WhatsApp Icon
BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Salurkan Paket Ramadhan Bahagia untuk Pegawai Outsourcing Setda

Palangka Raya — BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui program sosial keagamaan di bulan suci Ramadhan. Kali ini, bantuan berupa Paket Ramadhan Bahagia disalurkan kepada pegawai outsourcing di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kalimantan Tengah.

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua I, Drs. H. Tuaini Ismail, M.Ag, serta Wakil Ketua II, Mustain Khaitami, S.Ag. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian BAZNAS terhadap para pegawai outsourcing yang memiliki peran penting dalam mendukung operasional pemerintahan.

Dalam sambutannya, Mustain Khaitami menyampaikan bahwa program Paket Ramadhan Bahagia merupakan bagian dari upaya untuk menghadirkan kebahagiaan dan meringankan beban masyarakat, khususnya di bulan penuh berkah ini. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok penerima manfaat selama Ramadhan.

“Melalui program ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan memastikan bahwa saudara-saudara kita, khususnya pegawai outsourcing, juga dapat merasakan keberkahan Ramadhan dengan lebih baik,” ujar Mustain Khaitami.

Para penerima bantuan menyambut baik program ini dan mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan. Bantuan ini dinilai sangat membantu, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama bulan Ramadhan.

BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya memperluas jangkauan program-programnya agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun. Program ini juga menjadi wujud nyata sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di momen Ramadhan yang penuh berkah.

16/03/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS Kalteng Sebar 150 Paket Fidyah Bagi Korban Kebakaran

BAZNAS Kalteng Sebar 150 Paket Fidyah Bagi Korban Kebakaran

PALANGKARAYA - Langkah strategis dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah dalam membantu korban kebakaran di kawasan Jalan Murjani, Gang Sukamaju, Kelurahan Pahandut, Palangka Raya.

Melalui pendayagunaan dana fidyah yang terhimpun beberapa hari menjelang Idulfitri, Jumat (13/3/2026), BAZNAS Kalteng kembali turun ke lokasi untuk mendistribusikan iftar atau makanan berbuka bagi para korban kebakaran dan keluarganya.

"Ada 150 paket makanan yang dibagikan kepada para warga terdampak kebakaran. Ini dikelola dari dana fidyah," jelas Ketua BAZNAS Kalteng Hj. Saidah.

Berdasarkan data, sebanyak 127 jiwa dari 36 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa kebakaran di Gang Sukamaju. Itu setelah tempat tinggal mereka termasuk barak, luluh lantak diamuk si jago merah.

Sebelumnya pada Kamis (12/3/2026), BAZNAS Kalteng juga telah mendistribusikan 36 paket sembako bagi 36 kepala keluarga yang terdampak dalam kebakaran tersebut. 

Penyerahan langsung dilakukan di Masjid Al Aqsho yang sementara beralih fungsi sebagai posko induk bencana.

Selain menghimpun dana zakat, infak, sedekah (ZIS), BAZNAS juga mengelola Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) dari masyarakat yang antara lain bersumber dari pembayaran fidyah, kurban online, maupun lainnya.

Dari dana tersebut kemudian diberdayakan dalam bentuk program pendistribusian, seperti Fidyah Tebar Berkah, paket kemasan hewan kurban untuk program pencegahan stunting, atau lainnya.

"Pada dasarnya, dana yang dititipkan melalui BAZNAS akan dikelola secara terencana dan terarah sehingga kemaslahatannya bisa lebih luas. Yang terpenting, prinsi Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI tetap menjadi perhatian kami," kata Saidah. 

13/03/2026 | Kontributor: Humas
BAZNAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH SOSIALISASIKAN KEPUTUSAN KETUA BAZNAS RI

Pimpinan Baznas Provinsi Kalimantan Tengah melakukan sosialisasi Keputusan Ketua Baznas RI Nomor 15 Tahun 2026 Tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026 di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah. (3/03/2026). Hadir dari unsur Pimpinan Baznas Ketua Hj. Saidah M.Hut Wakil Ketua Bidang Pengumpulan H.Tuani, M.Ag, Wakil Ketua bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan Dr.H.Sugiyanto, M.Pd dan Wakil Ketua bidang Kesekretariatan, SDM dan Umum Muh.Efendi, SE.,MM. Rombongan diterima secara langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah Sri Widarnani, S.IP.,M.Si.

Dalam sambutannya Ketua Baznas Provinsi Kalimantan Tengah Hj. Saidah menegaskan bahwa Baznas  merupakan lembaga resmi pemerintah yang diamanahkan untuk mengumpulkan dan mengelola Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) di Provinsi Kalimantan Tengah. Saidah juga meminta dukungan agar semua program-program Baznas dapat terlaksana dengan baik sehingga Baznas dapat berkontribusi mendukung program-program Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terutama yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini di ikuti secara langsung oleh seluruh ASN Muslim lingkup Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah dan UPT Kabupaten/Kota se-Kalimantan Teng melalui aplikasi zoom.

Pada sesi pemaparan materi yang disampaikan oleh Wakil Ketua bidang Kesekretariatan, SDM dan Umum Muh.Efendi,SE.,MM. menyampaikan bahwa Keputusan Ketua Baznas RI Nomor 15 Tahun 2026 tentang Nilai Nisab Zakat Pendapatan dan Jasa Tahun 2026 telah melalui kajian yang matang dan komprehensif dengan mempertimbangkan faktor, keadilan, keseimbangan dan keberlanjutan pemberdayaan para Mustahik namun tidak memberatkan bagi para Muzaki. Selain itu juga disampaikan mekanisme dan tata Kelola UPZ selaku wadah yang bertugas membantu mengumpulan ZIS.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Keluatan Provinsi Kalimantan Tengah Sri Widarnani, S.IP.,M.Si, dalam sambutannya menyambut baik dan mengapresiasi program-program yang dilaksanakan oleh Baznas Provinsi Kalimantan Tengah. Ia juga menyatakan menyatakan bahwa Dinas yang dipimpinnya telah membentuk Unit Pengelola Zakat yang mengakomodir pengumpulan ZIS dari para ASN yang beragama Islam serta akan memperbaharui kepengurusannya yang disesuaikan dengan regulasi yang ada. Kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan ZIS dari para Muzaki lingkup Dinas Kelautan dan Perikanan yang diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah kepada Ketua Baznas Provinsi Kalimantan Tengah.

03/03/2026 | Kontributor: Humas
Tegas, BAZNAS Kalteng Komitmen pada 3 Aman dalam Pengelolaan ZIS

PALANGKA RAYA - Isu negatif tentang penggunaan dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) maupun dana sosial keagamaan lainnya (DSKL) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), jelas menyalahi ketentuan.

Selain tidak sesuai dengan syariat Islam, secara regulasi juga tidak memperbolehkan penggunaan ZIS untuk membiayai program MBG.

"Zakat hanya untuk delapan asnaf sebagaimana dimaksud dalam syariat Islam," kata Ketua BAZNAS Kalteng Hj. Saidah, Jumat (27/2/2026).

Delapan asnaf yang berhak menerima zakat, kata Saidah, yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab  (hamba sahaya), gharimin (orang yang terlilit utang) untuk memenuhi kebutuhan dasar, fisabilillah, serta ibnu sabil atau musafir yang kehabisan bekal.

Dikatakan, dana ZIS yang dititipkan melalui BAZNAS merupakan amanah muzaki yang akan disalurkan sesuai ketentuan, terutama fakir miskin serta kelompok rentan.

"BAZNAS Kalteng tegas pada prinsip 3 Aman, yakni Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI dalam penghimpunan dan pendistribusian ZIS," tambah Saidah.

Sebelumnya, pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI Rizaludin Kurniawan, juga telah memberikan pernyataan terkait pemanfaatan ZIS di BAZNAS.

“Kami tegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah yang dititipkan masyarakat kepada BAZNAS tidak digunakan sepersen pun untuk program Makan Bergizi Gratis. Seluruhnya disalurkan untuk kemaslahatan umat sesuai dengan ketentuan delapan asnaf,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, beberapa hari sebelumnya. 

27/02/2026 | Kontributor: Ami
Ramadan 2026, BAZNAS RI Gaungkan “Zakat Menguatkan Indonesia

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengusung tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” pada tahun 2026, termasuk dalam program Ramadan. Tagline ini menegaskan peran zakat sebagai kekuatan sosial nasional dalam mengatasi kemiskinan, kebencanaan, dan berbagai tantangan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. dalam Konferensi Pers Program Ramadan BAZNAS 2026 di Jakarta, Senin (2/2/2026). Menurutnya, zakat mencerminkan semangat gotong royong bangsa dan menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi Indonesia.

Kiai Noor mencontohkan peran zakat dalam penanganan bencana banjir di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, di mana zakat hadir sebagai jaring pengaman sosial bagi masyarakat terdampak.

Pada tahun 2026, BAZNAS akan memfokuskan program pada penguatan respons kebencanaan, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui program Kembali ke Sekolah, Kembali ke Kerja, Kembali ke Rumah, dan Kembali ke Masjid.

Selain itu, BAZNAS juga memperkuat program pemberdayaan ekonomi mustahik, pendidikan, kesehatan, serta penguatan sosial dan keagamaan.

BAZNAS berharap tagline “Zakat Menguatkan Indonesia” menjadi ajakan bersama bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat Indonesia melalui zakat, infak, dan sedekah, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan.

02/02/2026 | Kontributor: Kontributor: M. Reza Mubarok Editor: PUT

Berita Terbaru

Z-Auto BPVP Kendari Lahirkan Mekanik Berbasis Teknologi Canggih
Z-Auto BPVP Kendari Lahirkan Mekanik Berbasis Teknologi Canggih
Program Z-Auto yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari berhasil mencetak mekanik-mekanik unggul berbasis teknologi terkini. Pelatihan ini dirancang untuk melahirkan tenaga kerja yang kompetitif di dunia otomotif, dengan memadukan pemahaman akan kelistrikan motor matic modern dan penggunaan alat scanner digital untuk diagnosis yang lebih akurat. Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan bagaimana menggunakan teknologi canggih yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari industri otomotif masa kini. Mereka dilatih untuk memahami seluk-beluk kelistrikan motor matic yang semakin kompleks serta dilengkapi dengan kemampuan mendiagnosis kerusakan kendaraan secara digital. Dengan keterampilan ini, diharapkan para peserta pelatihan mampu bersaing di pasar tenaga kerja yang kian kompetitif, khususnya dalam bidang otomotif. Program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk memberdayakan mustahik melalui pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Melalui inisiatif ini, BAZNAS berupaya mengurangi ketergantungan mustahik pada bantuan sosial dengan memberikan bekal keterampilan yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja. Z-Auto BPVP Kendari adalah salah satu program yang diharapkan mampu mengangkat taraf hidup para mustahik melalui pemberdayaan ekonomi berbasis keterampilan. Seorang peserta pelatihan, yang juga merupakan mustahik, menyatakan bersyukur setelah mengikuti program ini. Dengan pelatihan ini ia memiliki keterampilan dan siap untuk bersaing di pasar kerja. Karenanya, pelatihan ini membuka wawasan tentang dunia otomotif modern yang berbasis teknologi. BAZNAS secara konsisten mendukung program-program pemberdayaan yang memberikan dampak langsung bagi para mustahik. Melalui pelatihan Z-Auto, BAZNAS tidak hanya memberikan keterampilan teknis tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin dan kerja keras yang penting untuk kesuksesan di dunia kerja. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik dengan memberikan akses kepada peluang ekonomi yang lebih baik. Selain memfasilitasi keterampilan teknis, Z-Auto BPVP Kendari juga mendorong peserta untuk meningkatkan kemampuan soft skills mereka, seperti komunikasi, manajemen waktu, dan kerja sama tim. Keterampilan ini sangat dibutuhkan di dunia kerja modern, terutama dalam industri otomotif yang semakin mengandalkan kerja sama lintas disiplin. Program pelatihan ini telah dirancang secara matang untuk memastikan bahwa peserta mendapatkan pengalaman yang komprehensif dan siap diterapkan di lapangan. Dengan adanya dukungan teknologi dan metode pelatihan yang mutakhir, BAZNAS berharap program ini dapat mencetak mekanik-mekanik profesional yang siap bersaing tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di pasar internasional. Dalam jangka panjang, BAZNAS berkomitmen untuk terus mendukung program-program serupa di berbagai daerah di Indonesia. Melalui kerja sama dengan berbagai institusi pelatihan, BAZNAS akan terus memperluas jangkauan program pemberdayaan ini, sehingga semakin banyak mustahik yang dapat merasakan manfaatnya dan meraih kemandirian ekonomi. Penutupan program Z-Auto di BPVP Kendari diisi dengan pemberian sertifikat kepada para peserta sebagai pengakuan atas keterampilan yang telah mereka kuasai. Diharapkan, sertifikat ini akan menjadi bekal tambahan bagi para peserta saat melamar pekerjaan atau memulai usaha di bidang otomotif. Dengan fokus pada peningkatan keterampilan berbasis teknologi, program ini diharapkan dapat mencetak mekanik-mekanik yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga siap menghadapi tantangan industri otomotif yang terus berkembang. Program pelatihan seperti ini akan menjadi salah satu pilar utama dalam upaya BAZNAS untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik melalui jalur pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
BERITA14/02/2025 | Kontributor: Lulu Fatimah Azzahra, Editor: ayu
Bu Denny Kembangkan Warung ZMart Kalteng Berkah dengan Produk Non-Retail
Bu Denny Kembangkan Warung ZMart Kalteng Berkah dengan Produk Non-Retail
PALANGKA RAYA - Menjadi orangtua tunggal dengan tiga buah hati, bukan hal yang mudah untuk dijalani Denny Rahmayanti. Namun dengan kegigihan, perempuan 44 tahun ini terus berusaha bangkit. Melalui program ZMArt Kalteng Berkah, Denny menyatakan sudah memiliki pendapatan stabil untuk menghidupi keluarganya sehari-hari. “Selain untuk kebutuhan harian, Alhamdulillah keuntungan dari penghasilan juga bisa membiayai pendidikan anak-anak,” tutur Denny. Warga Jalan Intan, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, ini mengaku mendapatkan pengetahuan dan pengalaman luar biasa sejak menerima program ZMart Kalteng Berkah. Apalagi secara rutin, ada kegiatan pertemuan bulanan dari petugas pendamping program untuk memantau perkembangan usaha yang dijalankan. ZMart Kalteng Berkah merupakan program pemberdayaan ekonomi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berupa usaha ritel mikro yang diberikan kepada mustahik dalam upaya meningkatkan kapasitas dan eksistensi usahanya. Selain mengatasi kemiskinan di wilayah perkotaan, program ZMart Kalteng Berkah juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan mustahik dengan kemandirian. Di Kalimantan Tengah, program ini mulai dilaksanakan sejak agustus 2024 kepada 50 penerima di Kota Palangka Raya. Untuk memastikan program berjalan, BAZNAS juga menyediakan petugas pendamping bagi penerima manfaat dan terus melakukan pemantaua kegiatan usaha melalui pertemuan rutin. Selain mengembangkan warung sebagai sumber penghasilan, Denny juga terus berimprovisasi dengan memperbanyak jenis barang jualan non-retail di warungnya. Antara lain berupa kue olahan dari pisang yang dipelajari melalui media sosial. “Melalui program ZMart, saya sangat terbantu dalam memanajemen dan mengelola warung sehingga bisa menyisihkan penghasilan harian untuk ditabung ,” kata dia.
BERITA14/02/2025 | Humas
BAZNAS RI Optimalkan Layanan Penghimpunan ZIS untuk Ramadhan 2025
BAZNAS RI Optimalkan Layanan Penghimpunan ZIS untuk Ramadhan 2025
Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1446 H/2025 M, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi dalam penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Berbagai inovasi dilakukan, baik melalui kanal retail maupun digital, guna memastikan masyarakat dapat menunaikan kewajibannya dengan lebih mudah dan aman. Upaya ini menjadi pembahasan utama dalam Pengajian BAZNAS Selasa Pagi yang bertema "Pengumpulan Retail dan Off Balance Sheet dalam Mencapai Target Pengumpulan Ramadhan". Acara tersebut diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS dan disiarkan melalui kanal YouTube BAZNAS TV beberapa waktu yang lalu. Hadir dalam acara tersebut Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D., serta Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan. Prof. Nadratuzzaman menekankan bahwa Ramadhan merupakan kesempatan emas bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, termasuk dalam hal zakat dan sedekah. “Bulan Ramadhan bukan hanya soal ibadah puasa dan shalat, tapi juga menjadi waktu di mana masyarakat lebih banyak berzakat, berinfak, dan bersedekah. Jangan sampai pengumpulan kita rendah, sementara potensi donasi sangat besar,” ujarnya. Guna mengoptimalkan penghimpunan, BAZNAS menyiapkan strategi layanan yang lebih mudah dan cepat, seperti memperluas jaringan gerai ZIS, bekerja sama dengan perusahaan ritel dan komunitas, serta menggelar berbagai event dan program penggalangan dana kreatif. "Selain itu, program zakat istana dan layanan jemput zakat juga difasilitasi guna memudahkan masyarakat menyalurkan ZIS melalui BAZNAS," tambahnya. "Sementara itu, pada kanal digital diperkuat melalui pembayaran via e-wallet, transfer bank, dan marketplace agar lebih mudah diakses oleh para muzaki," kata Nadratuzzaman Selain itu, pendekatan penghimpunan off balance sheet juga dimaksimalkan dengan menggandeng masjid, yayasan, dan komunitas agar dana zakat dari berbagai sumber dapat terkelola secara lebih optimal. “Pendekatan ini sangat penting karena banyak donasi yang sebenarnya bisa dihimpun dari sumber-sumber tersebut jika dikelola dengan baik,” pungkasnya Sementara itu, Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan, menyoroti pentingnya kecepatan dan kemudahan dalam layanan penghimpunan ZIS. “Kami ingin memastikan donasi bisa dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. Apalagi, puncak penghimpunan terjadi di 10 hari terakhir Ramadhan, sehingga kita harus siap dengan berbagai kanal,” jelasnya. BAZNAS juga telah menyusun strategi komunikasi yang agresif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan ZIS. Kampanye Above The Line (ATL) dilakukan melalui media sosial, televisi, radio, dan billboard, sedangkan kampanye Below The Line (BTL) memanfaatkan WhatsApp, SMS, dan email sebagai sarana edukasi dan ajakan. Fitriansyah optimistis bahwa dengan strategi yang telah dirancang, BAZNAS mampu mencapai target penghimpunan ZIS untuk Ramadhan 2025. “Dengan strategi yang telah dipaparkan, kami optimistis, BAZNAS dapat mencapai target fundraising Ramadhan tahun 2025. Dengan demikian, BAZNAS dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya selama Bulan Ramadhan,” ungkap Fitriansyah.
BERITA12/02/2025 | Kontributor: Ilham Syah Editor: Pu3
ZMart Kalteng Berkah Pak Tri Berkembang dengan Manajemen Warung
ZMart Kalteng Berkah Pak Tri Berkembang dengan Manajemen Warung
PALANGKA RAYA - Usaha warung sembako yang dilakoni menjadi sumber penghasilan utama keluarga Tri Waluyo. Melalui program ZMart Kalteng Berkah, perkembangan usaha mulai dirasakan. Semangat untuk berusaha pun semakin besar. "Alhamdulillah sejak nenjalankan Program ZMart Kalteng Berkah, manajemen warung saya kini jauh lebih baik dari sebelumnya," ucap pria yang akrab disapa Pak Tri. Warga Jalan Hiu Putih Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalteng, ini merupakan salah satu penerima Program ZMArt Kalteng Berkah yang aktif mengikuti pertemuan untuk pendampingan program. Selain bantuan modal dan pembenahan tempat usaha, setiap bulan para penerima manfaat dari ZMart Kalteng Berkah rutin menggelar pertemuan untuk arahan manajemen usaha. Dengan begitu, diharapkan para mustahik penerima bisa mengembangkan usaha menjadi lebih baik. Pak Tri mengaku, dirinya juga mendapat manfaat yang luar biasa setelah mengikuti pendampingan program yang dilakukan. "Memang setiap kali pertemuan kami diminta catatan penghasilan dan belanja, tapi ini justru mengajarkan kita tertib administrasi dan manajemen dalam memantau perkembangan usaha yang dijalankan," kata dia. Setiap minggu, Pak Tri berbelanja 2-3 kali untuk memenuhi kebutuhan barang yang dijual. Dengan pencatatan rutin, dirasakan sangat membantu. Beberapa produk yang cukup diminati oleh pembeli di wilayahnya antara lain telur, mi instan, dan persabunan. Warung Pak Tri bahkan menjadi primadona di sekitar tempat tinggalnya karena menjadi rujukan warga sekitar yang menjadi pelanggan. ZMart Kalteng Berkah merupakan program pemberdayaan ekonomi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berupa usaha ritel mikro yang diberikan kepada mustahik dalam upaya meningkatkan kapasitas dan eksistensi usahanya. Selain mengatasi kemiskinan di wilayah perkotaan, program ZMart Kalteng Berkah juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan mustahik dengan kemandirian. Di Kalimantan Tengah, program ini mulai dilaksanakan sejak Agustus 2024 kepada 50 penerima program di Kota Palangka Raya. Untuk memastikan program berjalan, BAZNAS juga menyediakan petugas pendamping bagi penerima manfaat dan terus melakukan pemantauan kegiatan usaha melalui pertemuan rutin. "Selain berjualan retail, warung kami juga kerap menjadi tempat bersantai para pembeli sambil menikmati kopi, teh, atau mi seduh," ujar Pak Tri.
BERITA05/02/2025 | Humas
Ubi Coklat Lumer Berkembang Setelah Dapat Kucuran BAZNAS Microfinance
Ubi Coklat Lumer Berkembang Setelah Dapat Kucuran BAZNAS Microfinance
PALANGKA RAYA – Ketika banyak anak muda lebih suka menghabiskan waktu untuk santai di kafe atau lainnya, Karmila Sari justru memilih merintis usaha. Melalui program BAZNAS Microfinance, gadis ini merasakan keberkahan dengan usahanya yang mulai berkembang. Dengan branding Ubi Coklat Lumer by Karmelasare, sudah dua hari ini Karmila secara resmi telah membuka cabang usahanya di kawasan Jalan G Obos Palangka Raya, Kalimantan Tengah. “Alhamdulillah, setelah mendapatkan tambahan modal melalui program dari BAZNAS Microfinance, usaha saya semakin berkembang. Kuncinya berani mencoba dan tak takut gagal,” kata Karmila, Kamis (23/1/2025). Usahawan muda ini menuturkan, perlu enam tahun bagi dirinya untuk merintis usaha produk makanan kekinian yang dikelolanya supaya bisa berkembang seperti sekarang. Selain waktu itu kesulitan dalam permodalan, dia juga belum memiliki lokasi strategis. Karmila mendapatkan bantuan modal melalui BAZNAS Microfinance di BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah pada Oktober 2024. Saat itu, dia telah memulai usaha dengan membuka gerai Ubi Coklat Lumer dengan menyewa tempat di depan sebuah toko retail yang berada di kawasan Jalan Tjilik Riwut Palangka Raya. Melalui bantuan modal usaha dari BAZNAS Microfinance itu pula, warga Jalan Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, ini kemudian memiliki peluang untuk menambah varian rasa produk olahan ubi yang dibuat. “Target dalam sehari 50 porsi. Alhamdulillah dikasihnya lebih dari target,” kata dia. BAZNAS Microfinance merupakan program pemberdayaan mikro yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan taraf hidupnya. Di BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah, program BAZNAS Microfinance telah dijalankan sejak Januari 2024. Dengan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah melalui program yang tertencana serta terarah, kebermanfaatannya diharapkan dapat membantu meningkatkan ekonomi mustahik sehingga dapat mandiri. Selain di Kota Palangka Raya, Karmila menyatakan juga sedang memikirkan pengembangan usahanya ke luar daerah. Kota Banjarbaru dan Martapura di Kalimantan Selatan menjadi lokasi yang dipilih. Karmila juga tidak merasakan kesulitan karena produk Ubi Coklat Lumer menggunakan bahan baku lokal sehingga mudah didapat. Saat ini, dia juga sedang mencari karyawan tambahan untuk gerai baru yang dikelolanya. “Keberkahan yang saya terima dari program BAZNAS Microfinance sangat saya rasakan. Terima kasih muzaki, terima kasih BAZNAS,” kata Karmila yang tahun ini bertekad menyisihkan rezekinya untuk berangkat umroh bersama ibu dan bapaknya.
BERITA23/01/2025 | Humas
Purwanti Makin Tangguh dengan Program ZMart Kalteng Berkah
Purwanti Makin Tangguh dengan Program ZMart Kalteng Berkah
PALANGKA RAYA - Sabar dan tak takut kerja keras. Inilah prinsip hidup Purwanti, salah seorang penerima program ZMart Kalteng Berkah di Kota Palangka Raya. Purwanti merupakan salah seorang sosok tangguh pejuang halal yang kali ini dihadirkan. Perempuan warga Jalan Pilau, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalteng, ini tetap semangat menghadapi hidup. "Alhamdulillah sejak menerima dan menjalankan program ZMart Kalteng Berkah, pendapatan cenderung meningkat karena varian barang jualan juga bertambah," tutur Purwanti. Berdasarkan evaluasi bulanan, selama Desember 2024 Purwanti berhasil meningkatkan penghasilan harian dengan omzet mencapai Rp200 ribu. Meski keuntungan tidak seberapa, namun bagi Purwanti hasil penjualan itu cukup untuk membiayai kebutuhan harian selain kembali digunakan untuk membeli barang. Perempuan berusia 58 tahun ini juga mengaku tetap bersemangat karena harus menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Menjadi orangtua tunggal bagi satu anak, Purwanti juga harus menghidupi salah seorang keluarganya yang ikut menumpang di rumah. "Warung mulai buka sekitar pukul 06.00 WIB sampai sore. Kalau malam, saya istirahat karena habis subuh juga harus bekerja sebagai penyapu kantor," katanya. Dengan jadwal harian yang cukup padat, Purwanti mengandalkan pembelian barang dari sales distributor yang secara langsung datang 3-4 kali dalam seminggu ke warung tempatnya berjualan. “Program ZMart Kalteng Berkah ini membantu saya menambah varian barang jualan yang sebelumnya tidak pernah ada di warung. Selain itu juga ada pendampingan dari BAZNAS dengan materi-materi yang sangat bermanfaat untuk usaha,” ujar Purwanti. ZMart merupakan program pemberdayaan ekonomi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berupa usaha ritel mikro yang diberikan kepada mustahik dalam upaya meningkatkan kapasitas dan eksistensi usahanya. Selain mengatasi kemiskinan di wilayah perkotaan, program ZMart juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan mustahik dengan kemandirian. Di Kalimantan Tengah, program ini mulai dilaksanakan sejak Agustus 2024 kepada 50 penerima program di Kota Palangka Raya. Untuk memastikan program berjalan, BAZNAS juga menyediakan petugas pendamping bagi penerima manfaat dan terus melakukan pemantauan kegiatan usaha melalui pertemuan rutin.
BERITA23/01/2025 | Humas
BAZNAS Bersama Wamenlu RI Bahas Strategi Pengiriman Bantuan untuk Palestina di Tengah Gencatan Senjata
BAZNAS Bersama Wamenlu RI Bahas Strategi Pengiriman Bantuan untuk Palestina di Tengah Gencatan Senjata
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengadakan pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Anis Matta, untuk membahas strategi penyaluran bantuan kemanusiaan bagi Palestina. Pertemuan ini dilakukan setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Palestina dan Israel. Dalam kesempatan itu, BAZNAS menyampaikan bahwa mereka telah menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp120 miliar untuk rakyat Palestina. Bantuan ini telah menjangkau 407.350 penerima manfaat dan terus bertambah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan bahwa BAZNAS siap mendukung rekonstruksi di Palestina dengan membangun fasilitas seperti Rumah Sakit Indonesia, masjid, dan sekolah. "Kami berencana mendukung rekonstruksi di Palestina dengan membangun rumah sakit Indonesia, masjid, dan sekolah. Kamu berharap, Bapak Presiden dan Menteri Luar Negeri dapat melakukan peletakan batu pertama sebagai simbol solidaritas bangsa Indonesia," ujar Kiai Noor Di jakarta beberapa waktu lalu. Kiai Noor menegaskan komitmen BAZNAS sebagai penghubung antara masyarakat Indonesia dan warga Palestina melalui kerjasama dengan mitra internasional, strategi penyaluran yang disesuaikan, serta pemanfaatan teknologi. “Dalam menyalurkan amanah donasi kepada masyarakat di Palestina, BAZNAS menyalurkan melalui beberapa jalur-jalur distribusi yang aman, cepat, dan tepat sasaran setidaknya melalui e metode diantaranya penyaluran langsung, penyaluran melalui mitra non-palestina, dan penyaluran melalui mitra lokal Gaza," ucap Kiai Noor. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kepercayaan dan keperdulian yang telah diberikan. Semoga Allah SWT membalas kebaikan ini dengan keberkahan yang berlipat ganda, serta menjadikan amal ini sebagai penolong kita di dunia dan akhirat," katanya. Sementar itu, Wamenlu RI, Anis Matta, menyebut gencatan senjata di Gaza sebagai momentum tepat untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan kemanusiaan agar rakyat Palestina tetap bertahan dalam perjuangan kemerdekaan mereka. “Saya bersyukur Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) segera merespons undangan untuk membahas sinergi penyaluran bantuan kemanusiaan dari Indonesia ke Palestina agar lebih efektif dan terkoordinasi baik". Anis juga memberikan apresiasi kepada BAZNAS dan MUI yang konsisten menjadi penghubung bantuan kemanusiaan dari Indonesia. "Terima kasih kepada Ketua BAZNAS Bapak Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA, dan Wakil Ketua MUI Dr. KH Marsudi Syuhud, MM, yang hadir langsung dalam pertemuan tadi," ucapnya. Selain itu, pertemuan ini turut dihadiri oleh Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH Acmad Sudrajat, Lc., MA., CFRM; Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM; Deputi I H. Arifin Purwakananta; Deputi II Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si.; Direktur Timur Tengah Ahrul Tsani; Direktur HAMK Indah Nuria Savitri; serta Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI Drs. Bunyan Saptomo, M.A.
BERITA22/01/2025 | Kontributor : Amat Setiawan Editor: Ayu Rachmaningtyas
BAZNAS Kabupaten Siak Salurkan Bantuan Kemanusiaan Palestina Tahap Tiga Melalui BAZNAS RI
BAZNAS Kabupaten Siak Salurkan Bantuan Kemanusiaan Palestina Tahap Tiga Melalui BAZNAS RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menerima penyaluran infak kemanusiaan tahap ketiga dari BAZNAS Kabupaten Siak sebesar Rp200 juta. Bantuan kemanusiaan ini merupakan kontribusi ketiga dari masyarakat Siak, yang disalurkan melalui BAZNAS Kabupaten Siak dengan total nilai mencapai Rp2.570.650.000, dan diteruskan melalui BAZNAS RI untuk mendukung rakyat Palestina. Penyerahan simbolis bantuan dilakukan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Siak, H. Simparis Bin Tantan, kepada Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, di Gedung BAZNAS RI beberapa waktu lalu. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas kepedulian masyarakat dan BAZNAS Kabupaten Siak terhadap masyarakat Palestina. “Kami ucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Siak yang kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan Palestina melalui BAZNAS RI sebesar Rp200 juta,” ujar Kiai Noor. Beliau juga menyampaikan rasa syukur kepada seluruh masyarakat Kabupaten Siak atas kedermawanan mereka yang terus memberikan dukungan bagi saudara-saudara di Palestina. “Sehingga BAZNAS Kabupaten Siak telah mampu memberikan infak kemanusiaan Palestina untuk ketiga kalinya melalui BAZNAS RI,” tambahnya. Kiai Noor menekankan bahwa BAZNAS RI terus berupaya menyalurkan infak kemanusiaan ini agar dapat meringankan penderitaan rakyat Palestina. "Insya Allah, jika ada tanda-tanda gencatan senjata, BAZNAS akan segera fokus memberikan bantuan untuk rekonstruksi Rumah Sakit Indonesia, masjid, dan sekolah," ungkapnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Siak, H. Simparis Bin Tantan, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan wujud dukungan dan solidaritas masyarakat Kabupaten Siak terhadap rakyat Palestina. "Alhamdulillah, hari ini kami menyalurkan bantuan untuk saudara kita di Palestina senilai Rp200 juta. Sebelumnya, bersama Pak Bupati, kami telah menyalurkan Rp1,3 miliar, dan pada tahap kedua Rp1,2 miliar," jelasnya. "Sehingga total keseluruhan bantuan yang kami salurkan melalui BAZNAS RI mencapai Rp2,5 miliar," tambahnya. Ia berharap bantuan dari masyarakat Siak ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Palestina yang membutuhkan. "Semoga ini menjadi amal jariah bagi kita semua dan dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina," pungkasnya.(Sumber: BAZNAS RI)
BERITA19/01/2025 | Kontri : Nadia Editor : NOV
Halimah Bisa Pindah Tempat Usaha dengan Modal dari BAZNAS Microfinance
Halimah Bisa Pindah Tempat Usaha dengan Modal dari BAZNAS Microfinance
PALANGKA RAYA – Menjadi orangtua tunggal bagi tiga anak harus dilakoni Halimah. Namun semangatnya yang gigih serta tangguh dalam berusaha, menjadikan perempuan berusia 48 tahun ini patut menjadi teladan yang menginspirasi. Setelah suaminya meninggal dunia sejak beberapa tahun silam, warga Gang Bersama Jalan Mendawai, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, ini tetap semangat. Meski dalam keterbatasan, dia bertekad anak-anaknya harus tetap sekolah bahkan kini sudah ada yang berhasil meraih gelar sarjana. “Alhamdulillah, sebelumnya sempat kekurangan dana untuk biaya anak masuk sekolah sampai harus mencari dana talangan, kini sudah bisa dibayarkan,” tutur Halimah, Kamis (16/1/2025). Sehari-hari, Halimah menjalankan usaha berjualan mi basah, gorengan, dan aneka kue khas banjar di depan rumahnya. Namun karena berada di Kawasan kompleks permukiman, sebagian besar pelanggan hanya dari kawasan sekitar tempat tinggalnya di Gang Bersama. Halimah merupakan salah satu dari penerima manfaat dari Program BAZNAS Microfinance. Pada Januari 2024, dia mengajukan pinjaman modal tanpa bunga yang dijalankan di BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah. Dari pinjaman modal usaha Rp2,5 juta dari BAZNAS Microfinance, Halimah kemudian mencoba membuka peluang lebih besar dengan menyewa tempat usaha di kawasan Pasar Kahayan Palangka Raya. Hasilnya, pendapatan pun cenderung meningkat dengan omzet harian mencapai Rp450 ribu dari sebelumnya berkisar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu. “Dengan modal usaha yang tersisa dari sewa tempat, pembelian bahan juga bisa lebih banyak sehingga belanja modal juga bisa ditekan. Selain itu, saya tidak harus setiap hari berbelanja ke pasar besar sehingga waktu lebih efektif,” terang Halimah. BAZNAS Microfinance merupakan program dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang bertujuan membantuk masyarakat dalam mengembangkan usaha mikro. Program ini menggunakan dana zakat untuk memberikan tambahan permodalan usaha kepada masyarakat yang membutuhkan. Setahun sejak mulai dibuka pada Januari 2024 sampai Desember 2024 di BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah, program ini telah menyalurkan dana usaha pinjaman untuk usaha mikro kepada 379 penerima manfaat dengan total Rp992.500.000. Halimah menyatakan sangat terbantu dengan adanya Program BAZNAS Microfinance. Selain pinjaman tanpa bunga dengan masa tenor sampai 12 bulan, dia juga merasakan keberkahan dalam usaha yang dikelolanya. "Alhamdulillah, sedikit-sedikit saya bisa menabung selain pendapatan juga untuk kebutuhan harian," kata Halimah semringah.
BERITA16/01/2025 | Humas
Makin Berdaya dengan Program ZMart Kalteng Berkah, Sumekar: Bikin Pelanggan Nyaman
Makin Berdaya dengan Program ZMart Kalteng Berkah, Sumekar: Bikin Pelanggan Nyaman
PALANGKA RAYA – Beberapa bulan mengikuti pendampingan dan menerima program ZMart Kalteng Berkah dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), perubahan dirasakan Muhammad Sumekar. Antara lain pendapatan keluarganya yang kini semakin meningkat. Pria warga Jalan Panglima Batur, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalteng, ini mengaku sudah mulai lebih berdaya dengan usaha warung kecil yang dikelolanya. “Selain untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga, keuntungan dari usaha juga bisa membayar beberapa cicilan dan menambah modal usaha. Alhamdulillah bisa lebih berkembang,” kata Sumekar. Dalam menjalankan usaha yang menjadi tulang punggung keluarganya, pria 56 tahun yang memiliki satu putra ini tak kikir untuk berbagi tips dalam memberikan pelayanan. Selain ketersediaan stok barang yang dijual, sikap ramah kepada pelanggan juga menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Sikap ramah dimaksud bisa sekadar bertanya tentang kabar kepada pelanggan dan mengajak mereka berbincang ringan. Melalui cara ini, rasa kekeluargaan sekaligus silaturahmi dengan pelanggan bisa terjalin. “Kenyamanan dan rasa kekeluargaan ini yang penting untuk dijalin. Apalagi pelanggan tetap yang sering belanja juga kebanyakan tetangga sekitar sini,” kata dia. Sumekar juga selalu memperhatikan ketersediaan stok barang di warungnya. Itu pula yang membuatnya setiap hari pergi berbelanja berbagai barang agar stok selalu tersedia. ZMart merupakan program pemberdayaan ekonomi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berupa usaha ritel mikro yang diberikan kepada mustahik dalam upaya meningkatkan kapasitas dan eksistensi usahanya. Selain mengatasi kemiskinan di wilayah perkotaan, program ZMart juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan mustahik dengan kemandirian. Di Kalimantan Tengah, program ini mulai dilaksanakan sejak Agustus 2024 untuk 50 penerima program di Kota Palangka Raya. Untuk memastikan program berjalan, BAZNAS juga menyediakan petugas pendamping bagi penerima manfaat dan terus melakukan pemantauan kegiatan usaha melalui pertemuan rutin. Dalam mengelola tempat usahanya, Sumekar mulai buka sejak pukul 05.30 WIB sampai sekitar pukul 21.00 WIB. Omzet harian diperhitungkan mencapai Rp400 ribu. “Setiap hari warung buka untuk melayani pelanggan, kecuali jika ada hal yang mendesak dan memaksa kami harus libur,” terang Sumekar.
BERITA14/01/2025 | Humas
Berkah Zakat BAZNAS, 5 Keluarga di Lampung Selatan Kini Punya Rumah Impian
Berkah Zakat BAZNAS, 5 Keluarga di Lampung Selatan Kini Punya Rumah Impian
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyelesaikan program perbaikan rumah tidak layak huni untuk lima keluarga mustahik di Kabupaten Lampung Selatan. Program ini merupakan hasil kolaborasi BAZNAS RI dengan BAZNAS Kabupaten Lampung Selatan. Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Abdul Jamal, warga Desa Kemukus, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Rumahnya yang semula dalam kondisi memprihatinkan kini telah berubah menjadi hunian yang layak dengan lantai yang sudah diplester, dinding yang kokoh, serta atap yang tidak bocor. "Alhamdulillah, sekarang rumah sudah bersih dan layak untuk ditinggali bersama keluarga. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan ini," ungkap Abdul Jamal dengan penuh kebahagiaan saat melihat rumahnya yang telah direnovasi. Program perbaikan rumah ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan mustahik melalui penyediaan tempat tinggal yang layak. Selain perbaikan fisik bangunan, program ini juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup para penerima manfaat dengan menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman. Transformasi rumah Abdul Jamal menunjukkan perubahan signifikan, dari kondisi atap yang rusak dan dinding yang rapuh, kini telah berubah menjadi bangunan kokoh dengan interior yang lebih nyaman. Perubahan ini memberikan dampak positif bagi kehidupan sehari-hari keluarganya. Program Rumah Layak Huni ini menjadi bukti nyata peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat, khususnya bagi para mustahik yang membutuhkan bantuan untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak. Melalui program ini, diharapkan para penerima manfaat dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan bermartabat.
BERITA13/01/2025 | Kontributor : Anita Editor : Ayu
Sahabat BAZNAS jangan sia-siakan kesempatan untuk memperbaiki diri dibulan yang penuh berkah
Sahabat BAZNAS jangan sia-siakan kesempatan untuk memperbaiki diri dibulan yang penuh berkah
Sahabat BAZNAS jangan sia-siakan kesempatan untuk memperbaiki diri dibulan yang penuh berkah. Yuks perbanyak ibadah dibulan Rajab
BERITA31/12/2024 | Humas
Omzet Guru Ngaji Ini Naik Drastis Berkat Program ZMart Kalteng Berkah
Omzet Guru Ngaji Ini Naik Drastis Berkat Program ZMart Kalteng Berkah
PALANGKA RAYA - Beberapa bulan menjalankan program ZMart Kalteng Berkah dan rutin mengikuti pendampingan, Antung Marhamah kini merasakan perkembangan dari hasil usaha yang dikelolanya. Warga Jalan Sakan VIII, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, ini menjadikan kepuasan dan kenyamanan pelanggan dalam berbelanja sebagai satu hal yang menjadi perhatian khusus. "Alhamdulillah omzet penjualan harian stabil. Caranya dengan belanja ke distributor setiap hari, sehingga bahan kebutuhan pelanggan bisa segera disediakan," kata Antung Marhamah. Bagi sebagian pedagang, belanja bahan kebutuhan untuk warung setiap hari mungkin ribet. Namun bagi Antung Marhamah, hal itu justru menjadi tantangan demi kenyamanan dan kepuasan pelanggan. Diceritakan, omzet harian Antung saat ini sebesar Rp250 ribu dan selanjutnya di belanja barang bekisar Rp150 ribu sampai Rp 200 ribu. "Selebihnya, keuntungan digunakan bagi biaya kebutuhan harian termasuk untuk menabung dan menambah modal usaha," kata dia. Selain memenuhi barang kebutuhan pelanggan secara harian, Antung juga menyisihkan waktu sambil berjualan dengan mengajar mengaji Al-Qur'an terhadap sejumlah anak di sekitar tempat tinggalnya. Ternyata aktivitasnya juga memberikan keberkahan tersendiri, karena peluang dalam berusaha semakin terbuka dengan menambah jualan piscok dan pentol pedas. "Ini tidak lepas dari manajemen keuangan yang diatur dan diajarkan melalui program pendampingan ZMart Kalteng Berkah," timpal dia.
BERITA31/12/2024 | Humas
Peringkat Ke- Tiga, BAZNAS RI Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024
Peringkat Ke- Tiga, BAZNAS RI Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meraih "Predikat Informatif" pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2024 menduduki peringkat ketiga dengan nilai 97,38. Penghargaan ini diterima oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA, dalam acara yang diselenggarakan Komisi Informasi Pusat (KI Pusat) di Jakarta. Menurutnya, pencapaian ini melanjutkan keberhasilan tahun lalu, di mana pada 2023 BAZNAS untuk pertama kalinya mendapatkan Predikat Informatif dengan nilai 94,21, dan menempati peringkat keempat dalam kategori yang sama. "Alhamdulillah, tahun ini BAZNAS kembali mendapat Predikat Informatif untuk yang kedua kalinya. Kami mengucapkan terima kasih kepada Komisi Informasi Pusat atas penghargaan ini. Jika sebelumnya kami berada di peringkat keempat, kini alhamdulillah naik ke posisi ketiga. Semoga di masa mendatang kami bisa mencapai hasil yang lebih baik," ungkap Noor Achmad. Kiai Noor menekankan seluruh amilin dan amilat BAZNAS bekerja keras untuk menjaga amanah para muzaki dan memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga ini. "Penghargaan ini adalah wujud nyata atas dedikasi BAZNAS dalam membangun kepercayaan masyarakat," tambahnya. Kiai Noor menjelaskan, pengelolaan dana zakat membutuhkan tingkat akuntabilitas yang tinggi. Zakat, infak, dan sedekah yang diterima dari para muzaki harus dikelola secara transparan agar bisa disalurkan secara tepat dan berdaya guna, sehingga kepercayaan masyarakat dapat terus terjaga. Selain itu, BAZNAS secara konsisten meningkatkan kesadaran dan kinerja semua pihak di lingkup lembaga untuk memahami pentingnya keterbukaan informasi publik. "Penghargaan ini akan menjadi pendorong bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat," tutup Noor.
BERITA27/12/2024 | KONTRI : RIPALDI, EDITOR : AYU
Terima Program RLH BAZNAS, Mbah Ani Berencana Undang Ibu-ibu Pengajian
Terima Program RLH BAZNAS, Mbah Ani Berencana Undang Ibu-ibu Pengajian
PALANGKA RAYA - Senyum bahagia terpancar di wajah Mariani (76). Ini ketika pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (19/12/2024), melakukan kunjungan ke tempat tinggalnya Ditemui di Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, perempuan yang akrab disapa Mbah Ani tiada henti-hentinya menyampaikan ucapan terima kasih. "Terima kasih para muzaki yang telah membantu perbaiki rumah saya sehingga menjadi rumah layak huni. Terima kasih juga BAZNAS," ucap Mbah Ani. Mbah Ani merupakan salah satu dari penerima program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). Sejak sekitar 2 minggu terakhir dia juga sempat pindah tidur karena rumahnya sedang direnovasi total. "Lantai rumahnya baru disemen. Jadi baru malam ini saya akan mulai tidur di sini. Alhamdulillah, pekerjaannya rapi dan bahan-bahannya kokoh," kata Mbah Ani. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja pembuat batu bata merah ini mengaku sebelumnya selalu khawatir karena tempat tinggalnya yang telah reyot, sewaktu-waktu bisa ambruk. Apalagi kalau hujan, atapnya juga banyak yang bocor. Bagian tengah rumah, selama bertahun-tahun sempat dipasang kayu sebagai tongkat untuk mencegah kuda-kuda atap yang telah lentur menjadi patah. "Waktu itu, kalau angin kencang saya selalu takut atapnya runtuh," kenang Mbah Ani. Kini dengan rumah berukuran 6x7 meter dan dibangun dengan bahan yang kokoh secara permanen, Mbah Ani merasa jauh lebih tenang. Bahkan karena juga lebih lapang, dia berencana sesekali akan menggelar pengajian dengan mengundang ibu-ibu jemaah di masjid dekat tempat tinggalnya. Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Mustain Khaitami, menyatakan RLHB merupakan salah satu program unggulan BAZNAS dalam upaya turut menyediakan hunian yang layak dan sehat bagi mustahik. "Tentu saja, program RLHB ini dapat terlaksana berkat dukungan banyak pihak, termasuk dari para agniya dan orang-orang baik yang telah menitipkan zakat, infak, maupun sedekahnya melalui BAZNAS," kata Khaitami.
BERITA19/12/2024 | Humas
Inovasi Silase BAZNAS Dongkrak Kesejahteraan  Peternak Desa Somosari
Inovasi Silase BAZNAS Dongkrak Kesejahteraan Peternak Desa Somosari
BAZNAS bersama Yayasan Chamim Abdul Rasyid membawa angin segar bagi para peternak di Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara. Melalui inovasi pakan silase dan program pengobatan domba, kini kesejahteraan para peternak mulai meningkat secara signifikan. Bagi peternak kecil seperti Surya, tantangan utama yang sering dihadapi adalah ketersediaan pakan ternak, terutama saat musim kemarau. “Sebelumnya kami sering kesulitan menyediakan pakan untuk domba-domba kami. Kalau pakan kurang, ternak jadi kurus, sulit dijual, dan pendapatan berkurang. Ini jadi masalah lama yang belum ada solusinya,” cerita Surya. Namun, harapan itu mulai muncul ketika BAZNAS hadir memberikan pendampingan melalui program inovasi silase. Silase adalah metode fermentasi pakan hijauan yang dapat diawetkan dalam jangka panjang tanpa kehilangan kandungan nutrisinya. Dengan metode ini, peternak Desa Somosari kini mampu menjaga ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun, bahkan di musim sulit sekalipun. Program ini tidak hanya berfokus pada pembuatan pakan silase saja. BAZNAS juga memberikan pendampingan berupa pelatihan, pembinaan, serta akses untuk perawatan kesehatan domba. Hasilnya, sebanyak 151 ekor ternak domba kini terawat optimal. Domba yang sehat dan tumbuh dengan baik pun memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan para peternak. “Setelah menggunakan silase, domba-domba kami lebih sehat dan gemuk. Pakan ini juga lebih hemat waktu dan tenaga, karena bisa disimpan lama. Sekarang, penghasilan kami lebih stabil dan tidak harus bingung cari pakan lagi,” tambah Surya. Tak hanya Surya, peternak lainnya di Somosari turut merasakan manfaat yang sama. Kesejahteraan masyarakat pun mulai meningkat seiring dengan produktivitas yang membaik. Keberadaan BAZNAS sebagai fasilitator benar-benar menjadi titik balik yang diharapkan para peternak. Program ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam mengangkat mustahik agar dapat mandiri dan berkembang. Melalui inovasi dan pendampingan berkelanjutan, BAZNAS memastikan para peternak tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki usaha yang produktif dan berkelanjutan. Kepala Program Pemberdayaan BAZNAS menyampaikan bahwa upaya ini adalah langkah konkret untuk mendorong peningkatan ekonomi desa. “Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain yang memiliki potensi peternakan. Dengan inovasi sederhana seperti silase, para peternak bisa menjaga produktivitas ternak sekaligus meningkatkan pendapatan mereka,” ujarnya. Keberhasilan inovasi silase di Desa Somosari membuktikan bahwa sinergi antara teknologi sederhana dan pendampingan yang tepat mampu memberikan perubahan besar. Kini, para peternak di Somosari memiliki harapan baru untuk kehidupan yang lebih sejahtera, berkat peran aktif BAZNAS dan dukungan berbagai pihak.(Sumber : BAZNAS RI)
BERITA17/12/2024 | kontri : Amalia, Editor : Pu3
BAZNAS RI Distribusikan 1.710 Paket ZChicken bagi Penyintas Kebakaran di Kemayoran
BAZNAS RI Distribusikan 1.710 Paket ZChicken bagi Penyintas Kebakaran di Kemayoran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan 1.710 paket ZChicken kepada penyintas kebakaran di wilayah Kemayoran Gempol, RT 002/005, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2024). Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan MA menyatakan bahwa BAZNAS telah mendistribusikan nasi ayam goreng krispi ZChicken sebagai bentuk sajian bergizi bagi para korban kebakaran di Kemayoran. "Bantuan ini merupakan upaya kami untuk membantu memenuhi asupan gizi masyarakat penyintas kebakaran," ujar Saidah dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta. Menurut Saidah, paket makanan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban mereka dalam situasi yang sulit ini. “Bantuan yang diberikan ini sangat multimanfaat, karena banyak pihak yang mendapatkan manfaatnya. Selain penyintas kebakaran yang menerima bantuan makanan siap saji, manfaatnya juga dirasakan oleh para mustahik binaan BAZNAS yang mendapat dukungan dari program ZChicken,” kata Saidah. Saidah menyatakan bahwa BAZNAS akan terus berupaya memberikan bantuan yang diperlukan oleh penyintas kebakaran di Kemayoran. "Saat ini, BAZNAS juga bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan pendataan menyeluruh di posko pengungsian. Pendataan ini penting untuk memastikan bahwa seluruh bantuan tersalurkan secara tepat sasaran dan sesuai kebutuhan para korban," jelasnya. Selain distribusi makanan, lanjut Saidah, BAZNAS juga melakukan proses verifikasi untuk memberikan bantuan sewa hunian sementara kepada penyintas yang membutuhkan. "Langkah ini diambil agar para korban kebakaran dapat segera memiliki tempat tinggal yang layak selama masa pemulihan," tuturnya. BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, terutama dalam situasi darurat seperti ini. "Semoga langkah ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para penyintas dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berbuat kebaikan," ucapnya.(Sumber: BAZNAS RI)
BERITA15/12/2024 | KONTRI : NIKITA, EDITOR : NOVAN
Kisah Sukses Balai Ternak Sukabumi: Zakat Sebagai Solusi Keberlanjutan Pakan
Kisah Sukses Balai Ternak Sukabumi: Zakat Sebagai Solusi Keberlanjutan Pakan
Di tengah hamparan rumput yang hijau di Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, berdiri sebuah komunitas yang penuh semangat: Berkah Tani. Kelompok ini menjadi salah satu penerima manfaat program Balai Ternak yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Dengan dukungan penuh dari dana zakat, mereka berhasil mengatasi tantangan utama yang sering dihadapi peternak domba: ketersediaan pakan. Salah satu peserta kelompok Berkah Tani adalah Ridwan. Setiap pagi, ia bersama anggota kelompok lainnya mengumpulkan tiga karung rumput segar untuk memberi makan ternak domba mereka. Rutinitas ini adalah bagian dari upaya memastikan keberlanjutan usaha peternakan yang menjadi sumber penghidupan bagi mereka. Sebelum bergabung dengan program BAZNAS, Ridwan menghadapi berbagai kendala dalam usahanya beternak domba. “Dulu, mencari pakan ternak menjadi tantangan besar. Ketika musim kemarau tiba, rumput segar sulit didapatkan, dan kami harus membeli pakan tambahan yang mahal,” ungkap Ridwan. Kondisi ini membuat keuntungan dari usaha ternaknya sangat minim, bahkan sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, situasi berubah drastis ketika program Balai Ternak BAZNAS hadir di Desa Cimanggu. Melalui program ini, Ridwan dan anggota kelompok lainnya tidak hanya mendapatkan bantuan modal berupa bibit domba, tetapi juga pendampingan intensif untuk mengelola pakan secara mandiri. “Kami diajarkan cara memanfaatkan lahan kosong untuk menanam rumput gajah. Hasilnya, sekarang kami tidak lagi kesulitan mencari pakan,” ujar dia menjelaskan. Salah satu kunci keberhasilan program ini adalah pendekatan berkelanjutan yang diterapkan oleh BAZNAS. Dengan bimbingan tenaga ahli, kelompok Berkah Tani belajar menanam rumput gajah dan memanfaatkan limbah pertanian sebagai alternatif pakan. Metode ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pakan komersial, tetapi juga menekan biaya produksi. Ridwan menjelaskan, setiap pagi, mereka bersama-sama mengumpulkan rumput untuk kebutuhan ternak. "Selain itu, kami juga diajarkan cara membuat silase, yaitu pakan fermentasi yang bisa disimpan untuk jangka waktu lama. Ini sangat membantu, terutama saat musim kemarau.” Program Balai Ternak tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas peternakan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan jumlah ternak yang semakin bertambah dan kondisi kesehatan ternak yang terjaga, pendapatan kelompok tani ini meningkat secara konsisten. “Sekarang, setiap panen domba, pendapatan kami jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Kami bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan bahkan menabung untuk keperluan lain,” kata Ridwan dengan rasa syukur. Keberhasilan ini juga berdampak pada perekonomian desa. Banyak warga yang terlibat dalam proses perawatan ternak, mulai dari pemanenan rumput hingga pengemasan silase. Selain itu, program ini membuka peluang bagi warga lain untuk belajar beternak domba dengan metode yang lebih modern dan efisien. Program Balai Ternak adalah salah satu inisiatif strategis BAZNAS untuk memberdayakan mustahik melalui sektor peternakan. Dana zakat yang dihimpun dari umat Islam digunakan untuk memberikan bantuan modal, pelatihan, dan pendampingan kepada peternak kecil seperti Ridwan. Dengan pendekatan yang holistik, program ini tidak hanya bertujuan mengentaskan kemiskinan, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi bagi para penerimanya. Beberapa waktu lalu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA di Jakarta, menegaskan tentang urgensi program ini. “Kami ingin memastikan bahwa zakat yang dihimpun benar-benar memberi dampak yang nyata bagi mustahik. Program Balai Ternak dirancang untuk membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujarnya. Kisah Ridwan dan kelompok Berkah Tani adalah bukti nyata bagaimana zakat dapat menjadi solusi bagi berbagai permasalahan ekonomi. Dengan dukungan yang berkelanjutan dari umat Islam, program seperti Balai Ternak mampu memberikan harapan baru bagi mustahik di seluruh Indonesia. Ridwan berharap program ini terus berlanjut dan semakin banyak petani lain yang bisa merasakan manfaatnya. Dengan ilmu dan bantuan yang diberikan BAZNAS, kami bisa mandiri dan membantu orang lain di sekitar kami,” kata dia. Sebagai salah satu pilar Islam, zakat memiliki peran penting dalam menciptakan keseimbangan sosial dan ekonomi. Melalui lembaga seperti BAZNAS, zakat dapat dikelola secara profesional dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Dengan pengelolaan yang transparan, umat Islam dapat yakin bahwa zakat mereka membawa manfaat besar bagi sesama. Ridwan mengajak umat Islam untuk terus mendukung BAZNAS. “Apa yang kami capai sekarang adalah berkat zakat dari saudara-saudara kita. Semoga semakin banyak yang sadar akan pentingnya berzakat, sehingga semakin banyak pula yang terbantu,” ucapnya. Program Balai Ternak Sukabumi adalah salah satu dari banyak inisiatif BAZNAS yang membuktikan bahwa zakat dapat menjadi solusi nyata untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan pendekatan yang berkelanjutan dan berorientasi pada pemberdayaan, zakat tidak hanya menjadi kewajiban agama, tetapi juga sarana transformasi sosial.(Sumber: BAZNAS RI)
BERITA12/12/2024 | Kontri: Ahmad Ripaldi, Editor: YMK
BAZNAS RI Distribusikan Daging Dam Jemaah Haji untuk Warga Indonesia di Arab Saudi
BAZNAS RI Distribusikan Daging Dam Jemaah Haji untuk Warga Indonesia di Arab Saudi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menyalurkan ribuan paket daging olahan Dam jemaah haji kepada warga Indonesia yang bermukim di empat wilayah Arab Saudi, yaitu Riyadh, Buraydah, Damman, dan Mekah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengungkapkan bahwa total 6.298 paket daging olahan dibagikan kepada 4.348 penerima manfaat. "Alhamdulillah, BAZNAS RI kembali diberi kepercayaan untuk menyalurkan Dam jemaah haji. Ini merupakan amanah besar untuk mengelola Dam jemaah haji secara profesional dan berdampak langsung pada mereka yang membutuhkan," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis pada Senin (9/12/2024). Kiai Noor menekankan bahwa program ini adalah wujud nyata dari pengelolaan Dam yang transparan, profesional, dan tepat sasaran. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung warga Indonesia di Arab Saudi yang membutuhkan. "6.298 paket daging Dam jemaah haji Indonesia yang telah dikemas berupa daging olahan tersebut terdiri dari 2.599 paket daging olahan seberat 500 gram, 712 paket daging olahan seberat 2 kilogram, dan 2.987 paket daging olahan seberat 2,5 kilogram," jelasnya. Program ini, menurut Kiai Noor, mencerminkan kepedulian sosial yang melintasi batas negara. Paket-paket tersebut menjadi simbol solidaritas dari jemaah haji Indonesia bagi sesama warga. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Agama RI, BPKH, para jemaah haji yang telah menunaikan Dam, dan seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya program ini. Semoga kebaikan ini membawa keberkahan bagi semua pihak, baik yang menerima maupun yang memberi,” ungkapnya. Kiai Noor berharap program ini dapat diperluas di masa depan agar semakin banyak warga yang menerima manfaatnya. “Kami berharap nantinya tidak hanya sekitar enam ribu Dam yang disalurkan seperti sekarang ini, tetapi bisa mencapai puluhan ribu bahkan ratusan ribu sesuai dengan jumlah jemaah haji Indonesia,” tambahnya. Penyaluran ini merupakan kali kedua pada tahun 2024. Sebelumnya, BAZNAS RI telah menyalurkan 10 ribu paket daging Dam jemaah haji untuk sekolah Indonesia di Mekah pada 20 Juni 2024, masing-masing dengan berat 2,5 kilogram per paket.(Sumber: BAZNAS RI)
BERITA11/12/2024 | Kontri: izzar, Editor: novan
BAZNAS dan Nobby Official Luncurkan Program Sedekah Penjualan Produk untuk Palestina
BAZNAS dan Nobby Official Luncurkan Program Sedekah Penjualan Produk untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Nobby Official menghadirkan Program Sedekah Penjualan Produk yang akan berlangsung selama bulan Desember 2024. Seluruh keuntungan dari penjualan produk Ghazia Collection melalui program ini akan didonasikan sepenuhnya untuk mendukung masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI. Peluncuran program ini dilakukan pada Selasa (3/12/2024) di Gedung BAZNAS RI. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan, mewakili Pimpinan BAZNAS Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM; Direktur sekaligus Founder Nobby, Unilahwati; serta Komisaris Nobby Official, Sapari. Dalam sambutannya, H. Rizaludin Kurniawan menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu inovasi penting untuk menghimpun Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) demi memberikan manfaat bagi masyarakat Palestina. “Program ini adalah wujud nyata komitmen BAZNAS dalam menghadirkan solusi yang inovatif untuk mengajak masyarakat berpartisipasi mendukung saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Rizaludin. Ia juga berharap program ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Palestina. “Semoga setiap langkah kebaikan yang kita lakukan melalui program ini mendapatkan keberkahan dan pahala,” tambahnya. Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan, menegaskan bahwa kolaborasi ini mencerminkan semangat kedermawanan Indonesia, yang telah diakui sebagai negara paling dermawan di dunia selama lima tahun terakhir. “Ini adalah bukti bahwa masyarakat Indonesia memiliki budaya berbagi yang kuat. Kami percaya kerja sama ini adalah langkah strategis yang membawa manfaat besar, tidak hanya bagi Palestina, tetapi juga untuk memperkuat posisi brand Nobby di hati masyarakat,” jelas Fitriansyah. Komisaris Nobby Official, Sapari, juga menyampaikan antusiasmenya terhadap kerja sama ini. Ia menjelaskan bahwa program tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin berdonasi kepada Palestina dengan cara membeli produk Ghazia Collection. “Seluruh keuntungan dari penjualan produk Ghazia Collection selama bulan Desember akan didonasikan untuk saudara-saudara kita di Palestina melalui BAZNAS,” ungkapnya. Sapari juga berharap program ini menjadi ladang amal bagi umat Islam yang berpartisipasi. “Dengan membeli produk ini, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan kita, tetapi juga membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina. Semoga program ini menjadi jalan keberkahan dan amal kebaikan bagi kita semua,” tutupnya.(Sumber: BAZNAS RI)
BERITA10/12/2024 | KONTRI : RIPALDI, EDITOR : PUTRI
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Tengah.

Lihat Daftar Rekening →