusung tema "Sehat Bersama, Wakaf dan Zakat untuk Sesama, demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045", kegiatan ini berharap bisa meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam hal wakaf dan zakat. Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, Ketua BWI sekaligus Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, menyatakan bahwa acara ini merupakan langkah penting dalam mengedukasi masyarakat dengan cara yang menyenangkan. "Wakaf dan Zakat adalah dua instrumen besar untuk kesejahteraan umat. Dengan kolaborasi lintas lembaga, kami yakin kesadaran masyarakat akan semakin meningkat," ujar Prof. Kamaruddin. Selain itu, peserta akan diberi kesempatan untuk melakukan wakaf uang melalui aplikasi Satu Wakaf. Acara ini ditargetkan diikuti oleh 1.500 peserta, yang terdiri dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat umum dan pengelola wakaf dan zakat. Selain berolahraga, peserta dapat berbagi keberkahan melalui kontribusi wakaf dan zakat. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga sebagai ajang pemberdayaan ekonomi umat. “Wakaf dan zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga solusi untuk pemberdayaan ekonomi umat. Lewat Waqf Run 2024, kami ingin menyampaikan pesan bahwa berwakaf dan berzakat bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan penuh semangat,” ujarnya. Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA memiliki harapan, kegiatan Waqf Run 2024 dijadikan sebuah momen kebersamaan untuk menciptakan Indonesia yang sehat serta lebih berdaya. “Saatnya kita bersatu dalam langkah dan tujuan, menjadikan wakaf dan zakat sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan umat,” pungkas Prof. Ahmad. Sebagai bagian dari dukungan terhadap kampanye literasi digital wakaf dan zakat, Waqf Run 2024 juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem sosial yang berkelanjutan di Indonesia, dengan hiburan musik dan kegiatan seru yang turut meramaikan acara. Timeline kegiatannya sebagai berikut: * 12 November 2024 - 15 Desember: Pendaftaran dibuka secara daring melalui bit.ly/waqfrun2024. * 20–21 Desember 2024: Pengambilan race kit. * 22 Desember 2024: Hari pelaksanaan mulai pukul 06.00 hingga 11.30 WIB. Ayo, ikuti rangkaian acaranya dengan biaya pendaftaran Rp150.000 dan sudah termasuk wakaf minimal Rp50.000. (Sumber: BAZNAS RI)
BERITA27/11/2024 | Ilham Editor: Novan
Wapres Gibran Rakabuming Apresiasi Pertumbuhan Zakat di BAZNAS RI
Wapres Gibran Rakabuming Apresiasi Pertumbuhan Zakat di BAZNAS RI
JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI atas kinerjanya dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Apresiasi ini disampaikan dalam pertemuan di Istana Wakil Presiden, yang dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS. Gibran menekankan pentingnya kolaborasi semua elemen dalam mengatasi masalah kemiskinan ekstrem dan stunting. “BAZNAS harus terus bersinergi dengan pemerintah untuk menciptakan solusi yang efektif. Semua pihak harus bergandeng tangan demi kesejahteraan masyarakat,” kata Gibran. Gibran juga menyatakan apresiasnya terhadap peran BAZNAS yang dinilai sangat penting dalam membantu pemerintah mengatasi masalah kemiskinan. “BAZNAS telah menunjukkan kinerja yang luar biasa dengan pertumbuhan zakat, infak, dan sedekah rata-rata 30 persen per tahun. Ini adalah pencapaian yang patut diapresiasi,” ujar Gibran. Ia mendorong BAZNAS untuk terus melanjutkan inisiatifnya, termasuk program-program yang menyasar kelompok masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA, menjelaskan bahwa pertumbuhan zakat, infak, dan sedekah di Indonesia mencapai rata-rata 30 persen per tahun dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, BAZNAS juga berkomitmen untuk melaksanakan 10 Program Prioritas, termasuk Rumah Sehat BAZNAS dan program pengentasan kemiskinan ekstrem. “Kami berkomitmen untuk menjalankan 10 Program Prioritas BAZNAS pada tahun 2025 yang ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu,” ujar Noor Achmad. Noor Achmad juga mengenang dukungan Gibran saat menjabat sebagai Wali Kota Surakarta, yang berhasil meningkatkan pengumpulan zakat dari Rp4 miliar menjadi Rp12 miliar. “Dengan dukungan yang kuat, kami yakin program pengentasan kemiskinan dapat berhasil,” kata Noor Achmad.
BERITA22/11/2024 | Aya
Bimtek IZN dan KDZ BAZNAS Kabupaten/Kota Se Kalimantan Tengah
Bimtek IZN dan KDZ BAZNAS Kabupaten/Kota Se Kalimantan Tengah
PALANGKARAYA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Indeks Zakat Nasional (IZN ) dan Kaji dampak zakat (KDZ) bersama Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS, yang diikuti oleh 11 BAZNAS dari kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah. Senin (11/11) IZN dan KDZ adalah alat ukur untuk mengetahui kualitas pengelolaan zakat secara obyektif. dan dampak zakat bagi mustahiq. Terdapat sejumlah variabel IZN yang menjadi referensi bagi pengurus BAZNAS dalam meningkatkan kinerja manajemen zakat di wilayah masing-masing. Dengan IZN, pimpinan BAZNAS dapat mengetahui kondisi aktual pengelolaan zakat dan dapat mengidentifikasi aspek-aspek apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan pengelolaan zakat yang ada, serta kebijakan yang perlu diambil,’’ ucap Kasdani, Wakil Ketua BAZNAS Kalteng. Kasdani berharap keberadaan zakat akan semakin memberikan dampak luas bagi peningkatan kesejahteraan mustahik.
BERITA20/11/2024 | Aya
Luar Biasa! Istri Relawan Ikut Bantu Pengerjaan RLH BAZNAS
Luar Biasa! Istri Relawan Ikut Bantu Pengerjaan RLH BAZNAS
PALANGKARAYA – Semangat anggota Serikat Pekerja Kuli Bangunan (SPKB) Kalteng untuk menyukseskan program Rumah Layak Huni (RLH) BAZNAS di Kota Palangkaraya cukup tinggi. Terbukti, dari relawan ada yang tanpa segan mengikutkan istri mereka untuk membantu pekerjaan. Hal ini terlihat dari beberapa program RLH BAZNAS yang selama ini dilaksanakan di wilayah Kota Cantik. Seperti pada pekerjaan rumah milik Yayanto yang berlokasi di Jalan Dorang, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya. “Alhamdulillah, para istri ikut mendukung kami untuk ikut berpartisipasi mengerjakan rumah mustahik yang direnovasi. Meski bersifat sosial, tapi ada dari kalangan istri anggota yang tak sungkan ikut membantu di lapangan,” ujar Wakil Ketua SPKB Kalteng Turahman. Partisipasi istri relawan untuk ikut membantu pekerjaan RLH BAZNAS cukup mendapat acungan jempol. Apalagi yang dilakukannya juga tidak bisa dikatakan ringan, seperti mengaduk semen dan mengangkat batako. Pemandangan itu sebelumnya terlihat saat pekerjaan rumah Hartati di Jalan Bengaris dan saat ini berlanjut ke rumah Yayanto di Jalan Dorang, Kecamatan Jekan Raya, Palangkaraya. Selain beberapa relawan dari anggota SPKB Kalteng, juga terdapat perempuan yang merupakan istri dari seorang anggota. Program RLH BAZNAS yang dikelola BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah di Kota Palangkaraya selama ini melibatkan SPKB Kalteng sebagai relawan lapangan. Selain memudahkan dalam pengawasan, kesadaran organisasi ini untuk membantu program dengan menyediakan tenaga lapangan juga telah dirasakan. “Pada prinsipnya, SPKB dan BAZNAS berada dalam satu frekuensi yakni sama-sama ingin membantu mustahik. Kalau sumber pembiayaan dari dana yang dititipkan melalui BAZNAS, sedangkan kami membantu dengan tenaga,” timpal Turahman.
BERITA19/11/2024 | Aya
BAZNAS Micro Finance Hadir di Palangkaraya, Solusi Pinjaman Tanpa Bunga
BAZNAS Micro Finance Hadir di Palangkaraya, Solusi Pinjaman Tanpa Bunga
PALANGKARAYA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus konsen dalam upaya menyejahterakan umat. Melalui BAZNAS Micro Finance (BMF), lembaga ini menghadirkan program bantuan pinjaman tanpa bunga di Kota Palangkaraya. Program BMF telah dibuka sejak Januari 2024. Sasarannya adalah pengusaha kecil mikro yang membutuhkan pinjaman sebagai tambahan modal untuk mengembangkan usaha. "Ini merupakan salah satu program pemberdayaan dana zakat, infak, sedekah, maupun dana sosial keagamaan lainnya yang dikelola BAZNAS," jelas Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Mustain Khaitami. Sebagaimana tujuan, kata dia, BMF dibentuk untuk program memberdayakan masyarakat melalui pembiayaan dan pendampingan mikro berbasis zakat. Dengan begitu, para pengusaha kecil bisa memanfaatkan program ini agar terhindar dari jeratan pinjaman berbunga mencekik. Skema program BMF sebagai salah satu organ di BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah, pada prinsipnya adalah sistem bergulir dengan tenor atau lamanya masa pengembalian pinjaman melalui cicilan sampai 12 bulan. Secara umum, ada syarat dan ketentuan yang menjadi dasar bagi masyarakat untuk bisa mendapatkan pinjaman tambahan modal usaha tanpa bunga melalui BMF. Antara lain telah memiliki usaha dan tempat berusaha dengan jarak maksimal 8 kilometer dari sekretariat, serta diajukan secara berkelompok. "Ada beberapa ketentuan lain yang telah ditentukan, termasuk juga dilakukan survei sebelum diputuskan usulan pinjaman diproses lebih lanjut," kata Ami. Untuk lebih jelasnya bisa langsung datang ke BMF yang sekretariatnya berlokasi di BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Jalan Ahmad Yani nomor 97 Palangkaraya atau dapat menghubungi nomor 082351696130 untuk layanan via WA.
BERITA18/11/2024 | Aya
Pimpinan BAZNAS se-Kalteng Sepakati 9 Rekomendasi di Rakorda
Pimpinan BAZNAS se-Kalteng Sepakati 9 Rekomendasi di Rakorda
Pimpinan BAZNAS se-Kalteng Sepakati 9 Rekomendasi di Rakorda PALANGKARAYA - Rapat Koordinasi Daerah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Kalimantan Tengah, Rabu (13/11), berakhir. Setelah tiga hari pelaksanaan kegiatan, para pimpinan yang hadir menyepakati sembilan rekomendasi yang dihasilkan. Dalam kegiatan yang digelar di Hotel Aurila Jalan Adonis Palangkaraya, sebanyak 11 BAZNAS dari kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah yang hadir. Selain dari unsur pimpinan, sejumlah staf pelaksana juga dilibatkan. “Sembilan rekomendasi yang dihasilkan dalam rakorda merupakan kesepakatan yang dibuat dalam upaya meneguhkan peran dan fungsi BAZNAS dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Kalteng,” terang Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Mustain Khaitami. Pria yang di kalangan media akrab disapa Ami ini menyebut, sembilan rekomendasi yang disepakati pertama, memperkuat fungsi dan peran BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Non-Struktural (LPNS) dengan menyinergikan pengelolaan zakat inklusif untuk penanggulangan kemiskinan dan kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan di daerah. Kedua, melakukan inventarisasi potensi zakat, infak, dan sedekah dengan mengolah database melalui pemetaan mustahik serta muzaki dalam database. Ketiga, semakin gencar menggelorakan sosialisasi tentang zakat, infak, dan sedekah, serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) secara terencana, terarah, dan transparan. Keempat, rutin melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan mencari penyelesaian masalah secara internal jika mendapati kendala lapangan dengan menguatkan kekompakan amilin/amilat. Kelimat, menyampaikan pelaporan secara rutin dan transparan melalui Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SiMBA), sebagai bagian dari tugas dan upaya memperkuat akuntabilitas serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap BAZNAS dalam pengelolaan zakat; Keenam, mendukung pengisian Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kaji Dampak Zakat (KDZ) untuk mengetahui keberhasilan program yang telah dilaksanakan sebagai salah satu bentuk evaluasi dan supervise. Ketujuh, memprioritaskan penyusunan program prioritas untuk pemberdayaan mustahik berdasarkan karakteristik daerah yang mengacu 10 prioritas program nasional tahun 2025; Mendorong peran BAZNAS di daerah sebagai salah satu lembaga yang ikut serta dalam perencanaan pengembangan di daerah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) menjadi rekomendasi kedelapan, dan kesembilan sepakat untuk meningkatkan pengumpulan ZIS melalui penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) demi pencapaian target nasional. Rakorda BAZNAS se-Kalimantan Tengah sebelumnya dibuka oleh Gubernur Sugianto Sabran yang diwakili Staf Ahli Gubernur Budan Politik, Hukum, dan Pemerintahan Ahmad Husein. Hadir Ketika itu Pimpinan BAZNAAS RI Pembina wilayah Kolonel CAJ (Purn) Nur Chamdani, serta sejumlah undangan. Saat menutup rakorda, Ami berpesan kepada para pimpinan BAZNAS kabupaten/kota agar segera menindaklanjuti rekomendasi dengan melakukan perencanaan program di daerah masing-masing. Tentu saja dengan menyinergikan program dengan kebijakan pemerintah daerah yang antara lain turut mengentaskan kemiskinan melalui usaha pemberdayaan. “Selama tiga hari kegiatan, kita sudah belajar bagaimana berkembangnya sistem yang telah diterapkan di BAZNAS dari tahun ke tahun sebagai Lembaga Pemerintah Non-Struktural dalam pengelolaan zakat. Dengan kinerja yang terukur, terencana, dan terarah, diharapkan profesionalitas para amylin dan amilat menjadi semakin baik sehingga menguatkan kepercayaan public,” kata Ami.
BERITA14/11/2024 | Aya
Program RLHB di Palangkaraya, Hartati dan Wuryanti Semringah Terima Kunci dari Pimpinan BAZNAS RI
Program RLHB di Palangkaraya, Hartati dan Wuryanti Semringah Terima Kunci dari Pimpinan BAZNAS RI
PALANGKARAYA – Gurat keceriaan tergambar jelas di wajah Hartati dan Wuryanti. Ini ketika keduanya secara simbolis menerima kunci rumah dari Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), Senin (11/11). Penyerahan simbolis kunci rumah ini langsung dilakukan pimpinan BAZNAS RI Kolonel CAJ Nur Chamdani yang pada saat itu menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Daerah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Kalimantan Tengah. “Alhamdulillah, rumah saya sudah selesai direnovasi melalui program yang dilaksanakan oleh BAZNAS. Kami sekeluarga sangat berterima kasih atas program ini karena sangat bermanfaat,” kata Hartati seusai kegiatan. Hartati merupakan seorang warga Jalan Bengaris Palangkaraya. Selama ini mereka tinggal di sebuah rumah berbahan dasar kayu bersama keluarganya. Sejak Oktober 2024, saat ini sedang dilaksanakan program RLHB pada sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Program tersebut bertujuan untuk memperbaiki hunian warga miskin menjadi layak huni sehingga menjadi rumah sehat. Total program RLHB di Kalimantan Tengah ditargetkan sebanyak 55 unit dengan nilai sebesar Rp25 juta per unit. Selain berbahan dasar material yang kuat, syarat rumah sehat dalam program RLHB antara lain juga terkait pencahayaan, sirkulasi udara, serta sanitasi yang memadai. Kebahagiaan juga diungkapkan Wuryanti, salahbsatu penerima program RLHB lainnya. Dia merupakan seorang janda yang berprofesi sebagai tukang pijit beralamat di Jalan Menteng 26 Palangkaraya. “Untuk memperbaiki sendiri rumah, terus terang kami tidak sanggup. Alhamdulillah, melalui program dari BAZNAS sekarang rumah saya sudah layak ditempati, bila hujan deras rumah saya tidak kebanjiran lagi ” kata Wuryanti. Pelaksanaan program oleh BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah pada wilayah Kota Palangkaraya dilakukan melalui kerja sama Serikat Pekerja Kuli Bangunan (SPKB) Kalteng yang sejak tiga tahun terakhir secara intensif turut berpartisipasi dalam pekerjaan. “Kami mengapresiasi karena selama ini selalu diikutkan dalam program RLHB bersama BAZNAS Kalteng. Setidaknya dengan begini, kami juga bisa berpartisipasi dalam upaya membantu warga kita yang menerima program,” ujar Turahman, Wakil Ketua SPKB Kalteng.
BERITA11/11/2024 | Aya
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Tengah.

Lihat Daftar Rekening →