WhatsApp Icon
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Kalteng Siap Kolaborasi dengan BAZNAS

Palangka Raya – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah menjajaki peluang kolaborasi dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya percepatan penurunan stunting.

Penjajakan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah dengan Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Kalimantan Tengah, Muhammad Iqbal Apriansyah, SH,M.PH, di Palangka Raya, Senin (20/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, BKKBN memaparkan salah satu program prioritas nasional, yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Program yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong menjadi "orang tua asuh" bagi keluarga yang berisiko mengalami stunting.

Selain membahas program Genting, kedua belah pihak juga mengidentifikasi sejumlah potensi sinergi yang dapat diwujudkan melalui program-program pemberdayaan dan pendistribusian BAZNAS kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah, Hj. Saidah Suryani, menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. 

Menurutnya, berbagai program BAZNAS memiliki keterkaitan erat dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam mendukung penanganan stunting.

"Karena pada dasarnya salah satu tujuan dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS adalah untuk menyejahterakan umat," kata Saidah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Kalimantan Tengah, Muhammad Iqbal Apriansyah, menyatakan kesiapan pihaknya untuk membangun kolaborasi dengan BAZNAS dalam menyukseskan program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan berbagai potensi zakat, infak, dan sedekah dapat dioptimalkan untuk mendukung program pemberdayaan keluarga, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta percepatan penurunan angka stunting di Kalimantan Tengah.

Setelah audiensi, pimpinan BAZNAS Kalteng pada kesempatan itu juga melakukan sosialisasi kepada aparatur di lingkungan BKKBN terkait pengelolaan ZIS dan pembentukan Unit Pengumpul Zakat di lembaga tersebut.

20/07/2026 | Kontributor: Ami
BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Salurkan Bantuan bagi Pasien Tuberkulosis (TB)

PALANGKA RAYA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program kemanusiaan melalui penyaluran bantuan kepada pasien Tuberkulosis (TB) di Kota Palangka Raya.

Bantuan disalurkan secara langsung melalui kunjungan ke kediaman penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menjalani pengobatan. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu meringankan beban ekonomi pasien sekaligus memberikan dukungan moral agar tetap semangat dalam menjalani proses pengobatan hingga tuntas.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako dan kebutuhan pokok yang diharapkan dapat menunjang pemenuhan gizi pasien selama masa pemulihan. Pemenuhan gizi yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengobatan Tuberkulosis.

BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah menyadari bahwa penanganan Tuberkulosis tidak hanya membutuhkan dukungan dari sisi medis, tetapi juga perhatian terhadap aspek sosial dan ekonomi keluarga pasien. Oleh karena itu, melalui Program Kalteng Sehat, BAZNAS terus berupaya menghadirkan berbagai bentuk bantuan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah berharap dapat menumbuhkan semangat kepedulian dan gotong royong dalam membantu sesama, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka penyebaran Tuberkulosis di Indonesia.

BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah akan terus mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi mustahik melalui berbagai program di bidang kesehatan, pendidikan, kemanusiaan, ekonomi, dan dakwah.

 

"Melalui zakat, kita hadir untuk menguatkan harapan, meringankan beban, dan mendampingi masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera."

20/07/2026 | Kontributor: Humas
Tindaklanjuti Edaran Kadisdik, Ini Rencana BAZNAS Kalteng

PALANGKA RAYA – Terbitnya Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah tentang Optimalisasi Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) pada SMA, SMK, dan SLB se-Kalimantan Tengah menjadi angin segar.

Betapa tidak, surat edaran itu setidaknya memperbesar peluang meningkatnya kesadaran untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah di lingkungan dunia pendidikan.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah sendiri mulai menyusun rencana tindak lanjut terkait surat edaran dimaksud.

Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Hj. Saidah Suryani didampingi Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM & Umum, Muhammad Efendi,

mengatakan sosialisasi tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat sebagai langkah awal implementasi surat edaran yang diterbitkan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

"Dalam waktu dekat, kami akan melakukan sosialisasi pembentukan UPZ ke SMA, SMK, maupun SLB," ujar Efendi, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, terbitnya Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah di lingkungan pendidikan.

"Terbitnya Surat Edaran tentang Optimalisasi Pengumpulan ZIS pada SMA/SMK/SLB se-Kalteng menunjukkan besarnya perhatian Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah terhadap pentingnya zakat, infak, dan sedekah bagi penguatan ekonomi mustahik," katanya.

Ia menambahkan, pengelolaan zakat melalui lembaga resmi akan memberikan manfaat yang lebih luas karena disalurkan secara terencana, terukur, dan tepat sasaran.

"Yang lebih penting, zakat, infak maupun sedekah jika dikelola secara terencana dan terarah melalui BAZNAS, dapat menjadi salah satu sumber pendanaan dalam upaya pemberdayaan dan pendayagunaan ekonomi yang berkelanjutan," tambah Efendi.

Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Reza Prabowo pada 29 Juni 2026 mengimbau seluruh kepala SMA, SMK, dan SLB di Kalimantan Tengah untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di sekolah masing-masing.

Dalam edaran tersebut dijelaskan bahwa satuan pendidikan yang memiliki jumlah pegawai muslim memadai dapat membentuk kepengurusan UPZ secara mandiri melalui musyawarah internal pegawai muslim dengan pembinaan teknis dari BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah.

Edaran itu juga mengatur bahwa apabila kepala sekolah atau pejabat berwenang merupakan pegawai non-muslim, maka kepengurusan teknis UPZ dapat difasilitasi oleh guru atau tenaga kependidikan Mlmuslim yang ditunjuk secara sukarela.

Selain itu, penghimpunan zakat pendapatan tidak menggunakan sistem pemotongan gaji (payroll system), melainkan dilakukan melalui penyetoran mandiri oleh masing-masing pegawai Muslim atau melalui pengumpulan kolektif oleh pengurus UPZ sekolah untuk selanjutnya disetorkan ke rekening resmi BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah.

BAZNAS Kalimantan Tengah berharap pembentukan UPZ di lingkungan SMA, SMK, dan SLB dapat memperkuat penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di sektor pendidikan.

Dana yang terhimpun nantinya diharapkan mampu mendukung berbagai program sosial, pendidikan, beasiswa, dan pemberdayaan ekonomi yang diprioritaskan bagi para mustahik di lingkungan satuan pendidikan maupun masyarakat yang membutuhkan. 

16/07/2026 | Kontributor: Ami
Kadisdik Terbitkan Edaran Agar Kepala SLTA se-Kalteng Bentuk UPZ BAZNAS

PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menerbitkan surat edaran yang mengimbau seluruh kepala SMA, SMK, dan SLB se-Kalimantan Tengah untuk membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan satuan pendidikan masing-masing.

Surat edaran yang ditandatangani pada 29 Juni 2026 tersebut ditujukan kepada seluruh kepala SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Kalimantan Tengah sebagai tindak lanjut penguatan pengelolaan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam surat edaran itu disebutkan, bahwa satuan pendidikan yang memiliki jumlah pegawai muslim memadai dapat membentuk kepengurusan UPZ secara mandiri melalui musyawarah internal.

"Bagi satuan pendidikan yang memiliki jumlah pegawai Muslim memadai, dapat membentuk pengurus UPZ tingkat sekolah secara mandiri melalui musyawarah internal pegawai muslim, untuk selanjutnya berkoordinasi dan di bawah bimbingan teknis Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah," demikian bunyi salah satu poin pada surat edaran tersebut.

Surat edaran itu juga mengatur mekanisme apabila kepala sekolah atau Kepala Subbagian Tata Usaha dijabat oleh pegawai non-muslim. Dalam kondisi tersebut, fasilitasi, koordinasi, dan kepengurusan teknis UPZ sekolah diserahkan kepada guru atau tenaga kependidikan muslim yang ditunjuk secara sukarela di lingkungan satuan pendidikan.

Selain itu, Dinas Pendidikan menegaskan bahwa mekanisme penghimpunan zakat pendapatan tidak dilakukan melalui sistem pemotongan gaji (payroll system). Hal ini mengingat penggajian dan tunjangan profesi aparatur sipil negara pada satuan pendidikan tidak dikelola langsung oleh bendahara sekolah.

Sebagai gantinya, penghimpunan zakat dilakukan melalui penyetoran mandiri oleh masing-masing pegawai muslim atau melalui pengumpulan kolektif secara sukarela oleh pengurus UPZ sekolah yang kemudian disetorkan ke rekening resmi BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam aspek kelembagaan, hubungan antara UPZ satuan pendidikan dengan UPZ Dinas Pendidikan Provinsi bersifat administratif dan koordinatif. Kepala sekolah yang telah membentuk pengurus UPZ diwajibkan melaporkan susunan kepengurusan kepada UPZ Dinas Pendidikan Provinsi sebagai data eksistensi dan pembinaan.

Surat edaran tersebut juga mengatur bahwa pengelolaan dan pendayagunaan dana zakat yang dihimpun melalui UPZ satuan pendidikan dapat dikoordinasikan bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah agar memberikan manfaat yang optimal dan berkeadilan.

Dana yang terkumpul nantinya dapat disalurkan dalam berbagai program kemanfaatan, seperti bantuan sosial, program pemberdayaan, maupun beasiswa yang diprioritaskan bagi mustahik atau penerima manfaat di lingkungan satuan pendidikan masing-masing.

Melalui kebijakan tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah berharap terbentuknya UPZ di seluruh SMA, SMK, dan SLB dapat memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus meningkatkan kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program-program BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah.

16/07/2026 | Kontributor: Ami
BAZNAS Kalteng Dukung Rumaisha Ikuti IGYS di Malaysia

PALANGKA RAYA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah memberikan dukungan kepada Rumaisha Rahmaniar, mahasiswa Universitas Palangka Raya, untuk mengikuti Indonesia Golden Youth Summit (IGYS) yang akan diselenggarakan di Malaysia pada 21-25 Agustus 2026.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan biaya tiket keberangkatan sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi dan kesempatan yang diraih Rumaisha sebagai salah satu peserta dalam forum kepemudaan bertaraf internasional tersebut.

Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Hj. Saidah Suryani melalui Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Mustain Khaitami, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda daerah.

"Pada dasarnya, bantuan yang diberikan sebagai bentuk dukungan BAZNAS kepada generasi muda potensial di masa depan. Apalagi Rumaisha merupakan satu-satunya utusan dari Kalimantan Tengah," ujar Khaitami.

Ia berharap keikutsertaan Rumaisha dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasasional.

Wakil Ketua BAZNAS Kalteng bidang Penghimpunan H. Tuaini Ismail serta Wakil Ketua Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan H. Sugiyanto yang turut mendampingi saat penyerahan bantuan, mengatakan bahwa investasi terhadap sumber daya manusia merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat yang memiliki dampak jangka panjang, terutama dalam mencetak pemimpin muda yang berintegritas, berwawasan global, dan tetap memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Rumaisha Rahmaniar dijadwalkan mengikuti Indonesia Golden Youth Summit (IGYS) di Kuala Lumpur, Malaysia, bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para pemuda terpilih untuk memperluas wawasan internasional, membangun jejaring lintas daerah dan negara, serta mengembangkan kapasitas kepemimpinan.

Indonesia Golden Youth Summit merupakan program pengembangan kepemudaan yang mempertemukan pemuda berprestasi dari berbagai provinsi di Indonesia dalam rangkaian seminar, pelatihan kepemimpinan, diskusi lintas budaya, kunjungan edukatif, serta pertukaran gagasan mengenai inovasi, pendidikan, kewirausahaan, dan kontribusi pemuda dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Melalui kegiatan tersebut, peserta juga berkesempatan memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus memperluas kolaborasi dengan komunitas dan institusi di tingkat internasasional.

"Dengan dukungan ini diharapkan Rumaisha dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara optimal serta membawa pengalaman dan jejaring yang diperoleh untuk memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah, khususnya dalam pemberdayaan generasi muda di Kalimantan Tengah," kata Khaitami.

16/07/2026 | Kontributor: Ami

Berita Terbaru

Kisah Sukses Balai Ternak Sukabumi: Zakat Sebagai Solusi Keberlanjutan Pakan
Kisah Sukses Balai Ternak Sukabumi: Zakat Sebagai Solusi Keberlanjutan Pakan
Di tengah hamparan rumput yang hijau di Desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, berdiri sebuah komunitas yang penuh semangat: Berkah Tani. Kelompok ini menjadi salah satu penerima manfaat program Balai Ternak yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Dengan dukungan penuh dari dana zakat, mereka berhasil mengatasi tantangan utama yang sering dihadapi peternak domba: ketersediaan pakan. Salah satu peserta kelompok Berkah Tani adalah Ridwan. Setiap pagi, ia bersama anggota kelompok lainnya mengumpulkan tiga karung rumput segar untuk memberi makan ternak domba mereka. Rutinitas ini adalah bagian dari upaya memastikan keberlanjutan usaha peternakan yang menjadi sumber penghidupan bagi mereka. Sebelum bergabung dengan program BAZNAS, Ridwan menghadapi berbagai kendala dalam usahanya beternak domba. “Dulu, mencari pakan ternak menjadi tantangan besar. Ketika musim kemarau tiba, rumput segar sulit didapatkan, dan kami harus membeli pakan tambahan yang mahal,” ungkap Ridwan. Kondisi ini membuat keuntungan dari usaha ternaknya sangat minim, bahkan sering kali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, situasi berubah drastis ketika program Balai Ternak BAZNAS hadir di Desa Cimanggu. Melalui program ini, Ridwan dan anggota kelompok lainnya tidak hanya mendapatkan bantuan modal berupa bibit domba, tetapi juga pendampingan intensif untuk mengelola pakan secara mandiri. “Kami diajarkan cara memanfaatkan lahan kosong untuk menanam rumput gajah. Hasilnya, sekarang kami tidak lagi kesulitan mencari pakan,” ujar dia menjelaskan. Salah satu kunci keberhasilan program ini adalah pendekatan berkelanjutan yang diterapkan oleh BAZNAS. Dengan bimbingan tenaga ahli, kelompok Berkah Tani belajar menanam rumput gajah dan memanfaatkan limbah pertanian sebagai alternatif pakan. Metode ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pakan komersial, tetapi juga menekan biaya produksi. Ridwan menjelaskan, setiap pagi, mereka bersama-sama mengumpulkan rumput untuk kebutuhan ternak. "Selain itu, kami juga diajarkan cara membuat silase, yaitu pakan fermentasi yang bisa disimpan untuk jangka waktu lama. Ini sangat membantu, terutama saat musim kemarau.” Program Balai Ternak tidak hanya membantu meningkatkan produktivitas peternakan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Dengan jumlah ternak yang semakin bertambah dan kondisi kesehatan ternak yang terjaga, pendapatan kelompok tani ini meningkat secara konsisten. “Sekarang, setiap panen domba, pendapatan kami jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Kami bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan bahkan menabung untuk keperluan lain,” kata Ridwan dengan rasa syukur. Keberhasilan ini juga berdampak pada perekonomian desa. Banyak warga yang terlibat dalam proses perawatan ternak, mulai dari pemanenan rumput hingga pengemasan silase. Selain itu, program ini membuka peluang bagi warga lain untuk belajar beternak domba dengan metode yang lebih modern dan efisien. Program Balai Ternak adalah salah satu inisiatif strategis BAZNAS untuk memberdayakan mustahik melalui sektor peternakan. Dana zakat yang dihimpun dari umat Islam digunakan untuk memberikan bantuan modal, pelatihan, dan pendampingan kepada peternak kecil seperti Ridwan. Dengan pendekatan yang holistik, program ini tidak hanya bertujuan mengentaskan kemiskinan, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi bagi para penerimanya. Beberapa waktu lalu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA di Jakarta, menegaskan tentang urgensi program ini. “Kami ingin memastikan bahwa zakat yang dihimpun benar-benar memberi dampak yang nyata bagi mustahik. Program Balai Ternak dirancang untuk membantu mereka keluar dari lingkaran kemiskinan dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujarnya. Kisah Ridwan dan kelompok Berkah Tani adalah bukti nyata bagaimana zakat dapat menjadi solusi bagi berbagai permasalahan ekonomi. Dengan dukungan yang berkelanjutan dari umat Islam, program seperti Balai Ternak mampu memberikan harapan baru bagi mustahik di seluruh Indonesia. Ridwan berharap program ini terus berlanjut dan semakin banyak petani lain yang bisa merasakan manfaatnya. Dengan ilmu dan bantuan yang diberikan BAZNAS, kami bisa mandiri dan membantu orang lain di sekitar kami,” kata dia. Sebagai salah satu pilar Islam, zakat memiliki peran penting dalam menciptakan keseimbangan sosial dan ekonomi. Melalui lembaga seperti BAZNAS, zakat dapat dikelola secara profesional dan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Dengan pengelolaan yang transparan, umat Islam dapat yakin bahwa zakat mereka membawa manfaat besar bagi sesama. Ridwan mengajak umat Islam untuk terus mendukung BAZNAS. “Apa yang kami capai sekarang adalah berkat zakat dari saudara-saudara kita. Semoga semakin banyak yang sadar akan pentingnya berzakat, sehingga semakin banyak pula yang terbantu,” ucapnya. Program Balai Ternak Sukabumi adalah salah satu dari banyak inisiatif BAZNAS yang membuktikan bahwa zakat dapat menjadi solusi nyata untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan pendekatan yang berkelanjutan dan berorientasi pada pemberdayaan, zakat tidak hanya menjadi kewajiban agama, tetapi juga sarana transformasi sosial.(Sumber: BAZNAS RI)
BERITA12/12/2024 | Kontri: Ahmad Ripaldi, Editor: YMK
BAZNAS RI Distribusikan Daging Dam Jemaah Haji untuk Warga Indonesia di Arab Saudi
BAZNAS RI Distribusikan Daging Dam Jemaah Haji untuk Warga Indonesia di Arab Saudi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menyalurkan ribuan paket daging olahan Dam jemaah haji kepada warga Indonesia yang bermukim di empat wilayah Arab Saudi, yaitu Riyadh, Buraydah, Damman, dan Mekah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengungkapkan bahwa total 6.298 paket daging olahan dibagikan kepada 4.348 penerima manfaat. "Alhamdulillah, BAZNAS RI kembali diberi kepercayaan untuk menyalurkan Dam jemaah haji. Ini merupakan amanah besar untuk mengelola Dam jemaah haji secara profesional dan berdampak langsung pada mereka yang membutuhkan," ujar Kiai Noor dalam keterangan tertulis pada Senin (9/12/2024). Kiai Noor menekankan bahwa program ini adalah wujud nyata dari pengelolaan Dam yang transparan, profesional, dan tepat sasaran. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung warga Indonesia di Arab Saudi yang membutuhkan. "6.298 paket daging Dam jemaah haji Indonesia yang telah dikemas berupa daging olahan tersebut terdiri dari 2.599 paket daging olahan seberat 500 gram, 712 paket daging olahan seberat 2 kilogram, dan 2.987 paket daging olahan seberat 2,5 kilogram," jelasnya. Program ini, menurut Kiai Noor, mencerminkan kepedulian sosial yang melintasi batas negara. Paket-paket tersebut menjadi simbol solidaritas dari jemaah haji Indonesia bagi sesama warga. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Agama RI, BPKH, para jemaah haji yang telah menunaikan Dam, dan seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya program ini. Semoga kebaikan ini membawa keberkahan bagi semua pihak, baik yang menerima maupun yang memberi,” ungkapnya. Kiai Noor berharap program ini dapat diperluas di masa depan agar semakin banyak warga yang menerima manfaatnya. “Kami berharap nantinya tidak hanya sekitar enam ribu Dam yang disalurkan seperti sekarang ini, tetapi bisa mencapai puluhan ribu bahkan ratusan ribu sesuai dengan jumlah jemaah haji Indonesia,” tambahnya. Penyaluran ini merupakan kali kedua pada tahun 2024. Sebelumnya, BAZNAS RI telah menyalurkan 10 ribu paket daging Dam jemaah haji untuk sekolah Indonesia di Mekah pada 20 Juni 2024, masing-masing dengan berat 2,5 kilogram per paket.(Sumber: BAZNAS RI)
BERITA11/12/2024 | Kontri: izzar, Editor: novan
BAZNAS dan Nobby Official Luncurkan Program Sedekah Penjualan Produk untuk Palestina
BAZNAS dan Nobby Official Luncurkan Program Sedekah Penjualan Produk untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Nobby Official menghadirkan Program Sedekah Penjualan Produk yang akan berlangsung selama bulan Desember 2024. Seluruh keuntungan dari penjualan produk Ghazia Collection melalui program ini akan didonasikan sepenuhnya untuk mendukung masyarakat Palestina melalui BAZNAS RI. Peluncuran program ini dilakukan pada Selasa (3/12/2024) di Gedung BAZNAS RI. Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan, mewakili Pimpinan BAZNAS Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM; Direktur sekaligus Founder Nobby, Unilahwati; serta Komisaris Nobby Official, Sapari. Dalam sambutannya, H. Rizaludin Kurniawan menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu inovasi penting untuk menghimpun Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) demi memberikan manfaat bagi masyarakat Palestina. “Program ini adalah wujud nyata komitmen BAZNAS dalam menghadirkan solusi yang inovatif untuk mengajak masyarakat berpartisipasi mendukung saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Rizaludin. Ia juga berharap program ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Palestina. “Semoga setiap langkah kebaikan yang kita lakukan melalui program ini mendapatkan keberkahan dan pahala,” tambahnya. Direktur Pengumpulan Perorangan BAZNAS RI, Fitriansyah Agus Setiawan, menegaskan bahwa kolaborasi ini mencerminkan semangat kedermawanan Indonesia, yang telah diakui sebagai negara paling dermawan di dunia selama lima tahun terakhir. “Ini adalah bukti bahwa masyarakat Indonesia memiliki budaya berbagi yang kuat. Kami percaya kerja sama ini adalah langkah strategis yang membawa manfaat besar, tidak hanya bagi Palestina, tetapi juga untuk memperkuat posisi brand Nobby di hati masyarakat,” jelas Fitriansyah. Komisaris Nobby Official, Sapari, juga menyampaikan antusiasmenya terhadap kerja sama ini. Ia menjelaskan bahwa program tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin berdonasi kepada Palestina dengan cara membeli produk Ghazia Collection. “Seluruh keuntungan dari penjualan produk Ghazia Collection selama bulan Desember akan didonasikan untuk saudara-saudara kita di Palestina melalui BAZNAS,” ungkapnya. Sapari juga berharap program ini menjadi ladang amal bagi umat Islam yang berpartisipasi. “Dengan membeli produk ini, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan kita, tetapi juga membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina. Semoga program ini menjadi jalan keberkahan dan amal kebaikan bagi kita semua,” tutupnya.(Sumber: BAZNAS RI)
BERITA10/12/2024 | KONTRI : RIPALDI, EDITOR : PUTRI
Lebih Berdaya, Begini Kisah Sa'diah Setelah Menerima Program ZMart Kalteng Berkah
Lebih Berdaya, Begini Kisah Sa'diah Setelah Menerima Program ZMart Kalteng Berkah
PALANGKA RAYA - Perubahan ekonomi perlahan dirasakan keluarga Sa'diah. Dengan semangat yang kembali muncul, kini hidup dirasakannya lebih berwarna. Ya, Sa'diah adalah salah seorang sosok ibu rumah tangga yang patut diapresiasi. Pejuang tangguh! "Alhamdulillah, dalam satu minggu saya sudah bisa sampai tiga kali belanja barang untuk kebutuhan kios ke toko agen," kata Sa'diah. Perempuan warga Jalan Tanggaring I Kelurahan Panarung, Kota Palangkaraya, Kalteng, ini merupakan salah satu penerima program ZMart Kalteng Berkah. Setiap bulan, dia juga aktif mengikuti pertemuan kelompok untuk mendapatkan pendampingan usaha. Diceritakan, Sa'diah dan keluarga hidup hanya mengandalkan hasil dari keuntungan berjualan sembako di kios kecil yang dikelolanya bersama suami. Sebelum mendapatkan program ZMart Kalteng Berkah, barang jualan yang dipajang kurang bervariasi. Itu karena modal usaha sering terpakai untuk kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga tidak rutin bisa berbelanja untuk pengadaan barang jualan. Namun semangat baru kembali tumbuh pada diri Sa'diah. Melalui program ZMart Kalteng Berkah, kini perempuan itu memilik target dalam berusaha. "Sejak menerima program ZMart Kalteng Berkah, kini mulai pukul 05.30 saya sudah mulai membuka kios. Alhamdulillah, ada saja yang cari barang kebutuhan untuk di rumah saat pagi-pagi," kata dia berbinar.
BERITA06/12/2024 | Humas
BAZNAS RI Distribusikan 5.000 Paket Sajian Berkah Bergizi untuk Masyarakat Dhuafa di Bekasi
BAZNAS RI Distribusikan 5.000 Paket Sajian Berkah Bergizi untuk Masyarakat Dhuafa di Bekasi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program Bank Makanan melakukan pendistribusian 5.000 paket Sajian Berkah Bergizi untuk masyarakat dhuafa dan yatim di wilayah Bekasi, Jumat (29/11/2024). Pada kesempatan tersebut, BAZNAS mendistribusikan 5.000 paket makanan di wilayah Kecamatan Pondok Gede, Kelurahan Margahayu, Kayuringin Jaya, Kampung Pemulung, Jatiasih, Jatirahayu, Jatikarya, Jatimelati, juga untuk 18 Ponpes dan Panti Asuhan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA. mengungkapkan, BAZNAS RI mengoperasionalkan dapur umum lapangan di berbagai titik di Kota Bekasi dengan memberi 5.000 paket makanan siap saji disiapkan, lengkap dengan sayur dan buah. "Alhamdulillah kami telah menyalurkan 5.000 paket makanan kepada masyarakat dhuafa, yatim di wilayah Bekasi," ungkapnya. Saidah menambahkan, program pendistribusian paket sajian berkah bergizi menjadi upaya BAZNAS dalam rangka memberikan bantuan pemenuhan gizi masyarakat yang membutuhkan. "Tentunya pemberian makanan ini juga sebagai upaya BAZNAS dalam meringankan beban mustahik," lanjut Saidah. Saidah menambahkan, bantuan ini merupakan buah dari kebaikan yang terus dilakukan masyarakat melalui BAZNAS, yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan. "BAZNAS mengucapkan terima kasih atas uluran tangan dari donatur yang telah berbagi dengan masyarakat rentan yang membutuhkan bantuan. Semoga keberkahan selalu menyertai kita semua," ujar Saidah. Program Bank Makanan BAZNAS merupakan salah satu upaya memberikan akses makanan sehat untuk orang yang kekurangan dan membutuhkan melalui pendekatan kolaboratif, yang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu meringankan beban warga terdampak dengan menyediakan makanan bergizi dalam situasi darurat. (Sumber: BAZNAS RI)
BERITA05/12/2024 | Penulis: Lulu, Editor:Putri
Program Zmart Kalteng Berkah, Omzet Bulanan Dahlina Capai Belasan Juta Rupiah
Program Zmart Kalteng Berkah, Omzet Bulanan Dahlina Capai Belasan Juta Rupiah
PALANGKARAYA - Beberapa bulan berjalan, program Zmart di Kota Palangkaraya, Kalteng, mulai dirasakan dampaknya. Indikator penilaian antara lain dengan bertambahnya pendapatan bulanan para penerima program. Evaluasi dan pendampingan bagi para penerima program pun terus dilakukan. Antara lain berupa pertemuan rutin kelompok yang dilaksanakan setiap bulan. "Dari laporan anggota kelompok, sebagian besar menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan," terang Muhtadi, petugas pendamping Zmart dari BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (3/12/2024). Berdasarkan evaluasi bulanan yang dilakukan, kata Muhtadi, kemampuan peserta program Zmart melakukan diversifikasi produk barang jualan menjadi salah satu hal yang turut mendongkrak pendapatan. Seperti yang dilakukan Dahlina, penerima program Zmart di kawasan Jalan Sakan VI Kota Palangkaraya. "Terakhir, omzet bulanannya mencapai Rp13 juta dengan keuntungan sekitar Rp5 juta. Selain barang kebutuhan pokok, bu Dahlina juga menjual produk olahannya sendiri di kios miliknya dan ternyata cukup diminati pembeli," terang Muhtadi. Selain mendata omzet dan perkembangan usaha penerima program Zmart Kalteng Berkah, para penerima program kali ini juga dikenalkan dengan sistem manajemen stock opname. Awalnya, para peserta bingung dengan istilah tersebut. Namun mereka tetap semangat untuk memahami karena sistem pencatatan yang diajarkan disadari sepenuhnya untuk kebaikan mereka sendiri. "Alhamdulillah pertemuan berjalan lancar diselingi canda tawa, meski saat ini sebagian wilayah Mendawai sedang banjir," timpal Muhtadi.
BERITA03/12/2024 | Aya
Optimalisasi Dana Zakat BAZNAS untuk Tingkatkan Akses Kesehatan Nasional
Optimalisasi Dana Zakat BAZNAS untuk Tingkatkan Akses Kesehatan Nasional
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menunjukkan perannya dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia melalui pengelolaan dana zakat yang lebih terarah dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta. Hal ini diungkapkan oleh Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, dalam sebuah rapat yang digelar oleh Kementerian Kesehatan RI terkait kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta, Kamis (28/11/2024). Saidah menjelaskan, potensi zakat yang sangat besar di Indonesia dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program prioritas kesehatan nasional. Melalui pengelolaan dana zakat yang lebih strategis, BAZNAS bertujuan menarik lebih banyak kontribusi dari para muzaki untuk mendanai program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, BAZNAS telah mengalokasikan anggaran yang meningkat setiap tahun untuk mendukung program kesehatan. Fokus utama mencakup layanan kesehatan dasar, respons tanggap darurat, hingga pengentasan masalah stunting yang masih menjadi perhatian serius di banyak wilayah Indonesia, khususnya daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Lebih lanjut, Saidah menegaskan bahwa program-program kesehatan yang dikelola BAZNAS selaras dengan prinsip maqashid syariah, yang salah satunya menekankan pentingnya menjaga jiwa manusia. Pendekatan ini sekaligus memperkuat ikatan spiritual antara muzaki dan mustahik, serta berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan kekurangan gizi. “Kami terbuka untuk kerja sama yang lebih luas demi mendukung prioritas kesehatan nasional. Dengan optimalisasi dana zakat, kami yakin dapat memberikan dampak nyata pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya kelompok mustahik,” tutup Saidah. (Sumber: BAZNAS RI)
BERITA03/12/2024 | Penulis: Fikri Editor:Putri
BAZNAS Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik Melalui Pemberdayaan Peternak Kambing Perah
BAZNAS Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik Melalui Pemberdayaan Peternak Kambing Perah
Di tengah upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung mustahik untuk keluar dari jerat kemiskinan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui program peternakan berkelanjutan, seperti yang terlihat di Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Herman, seorang anggota Kelompok Peternak Galuh Sejahtera, menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan program ini. Ia bukan sekadar peternak biasa, tetapi seorang pionir yang berperan aktif dalam memeriksa status reproduksi kambing perah milik kelompoknya. Dengan bimbingan dan dukungan BAZNAS, Herman berhasil memastikan proses peternakan berjalan dengan efisien dan berkelanjutan. Program pemberdayaan yang digagas oleh BAZNAS memiliki visi besar, yaitu mengubah mustahik menjadi muzaki. Dalam konteks peternakan, visi ini diwujudkan melalui peningkatan kapasitas para peternak seperti Herman yang awalnya bergantung pada bantuan, kini mampu mandiri secara ekonomi. Herman telah dilatih untuk memahami siklus reproduksi kambing perah, mulai dari masa non-laktasi hingga kebuntingan lebih dari tiga bulan. Dengan pengetahuan ini, ia dapat menentukan waktu kawin ulang yang optimal, sehingga menghasilkan populasi kambing yang sehat dan produktif. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan produksi susu tetapi juga menjaga keberlanjutan populasi ternak. Keberhasilan program peternakan berkelanjutan ini mencerminkan prinsip tujuan syariah (maqashid syariah), yaitu menjaga keberlanjutan kehidupan umat. Peternakan kambing perah tidak hanya menghasilkan susu sebagai produk utama, tetapi juga memberikan manfaat tambahan seperti penjualan anak kambing, pupuk organik dari kotoran ternak, dan peluang usaha lain yang dapat mendukung ekonomi keluarga. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada hasil langsung, tetapi juga menciptakan efek domino yang mendukung ekosistem ekonomi lokal. BAZNAS memainkan peran strategis sebagai agen pemberdayaan ekonomi umat. Di Desa Handapherang, program ini menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan melalui pendampingan intensif oleh tenaga ahli. Para peternak tidak dibiarkan bekerja sendiri. Mereka mendapatkan pelatihan teknis, fasilitas peternakan, dan pendampingan dalam manajemen reproduksi ternak. Hal ini memastikan setiap langkah yang diambil sesuai dengan standar terbaik. Herman, misalnya, kini memahami bagaimana mendeteksi fase reproduksi kambing perah dengan akurat, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan efisiensi peternakan. Manfaat dari program ini tidak hanya dirasakan oleh Herman dan kelompoknya, tetapi juga oleh masyarakat sekitar. Produksi susu yang meningkat membuka peluang usaha baru seperti pengolahan susu menjadi produk bernilai tambah. Selain itu, keberadaan kambing perah memberikan manfaat tambahan berupa pupuk organik untuk pertanian lokal, menciptakan siklus ekonomi yang saling menguntungkan di kalangan masyarakat. Pendekatan berbasis komunitas ini juga mempererat hubungan antaranggota kelompok peternak, menciptakan rasa solidaritas dan kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama. Keberhasilan ini turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat oleh BAZNAS. Dengan pendekatan yang terukur dan terencana, BAZNAS membuktikan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sesaat tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan berkelanjutan. Herman dan kisah suksesnya menjadi bukti nyata bahwa zakat dapat membawa perubahan besar jika dikelola dengan profesional dan amanah. Program peternakan berkelanjutan ini adalah contoh bagaimana zakat dapat bertransformasi dari sekadar ibadah individual menjadi instrumen sosial yang memberikan dampak luas. Kisah Herman juga menginspirasi peternak lain di wilayah tersebut. Mereka melihat bahwa dengan kerja keras, kemauan untuk belajar, dan dukungan yang tepat, mustahik dapat mengubah nasib mereka dan menjadi mandiri. Kisah ini menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk berikhtiar dan berinovasi, seraya mengandalkan Allah dalam setiap langkah. Herman, yang kini lebih percaya diri dan mandiri, adalah cerminan keberhasilan dari sinergi antara zakat, program pemberdayaan, dan semangat individu untuk bangkit dari keterbatasan. Pelajaran berharga dapat diambil dari program ini. Bagi para muzaki, kisah ini mengingatkan bahwa zakat yang ditunaikan dapat membawa perubahan besar jika dikelola dengan baik. Bagi mustahik, kisah ini menunjukkan bahwa zakat bukan akhir dari perjuangan, tetapi awal dari perjalanan menuju kemandirian. Bagi lembaga seperti BAZNAS, keberhasilan ini adalah motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan program pemberdayaan yang dijalankan. Dalam Islam, zakat bukan hanya alat untuk mengentaskan kemiskinan, tetapi juga sarana untuk membangun peradaban yang lebih adil dan sejahtera. Kisah Herman di Desa Handapherang adalah satu dari sekian banyak bukti nyata bahwa zakat dapat menjadi katalisator perubahan dalam masyarakat. Sebagai umat Islam, kita memiliki tanggung jawab untuk mendukung pengelolaan zakat yang lebih baik, baik dengan menunaikan zakat, mendukung program pemberdayaan, maupun menyebarkan inspirasi dari kisah-kisah sukses seperti ini. Dengan begitu, zakat tidak hanya menjadi ibadah individual, tetapi juga menjadi sarana kolektif untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan. Program-program seperti ini membuktikan bahwa zakat dapat membawa perubahan nyata, mengangkat mustahik dari kemiskinan, dan menginspirasi mereka untuk berkontribusi lebih besar bagi masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, BAZNAS dapat terus menjadi pelopor dalam memberdayakan umat melalui zakat, membawa harapan baru bagi kehidupan yang lebih baik.(Sumber: BAZNAS RI)
BERITA02/12/2024 | Penulis: Rumini, Editor: Mas
Magang di BAZNAS, Survei Calon Mustahik Jadi Pengalaman Berkesan
Magang di BAZNAS, Survei Calon Mustahik Jadi Pengalaman Berkesan
PALANGKARAYA - Dua bulan menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah, empat mahasiswa IAIN Palangkaraya akan kembali ke kampus. Mereka kembali akan berjibaku dengan perkuliahan reguler, termasuk juga membuat laporan selama program PKL berjalan. "Banyak pengalaman baru yang kami dapatkan selama magang di BAZNAS. Yang paling berkesan adalah ketika melakukan survei lapangan dan bertemu langsung dengan mustahik," ujar Ramadhan, salah satu mahasiswa. Jumat (29/11/2024), para mahasiswa yang mulai melakukan magang sejak 1 Oktober 2024 dijemput oleh Ibu Diah Wulandari, M.SI selaku dosen pengampu PKL. Mereka merupakan mahasiswa dari Program Studi Manajemen Zakat-Wakaf pada Fakultasi Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Palangkaraya. Penjemputan dilaksanakan dalam sebuah pertemuan yang penuh keakraban bersama para pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah. Masih menurut Ramadhan, selama ini dirinya belum pernah melakukan survei seperti yang telah dilakukannya bersama mahasiswa lain. Apalagi dalam tugas itu, mereka juga secara langsung melakukan wawancara kepada mustahik terkait dengan pelaksanaan program BAZNAS yang telah dijalankan. "Betul, ini pengalaman pertama karena memang belum pernah melakukannya. Namun kami juga bisa melihat bagaimana BAZNAS begitu hati-hati dalam pendistribusian program dengan tetap memantau dampak pelaksanaan program itu bagi mustahik," tambah Ramadhan yang akrab disapa Rama. Yeni, salah satu mahasiswa magang lain juga mengungkapkan kesan lain saat 'bertugas' di BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah. Antara lain ketika dia diajak ikut mendampingi dalam monitoring dan evaluasi BAZNAS daerah. "Kami juga belajar bagaimana melakukan input data melalui Sistem Informasi Manajemen BAZNAS. Banyak pengalaman yang memang tidak kami peroleh di bangku kuliah," kata Yeni. Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Mustain Khaitami, menyatakan apresiasinya atas keterlibatan mahasiswa IAIN Palangkaraya dalam membantu pelaksanaan beberapa program lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah itu melalui PKL. "Kami juga mengucapkan terima kasih karena para mahasiswa dengan penuh perhatian mengikuti PKL. Selain itu para mahasiswa juga menjalankan tugas yang diminta dengan penuh tanggung jawab," kata Khaitami.
BERITA29/11/2024 | Aya
Rumahnya Didesain Tanpa Jendela, Yayanto: Terima Kasih Muzaki dan BAZNAS
Rumahnya Didesain Tanpa Jendela, Yayanto: Terima Kasih Muzaki dan BAZNAS
PALANGKARAYA - Satu lagi program renovasi Rumah Layak Huni (RLH) BAZNAS di Kota Palangkaraya, Kalteng, rampung dikerjakan. Kali ini, tempat tinggal Yayanto yang selesai 'disulap' menjadi permanen. Secara resmi serah terima atas penyelesaian rumah yang berlokasi di Jalan Dorang, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya, dilakukan Kamis (28/11/2024). "Alhamdulillah, pekerjaan telah selesai dilakukan. Kini rumah kami sudah cukup layak untuk ditinggali. Terima kasih kami ucapkan kepada para muzaki dan BAZNAS," ujar Yayanto. Bersama istri dan putri bungsunya yang baru berusia satu setengah tahun, Yayanto yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan ini mengaku sudah tenang tinggal di rumah tersebut. Itu karena, sebelumnya bangunan rumah yang mereka tempati berbahan kayu bekas dan sebagian dinding ditutup terpal plastik. Melalui program RLH BAZNAS, rumah berukuran sekitar 7x6 meter itu kini dibuat lebih kokoh. Dinding berbahan dasar batako dan sudah ada sarana MCK yang lebih memadai. Rangka atas juga menggunakan kayu yang lebih kuat. Dibanding dengan rumah lainnya yang dilaksanakan melalui program RLH BAZNAS, ada yang berbeda dengan tempat tinggal keluarga Yayanto setelah direnovasi. Itu terlihat dari bagian kamar depan yang tidak ada jendela. Pencahayaan dan lubang ventilasi udara justru dibuat pada bagian samping rumah. "Dalam perencanaan teknis, kemarin dipertimbangkan teras depan kamar di rumah Pak Yayanto nantinya bisa dibuat kios sederhana. Dengan begitu bisa jadi tempat usaha juga untuk menambah penghasilan keluarga, apalagi posisinya juga di tepi jalan," kata Wakil Ketua Bidang Penyaluran BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Kasdani. Dalam program RLH BAZNAS di Kota Palangkaraya, BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah bekerja sama dengan Serikat Pekerja Kuli Bangunan (SPKB) Kalteng. Kerja sama antara lain dalam bentuk penyiapan desain teknis hingga pengerjaan.
BERITA28/11/2024 | Aya
Membangun Pendidikan Papua, BAZNAS RI Luncurkan Buku "Mengajar di Batas Negeri"
Membangun Pendidikan Papua, BAZNAS RI Luncurkan Buku "Mengajar di Batas Negeri"
Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan buku “Mengajar di Batas Negeri: Kisah Inspiratif Mengajar di Papua”. Peluncuran ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan, tetapi juga simbol komitmen BAZNAS RI dalam mendukung pemerataan pendidikan, khususnya di wilayah Papua. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, mengatakan, buku ini lahir dari pengalaman nyata para penerima Beasiswa Guru Papua, sebuah program yang dirancang untuk mendukung pendidikan di wilayah dengan tantangan geografis yang tinggi. “Program ini merupakan bagian dari kontribusi BAZNAS RI dalam percepatan pembangunan pendidikan tinggi di Papua, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Melalui buku ini, kita bisa melihat perjuangan para guru di garis depan pendidikan,” ujar dia. Program Beasiswa Guru Papua telah bermitra dengan tiga perguruan tinggi, yaitu IAIN Fattahul Muluk Papua, IAIN Sorong, dan Universitas Cendrawasih, dengan total 150 peserta. Selain bantuan berupa pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) selama empat semester, program ini juga memberikan pembinaan khusus melalui mentor dari kampus mitra. Pimpinan BAZNAS RI B/bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyebutkan, peluncuran buku ini sebagai bukti keberpihakan BAZNAS terhadap pendidikan yang merata. “Guru di Papua menghadapi tantangan besar, tetapi mereka terus berjuang. Lewat buku ini, kami ingin membangkitkan semangat bahwa pendidikan adalah hak semua orang, dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk memajukannya,” ujarnya. Buku “Mengajar di Batas Negeri” mengisahkan pengalaman para guru dan mentor dalam mendidik di Bumi Cenderawasih. Terkait hal ini, Dr. H. Talauddin Umkabu, M.Pd., Wakil Rektor I IAIN Fattahul Muluk Papua, mengatakan, buku ini menjadi refleksi penting bagi pemerintah dan masyarakat. “Buku ini menunjukkan bahwa pendidikan bisa menjadi solusi untuk membangun masa depan Papua dan Indonesia. Para guru yang menginspirasi ini adalah bukti bahwa keberhasilan pendidikan di wilayah terpencil bukanlah hal yang mustahil,” ucap dia. Kisah-kisah di buku ini juga memperlihatkan tantangan luar biasa yang dihadapi para guru, dari keterbatasan infrastruktur hingga akses yang sulit. Namun, mereka terus menunjukkan dedikasi tinggi untuk mencerdaskan generasi muda Papua. Didik Efendi, M.Pd., salah satu mentor program, menyampaikan bahwa buku ini adalah penghargaan atas perjuangan para guru di lapangan. “Mengajar di Papua bukan hanya soal memberikan ilmu, tetapi juga membangun harapan dan semangat. Buku ini adalah bentuk apresiasi atas kerja keras mereka,” tutur dia. Peluncuran buku tersebut menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa pendidikan adalah jalan menuju keadilan sosial. BAZNAS RI melalui program-programnya terus berupaya membawa semangat perubahan hingga ke pelosok negeri. (Sumber: BAZNAS RI)
BERITA28/11/2024 | Penulis: Nurma Editor:YMK
Wakaf & Zakat Fun Run 2024: Kolaborasi BWI, Kemenag, dan BAZNAS Mengajak Masyarakat Berolahraga Sambil Berbagi
Wakaf & Zakat Fun Run 2024: Kolaborasi BWI, Kemenag, dan BAZNAS Mengajak Masyarakat Berolahraga Sambil Berbagi
Badan Wakaf Indonesia (BWI), Kementerian Agama (Kemenag) RI, dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggagas acara Wakaf dan Zakat Fun Run (Waqf Run) 2024, yang akan berlangsung pada 22 Desember 2024 di Jakarta. Acara ini bertujuan untuk mendorong masyarakat lebih aktif dalam berolahraga sekaligus memperkenalkan pentingnya wakaf dan zakat sebagai instrumen kesejahteraan. Mengusung tema "Sehat Bersama, Wakaf dan Zakat untuk Sesama, demi Mewujudkan Indonesia Emas 2045", kegiatan ini berharap bisa meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam hal wakaf dan zakat. Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, Ketua BWI sekaligus Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, menyatakan bahwa acara ini merupakan langkah penting dalam mengedukasi masyarakat dengan cara yang menyenangkan. "Wakaf dan Zakat adalah dua instrumen besar untuk kesejahteraan umat. Dengan kolaborasi lintas lembaga, kami yakin kesadaran masyarakat akan semakin meningkat," ujar Prof. Kamaruddin. Selain itu, peserta akan diberi kesempatan untuk melakukan wakaf uang melalui aplikasi Satu Wakaf. Acara ini ditargetkan diikuti oleh 1.500 peserta, yang terdiri dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat umum dan pengelola wakaf dan zakat. Selain berolahraga, peserta dapat berbagi keberkahan melalui kontribusi wakaf dan zakat. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga sebagai ajang pemberdayaan ekonomi umat. “Wakaf dan zakat bukan hanya ibadah, tetapi juga solusi untuk pemberdayaan ekonomi umat. Lewat Waqf Run 2024, kami ingin menyampaikan pesan bahwa berwakaf dan berzakat bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan penuh semangat,” ujarnya. Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA memiliki harapan, kegiatan Waqf Run 2024 dijadikan sebuah momen kebersamaan untuk menciptakan Indonesia yang sehat serta lebih berdaya. “Saatnya kita bersatu dalam langkah dan tujuan, menjadikan wakaf dan zakat sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan umat,” pungkas Prof. Ahmad. Sebagai bagian dari dukungan terhadap kampanye literasi digital wakaf dan zakat, Waqf Run 2024 juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem sosial yang berkelanjutan di Indonesia, dengan hiburan musik dan kegiatan seru yang turut meramaikan acara. Timeline kegiatannya sebagai berikut: * 12 November 2024 - 15 Desember: Pendaftaran dibuka secara daring melalui bit.ly/waqfrun2024. * 20–21 Desember 2024: Pengambilan race kit. * 22 Desember 2024: Hari pelaksanaan mulai pukul 06.00 hingga 11.30 WIB. Ayo, ikuti rangkaian acaranya dengan biaya pendaftaran Rp150.000 dan sudah termasuk wakaf minimal Rp50.000. (Sumber: BAZNAS RI)
BERITA27/11/2024 | Ilham Editor: Novan
Wapres Gibran Rakabuming Apresiasi Pertumbuhan Zakat di BAZNAS RI
Wapres Gibran Rakabuming Apresiasi Pertumbuhan Zakat di BAZNAS RI
JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI atas kinerjanya dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Apresiasi ini disampaikan dalam pertemuan di Istana Wakil Presiden, yang dihadiri oleh jajaran pimpinan BAZNAS. Gibran menekankan pentingnya kolaborasi semua elemen dalam mengatasi masalah kemiskinan ekstrem dan stunting. “BAZNAS harus terus bersinergi dengan pemerintah untuk menciptakan solusi yang efektif. Semua pihak harus bergandeng tangan demi kesejahteraan masyarakat,” kata Gibran. Gibran juga menyatakan apresiasnya terhadap peran BAZNAS yang dinilai sangat penting dalam membantu pemerintah mengatasi masalah kemiskinan. “BAZNAS telah menunjukkan kinerja yang luar biasa dengan pertumbuhan zakat, infak, dan sedekah rata-rata 30 persen per tahun. Ini adalah pencapaian yang patut diapresiasi,” ujar Gibran. Ia mendorong BAZNAS untuk terus melanjutkan inisiatifnya, termasuk program-program yang menyasar kelompok masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH Noor Achmad, MA, menjelaskan bahwa pertumbuhan zakat, infak, dan sedekah di Indonesia mencapai rata-rata 30 persen per tahun dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, BAZNAS juga berkomitmen untuk melaksanakan 10 Program Prioritas, termasuk Rumah Sehat BAZNAS dan program pengentasan kemiskinan ekstrem. “Kami berkomitmen untuk menjalankan 10 Program Prioritas BAZNAS pada tahun 2025 yang ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu,” ujar Noor Achmad. Noor Achmad juga mengenang dukungan Gibran saat menjabat sebagai Wali Kota Surakarta, yang berhasil meningkatkan pengumpulan zakat dari Rp4 miliar menjadi Rp12 miliar. “Dengan dukungan yang kuat, kami yakin program pengentasan kemiskinan dapat berhasil,” kata Noor Achmad.
BERITA22/11/2024 | Aya
Bimtek IZN dan KDZ BAZNAS Kabupaten/Kota Se Kalimantan Tengah
Bimtek IZN dan KDZ BAZNAS Kabupaten/Kota Se Kalimantan Tengah
PALANGKARAYA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Indeks Zakat Nasional (IZN ) dan Kaji dampak zakat (KDZ) bersama Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS, yang diikuti oleh 11 BAZNAS dari kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah. Senin (11/11) IZN dan KDZ adalah alat ukur untuk mengetahui kualitas pengelolaan zakat secara obyektif. dan dampak zakat bagi mustahiq. Terdapat sejumlah variabel IZN yang menjadi referensi bagi pengurus BAZNAS dalam meningkatkan kinerja manajemen zakat di wilayah masing-masing. Dengan IZN, pimpinan BAZNAS dapat mengetahui kondisi aktual pengelolaan zakat dan dapat mengidentifikasi aspek-aspek apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan pengelolaan zakat yang ada, serta kebijakan yang perlu diambil,’’ ucap Kasdani, Wakil Ketua BAZNAS Kalteng. Kasdani berharap keberadaan zakat akan semakin memberikan dampak luas bagi peningkatan kesejahteraan mustahik.
BERITA20/11/2024 | Aya
Luar Biasa! Istri Relawan Ikut Bantu Pengerjaan RLH BAZNAS
Luar Biasa! Istri Relawan Ikut Bantu Pengerjaan RLH BAZNAS
PALANGKARAYA – Semangat anggota Serikat Pekerja Kuli Bangunan (SPKB) Kalteng untuk menyukseskan program Rumah Layak Huni (RLH) BAZNAS di Kota Palangkaraya cukup tinggi. Terbukti, dari relawan ada yang tanpa segan mengikutkan istri mereka untuk membantu pekerjaan. Hal ini terlihat dari beberapa program RLH BAZNAS yang selama ini dilaksanakan di wilayah Kota Cantik. Seperti pada pekerjaan rumah milik Yayanto yang berlokasi di Jalan Dorang, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya. “Alhamdulillah, para istri ikut mendukung kami untuk ikut berpartisipasi mengerjakan rumah mustahik yang direnovasi. Meski bersifat sosial, tapi ada dari kalangan istri anggota yang tak sungkan ikut membantu di lapangan,” ujar Wakil Ketua SPKB Kalteng Turahman. Partisipasi istri relawan untuk ikut membantu pekerjaan RLH BAZNAS cukup mendapat acungan jempol. Apalagi yang dilakukannya juga tidak bisa dikatakan ringan, seperti mengaduk semen dan mengangkat batako. Pemandangan itu sebelumnya terlihat saat pekerjaan rumah Hartati di Jalan Bengaris dan saat ini berlanjut ke rumah Yayanto di Jalan Dorang, Kecamatan Jekan Raya, Palangkaraya. Selain beberapa relawan dari anggota SPKB Kalteng, juga terdapat perempuan yang merupakan istri dari seorang anggota. Program RLH BAZNAS yang dikelola BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah di Kota Palangkaraya selama ini melibatkan SPKB Kalteng sebagai relawan lapangan. Selain memudahkan dalam pengawasan, kesadaran organisasi ini untuk membantu program dengan menyediakan tenaga lapangan juga telah dirasakan. “Pada prinsipnya, SPKB dan BAZNAS berada dalam satu frekuensi yakni sama-sama ingin membantu mustahik. Kalau sumber pembiayaan dari dana yang dititipkan melalui BAZNAS, sedangkan kami membantu dengan tenaga,” timpal Turahman.
BERITA19/11/2024 | Aya
BAZNAS Micro Finance Hadir di Palangkaraya, Solusi Pinjaman Tanpa Bunga
BAZNAS Micro Finance Hadir di Palangkaraya, Solusi Pinjaman Tanpa Bunga
PALANGKARAYA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus konsen dalam upaya menyejahterakan umat. Melalui BAZNAS Micro Finance (BMF), lembaga ini menghadirkan program bantuan pinjaman tanpa bunga di Kota Palangkaraya. Program BMF telah dibuka sejak Januari 2024. Sasarannya adalah pengusaha kecil mikro yang membutuhkan pinjaman sebagai tambahan modal untuk mengembangkan usaha. "Ini merupakan salah satu program pemberdayaan dana zakat, infak, sedekah, maupun dana sosial keagamaan lainnya yang dikelola BAZNAS," jelas Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Mustain Khaitami. Sebagaimana tujuan, kata dia, BMF dibentuk untuk program memberdayakan masyarakat melalui pembiayaan dan pendampingan mikro berbasis zakat. Dengan begitu, para pengusaha kecil bisa memanfaatkan program ini agar terhindar dari jeratan pinjaman berbunga mencekik. Skema program BMF sebagai salah satu organ di BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah, pada prinsipnya adalah sistem bergulir dengan tenor atau lamanya masa pengembalian pinjaman melalui cicilan sampai 12 bulan. Secara umum, ada syarat dan ketentuan yang menjadi dasar bagi masyarakat untuk bisa mendapatkan pinjaman tambahan modal usaha tanpa bunga melalui BMF. Antara lain telah memiliki usaha dan tempat berusaha dengan jarak maksimal 8 kilometer dari sekretariat, serta diajukan secara berkelompok. "Ada beberapa ketentuan lain yang telah ditentukan, termasuk juga dilakukan survei sebelum diputuskan usulan pinjaman diproses lebih lanjut," kata Ami. Untuk lebih jelasnya bisa langsung datang ke BMF yang sekretariatnya berlokasi di BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Jalan Ahmad Yani nomor 97 Palangkaraya atau dapat menghubungi nomor 082351696130 untuk layanan via WA.
BERITA18/11/2024 | Aya
Pimpinan BAZNAS se-Kalteng Sepakati 9 Rekomendasi di Rakorda
Pimpinan BAZNAS se-Kalteng Sepakati 9 Rekomendasi di Rakorda
Pimpinan BAZNAS se-Kalteng Sepakati 9 Rekomendasi di Rakorda PALANGKARAYA - Rapat Koordinasi Daerah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Kalimantan Tengah, Rabu (13/11), berakhir. Setelah tiga hari pelaksanaan kegiatan, para pimpinan yang hadir menyepakati sembilan rekomendasi yang dihasilkan. Dalam kegiatan yang digelar di Hotel Aurila Jalan Adonis Palangkaraya, sebanyak 11 BAZNAS dari kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah yang hadir. Selain dari unsur pimpinan, sejumlah staf pelaksana juga dilibatkan. “Sembilan rekomendasi yang dihasilkan dalam rakorda merupakan kesepakatan yang dibuat dalam upaya meneguhkan peran dan fungsi BAZNAS dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Kalteng,” terang Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah Mustain Khaitami. Pria yang di kalangan media akrab disapa Ami ini menyebut, sembilan rekomendasi yang disepakati pertama, memperkuat fungsi dan peran BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Non-Struktural (LPNS) dengan menyinergikan pengelolaan zakat inklusif untuk penanggulangan kemiskinan dan kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan di daerah. Kedua, melakukan inventarisasi potensi zakat, infak, dan sedekah dengan mengolah database melalui pemetaan mustahik serta muzaki dalam database. Ketiga, semakin gencar menggelorakan sosialisasi tentang zakat, infak, dan sedekah, serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) secara terencana, terarah, dan transparan. Keempat, rutin melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan dan mencari penyelesaian masalah secara internal jika mendapati kendala lapangan dengan menguatkan kekompakan amilin/amilat. Kelimat, menyampaikan pelaporan secara rutin dan transparan melalui Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SiMBA), sebagai bagian dari tugas dan upaya memperkuat akuntabilitas serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap BAZNAS dalam pengelolaan zakat; Keenam, mendukung pengisian Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kaji Dampak Zakat (KDZ) untuk mengetahui keberhasilan program yang telah dilaksanakan sebagai salah satu bentuk evaluasi dan supervise. Ketujuh, memprioritaskan penyusunan program prioritas untuk pemberdayaan mustahik berdasarkan karakteristik daerah yang mengacu 10 prioritas program nasional tahun 2025; Mendorong peran BAZNAS di daerah sebagai salah satu lembaga yang ikut serta dalam perencanaan pengembangan di daerah melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) menjadi rekomendasi kedelapan, dan kesembilan sepakat untuk meningkatkan pengumpulan ZIS melalui penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) demi pencapaian target nasional. Rakorda BAZNAS se-Kalimantan Tengah sebelumnya dibuka oleh Gubernur Sugianto Sabran yang diwakili Staf Ahli Gubernur Budan Politik, Hukum, dan Pemerintahan Ahmad Husein. Hadir Ketika itu Pimpinan BAZNAAS RI Pembina wilayah Kolonel CAJ (Purn) Nur Chamdani, serta sejumlah undangan. Saat menutup rakorda, Ami berpesan kepada para pimpinan BAZNAS kabupaten/kota agar segera menindaklanjuti rekomendasi dengan melakukan perencanaan program di daerah masing-masing. Tentu saja dengan menyinergikan program dengan kebijakan pemerintah daerah yang antara lain turut mengentaskan kemiskinan melalui usaha pemberdayaan. “Selama tiga hari kegiatan, kita sudah belajar bagaimana berkembangnya sistem yang telah diterapkan di BAZNAS dari tahun ke tahun sebagai Lembaga Pemerintah Non-Struktural dalam pengelolaan zakat. Dengan kinerja yang terukur, terencana, dan terarah, diharapkan profesionalitas para amylin dan amilat menjadi semakin baik sehingga menguatkan kepercayaan public,” kata Ami.
BERITA14/11/2024 | Aya
Program RLHB di Palangkaraya, Hartati dan Wuryanti Semringah Terima Kunci dari Pimpinan BAZNAS RI
Program RLHB di Palangkaraya, Hartati dan Wuryanti Semringah Terima Kunci dari Pimpinan BAZNAS RI
PALANGKARAYA – Gurat keceriaan tergambar jelas di wajah Hartati dan Wuryanti. Ini ketika keduanya secara simbolis menerima kunci rumah dari Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), Senin (11/11). Penyerahan simbolis kunci rumah ini langsung dilakukan pimpinan BAZNAS RI Kolonel CAJ Nur Chamdani yang pada saat itu menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Daerah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Kalimantan Tengah. “Alhamdulillah, rumah saya sudah selesai direnovasi melalui program yang dilaksanakan oleh BAZNAS. Kami sekeluarga sangat berterima kasih atas program ini karena sangat bermanfaat,” kata Hartati seusai kegiatan. Hartati merupakan seorang warga Jalan Bengaris Palangkaraya. Selama ini mereka tinggal di sebuah rumah berbahan dasar kayu bersama keluarganya. Sejak Oktober 2024, saat ini sedang dilaksanakan program RLHB pada sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Program tersebut bertujuan untuk memperbaiki hunian warga miskin menjadi layak huni sehingga menjadi rumah sehat. Total program RLHB di Kalimantan Tengah ditargetkan sebanyak 55 unit dengan nilai sebesar Rp25 juta per unit. Selain berbahan dasar material yang kuat, syarat rumah sehat dalam program RLHB antara lain juga terkait pencahayaan, sirkulasi udara, serta sanitasi yang memadai. Kebahagiaan juga diungkapkan Wuryanti, salahbsatu penerima program RLHB lainnya. Dia merupakan seorang janda yang berprofesi sebagai tukang pijit beralamat di Jalan Menteng 26 Palangkaraya. “Untuk memperbaiki sendiri rumah, terus terang kami tidak sanggup. Alhamdulillah, melalui program dari BAZNAS sekarang rumah saya sudah layak ditempati, bila hujan deras rumah saya tidak kebanjiran lagi ” kata Wuryanti. Pelaksanaan program oleh BAZNAS Provinsi Kalimantan Tengah pada wilayah Kota Palangkaraya dilakukan melalui kerja sama Serikat Pekerja Kuli Bangunan (SPKB) Kalteng yang sejak tiga tahun terakhir secara intensif turut berpartisipasi dalam pekerjaan. “Kami mengapresiasi karena selama ini selalu diikutkan dalam program RLHB bersama BAZNAS Kalteng. Setidaknya dengan begini, kami juga bisa berpartisipasi dalam upaya membantu warga kita yang menerima program,” ujar Turahman, Wakil Ketua SPKB Kalteng.
BERITA11/11/2024 | Aya
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Tengah.

Lihat Daftar Rekening →